Sentuhan Farhad Moshiri Siap Jadikan Everton Tim Elit Inggris
Sekitar sepuluh tahun yang lalu, Liga Primer Inggris memiliki empat klub raksasa, yaitu Arsenal, Chelsea, Liverpool, dan Manchester United.
Mereka pun selalu mendominasi posisi empat besar dan menjadi langganan untuk wakil Inggris di Liga Champions. Seiiring berjalannya waktu, dalam beberapa tahun terakhir, barulah muncul pesaing baru Manchester City yang berhasil menjadi klub raksasa di Negeri Ratu Elizabeth tersebut.
Manchester City, mulai disegani sejak tahun 2008 yang lalu.
Sedangkan klub-klub lain, seperti Newcastle United, Tottenham Hotspur, Southampton, dan Everton menjadi klub papan tengah yang terkadang mampu beberapa kali menahan langkah klub besar tersebut.
Di musim 2016/17 mendatang, sepertinya kompetisi yang terkenal dengan sebutan Kick n’Rush ini akan kembali menambah satu klub lagi untuk menjadi pesaing dalam perebutan gelar juara.
Klub tersebut adalah Everton, di mana mereka belum lama ini telah memiliki pemilik klub baru asal Iran, yaitu Farhad Moshiri yang telah memegang saham besar di klub yang berjuluk The Tofees tersebut.
Sebelumnya, Farhad sendiri pernah menjadi bagian dari Arsenal, beberapa nama tenar pun yang dimiliki klub London Merah pun tentu juga bagian dari andilnya.
Berikut ini INDOSPORT membahas profil dari pengusaha berusia 60 tahun tersebut yang siap menjadikan Everton sebagai klub besar di Inggris:
1. Profil Farhad Moshiri
Farhad Moshiri merupakan pebisnis kelahiran Iran, 18 Mei 1955 silam, dirinya memiliki beberapa saham di Inggris dan Rusia pada perusahaan baja dan energi.
Ayahnya merupakan dokter tentara yang dilatih oleh seorang patologi dan telah menjadi seorang hakim senior di dunia militer. Sementara ibunya adalah bekerja di bagian penerbitan Iran, Kayhan yang juga memiliki cabang di kota London, Inggris.
Pria yang kini telah berusia 60 tahun tersebut juga merupakan alumnus dari Universtias College London, jurusan akuntan dan mendapat gelar Carteran.
Moshiri sudah menikah dengan istrinya, Nazenin Ansari seorang jurnalis yang juga berasal dari Iran dan telah dikaruniai 2 orang anak.
2. Super Tajir
Selain itu, dia juga mempunyai saham di bidang telekomunikasi, Rusia Megafon. Pria berusia 60 tahun ini pun merupakan seorang akuntan dari Ernst&Young, Pannell Kerr Forster dan Deloitte Touche, sebuah perusahaan jasa professional multinasional di Inggris.
Jika ditotal, kekayaan pria asal Iran ini mencapai kurang lebih Rp24,1 triliun. Ia pun masuk dalam kategori pria terkaya 29 di Inggris versi majalah Forbes.
Kekayaan Farhad Moshiri setelah bekerjasama dengan pengusaha kaya Rusia Alisher Usmanov. Ia awalnya adalah konsultan Usmanov.
Hingga akhirnya ia mampu menjadi pebisnis dan memiliki saham di pertambangan dan manufaktur baja Rusia bekerjasama dengan Usmanov.
Selain mempunyai saham di dunia bisnis, Moshiri juga menambah pendapatannya di dunia sepakbola. Masih bersama Usmanov keduanya menjadi investor Arsenal sejak tahun 2007 lalu.
Artinya, sejak saat itu pula dirinya tentu memiliki andil besar membantu The Gunners untuk memboyong pemain bintang, seperti Aaron Ramsey, Samir Nasri, Santi Cazorla, Mesut Ozil, dan Alexis Sanchez.
Namun, pada bulan Februari lalu, ia dikabarkan telah menjual sahamnya di Arsenal dan tidak membutuhkan waktu lama baginya untuk memiliki dunia bisnis di dunia sepakbola, yaitu dengan membeli di Everton.
3. Sulap Everton
Klub yang berbasis di kota Merseyside ini dapat dikatakan akan menjadi pesaing baru di kerasnya kompetisi Liga Primer Inggris.
Farhad Moshiri telah bekerja sama dengan Red&White Holdings untuk membeli saham di Everton tepat pada tanggal 27 Februari lalu, di mana ia memiliki saham terbesar, yaitu 49.9% di klub.
Dengan memiliki pendapatan pribadi yang melimpah, bukan hal yang tidak mungkin pastinya bagi Moshiri untuk mengembangkan Everton menjadi Manchester City yang baru.
Beberapa pemain bintang pun dapat mereka datangkan sekaligus diberi iming-iming gaji yang tinggi dan jika hal ini terjadi, bukan tidak mungkin jika The Toffees akan semakin membuat Liga Primer Inggris semakin sulit dan kompetitif.