Menguak Tabir Misteri Alexandre Pato
Kehadiran bomber tampan Brasil, Alexandre Pato ke ranah kompetisi Liga Primer pada bursa transfer Januari ini dinilai akan memberi nuansa baru dalam kompetisi sepakbola tertinggi Ratu Elisabeth.
Pato datang dengan status sebagai pemain pinjaman di saat kondisi Chelsea tengah carut marut dengan posisinya yang hanya berjarak beberapa jengkal dari zona degradasi.
Kehadiran pemain yang memiliki nama lengkap Alexandre Rodrigues da Silva ini diharapkan bisa menjadi solusi bagi Guus Hiddink dan anak asuhnya mendongkrak performa timnya agar tidak terlalu kehilangan muka karena berstatus sebagai juara bertahan.
Ketajaman bomber yang mendapat julukan 'Si Bebek' karena berasal dari kota Pato (yang berarti bebek) Branco, Brasil ini, memang sulit diragukan.
Alexandre Pato saat menandatangani kontrak kesepatakan dengan Chelsea sebagai pemain pinjaman.
Namun ketatnya persaingan Liga Primer membuat sejumlah pihak meragukan kemampuannya dalam beradaptasi mengingat Pato merupakan sosok pemain yang rentan cedera.
Meskipun demikian kedatangan Pato ke kubu The Blues merupakan suatu hal yang unik dan tentunya memiliki nilai tersendiri baik dari sisi permainan maupun di luar itu.
Apalagi, sosok bomber kelahiran 2 September 1989 ini memiliki paras tampan namun imut yang berpotensi bisa menghasilkan keuntungan bagi pihak klub untuk mendatangkan sponsor.
Ya, sosok penyerang 26 tahun ini memang cukup menarik untuk ditelisik lebih dalam, untuk itu INDOSPORT coba mengulas lebih dalam sisi lain dari seorang Pato yang belum banyak orang tahu.
1. Nyaris Tak Punya Lengan
Tahun 2000 merupakan masa-masa suram yang harus dilewati oleh Pato kecil. Saat usianya menginjak remaja dan berusia 11 tahun sebuah insiden menyebabkan lengannya patah.
Parahnya lagi, akibat patah lengan yang dialaminya itu ia harus didiagnosa mengidap tumor ganas yang tumbuh di sekitar area lengan oleh dokter yang merawatnya.
Sang dokter bahkan menjatuhkan vonis bahwa tumor yang tumbuh dilengannya akan berkembang menjadi kanker jika tidak diangkat dalam waktu dua bulan.
Malangnya, keluarga Pato saat itu tidak memiliki uang membayar operasi pengangkatan tumor tersebut hingga akhirnya sebuah mukjizat datang.
Salah seorang teman dari keluarganya yang berprofesi sebagai dokter akhirnya mau mengulurkan bantuan.
Pato akhirnya menjalani operasi yang sukses mengangkat tumor tersebut dari lengannya tanpa harus melakukan tindakan amputasi.
2. Pencetak Gol Termuda Brasil di Kompetisi FIFA
Tahun 2006 merupakan tahun istimewa bagi seorang Pato di mana pada masa itu ia memulai kariernya terjun dalam dunia sepakbola profesional.
Pada debut profesional pertamanya bersama klub Internacional nama Pato langsung bersinar. Ia sukses membawa klubnya meraih gelar juara FIFA Club World Cup 2006 dan mencatatkan sebuah rekor yang membanggakan.
Pato yang saat itu berusia 17 tahun 102 hari sukses membobol gawang juara Afrika, Al-Ahly yang membuat dirinya tercatat sebagai pemain termuda Brasil yang mencetak gol di turnamen resmi yang dihelat FIFA.
Gol yang dicetaknya itu sekaligus berhasil memecahkan rekor legenda Brasil, Pele yang sebelumnya tercatat sebagai pencetak gol termuda Brasil di kompetisi FIFA setelah mencetak gol ke gawang Wales pada ajang Word Cup 1958 ketika usianya masih 17 tahun 239 hari.
3. Pemain Brasil Pertama Peraih Penghargaan Pemain Muda di Italia
Ketajaman Pato dan aksi-aksi memukaunya bersama Internacional tercium hingga ke Eropa. Klub raksasa Italia dengan cepat memboyongnya ke San Siro dan Pato pun mulai mengepakkan sayapnya di negeri orang.
Keputusan Milan mendatangkan Pato sangatlah tepat. Tak perlu menunggu waktu lama untuk beradaptasi Pato langsung menggebrak dengan menjadi top skor untuk Milan pada musim 2008/09 dengan catatan 18 gol dalam semusim.
Debut mengesankannya tersebut membuatnya diganjar dengan Penghargaan Pemain Muda Terbaik Serie A 2009 versi Oscar del Calcio pada 18 Januar 2010.
Itu merupakan momen bersejarah bagi sepakbola Brasil, pasalnya dengan penghargaan tersebut Pato tercatat sebagai pemain Brasil pertama yang berhasil meraih penghargaan individu tersebut di negeri Pizza, Italia.
4. Bukan Algojo Penalti yang Baik
Pato memang dikenal sebagai sosok mesin gol produktif yang memiliki kemampuan olah bola yang baik yang juga diimbangi dengan kecepatan dan akselerasi yang mumpuni.
Terbukti saat dirinya sukses menyandang gelar top skor AC Milan dengan koleksi 18 gol nya pada musim 2008/09.
Kendati demikian, ‘Si Bebek Tampan’ ini bukanlah seorang penyerang yang handal dalam urusan mengeksekusi tendangan penalti.
Penyerang 26 tahun itu tampaknya tidak memiliki mental yang bagus untuk menjadi seorang algojo penalti.
Terbukti saat dirinya gagal membobol gawang Fiorentina dari titik putih saat timnya AC Milan mendapat hadiah penalti dari wasit.
Bahkan yang paling menyesakkan adalah saat dirinya berseragam Corinthians di mana kegagalannya mengeksekusi tendangan penalti membuat timnya tersingkir dari tangan Gremio di pentas Brasil Cup tahun 2013.
5. Gampang Cedera
Kelincahan dan kecepatan seorang Pato membuatnya menjadi target incaran para pemain bertahan lawan sehingga menghalalkan segala macam cara untuk menghentikan laju pergerakannya.
Hal itulah yang membuatnya memiliki sederat lembaran hitam daftar cedera yang mulai dikoleksinya pada musim 2012/13 di mana dirinya harus tiga kali mendapat cedera hamstring dalam kurun waktu satu tahun.
Buntutnya, bomber Brasil itu hanya sanggup bermain sebanyak 5 kali dan hanya mencetak dua gol pada musim tersebut.
Memasuki ranah kompetisi Liga Primer yang sangat mengandalkan kekuatan fisik dari para pemainnya tentunya akan menjadi satu hal harus dikhawatirkan dari Pato dan mendapat perhatian Chelsea.