x

Curhat Aremania Terkait Kinerja Kepolisian di Final Piala Bhayangkara

Selasa, 5 April 2016 15:28 WIB
Kontributor: Ian Setiawan | Editor: Charles Emanuel Dominggus

"Sedikit jenuh memang, karena pengawalan begitu terkoordinasi sehingga kita sering tertahan. Karena penjagaan kepolisian begitu ketat tapi memang baik untuk kami," tandas Ahmad Ghazali.

Koordinator Tur Aremania ke Jakarta itu melanjutkan, kinerja kepolisian memang patut mendapat apresiasi. Koordinasi yang dijalankan begitu rapi, hingga bisa mencegah berbagai potensi gejolak antar suporter yang setiap saat bisa terjadi antara Aremania dan Bobotoh.

"Kami sampai di Senayan jam 4 sore, dan baru boleh masuk ke stadion jam 8 malam. Polisi ingin suasana aman, karena memasukkan Bobotoh lebih dulu," imbuhnya.


Aremania usai menyaksikan final Piala Bhayangkara.

Hal yang sama juga terjadi ketika pertandingan antara Arema Cronus dan Persib Bandung selesai. Kepolisian Polda Metro Jaya maupun unsur Polri bergegas mengamankan akses keluar Bobotoh dan menahan Aremania di stadion agar tidak terjadi gesekan di luar Stadion Gelora Bung Karno.

"Koordinasi polisi begitu baik. Kami keluar stadion dan masuk ke bus sekitar jam 3 pagi. Suasana kondusif berkat kesigapan bapak polisi," terangnya.

Ia pun bersyukur, seluruh rombongan besar bisa sampai Malang tanpa gangguan berarti. Jalur tol Cikampek hingga memasuki Jawa Barat bisa disterilkan sehingga tidak terjadi pelemparan atau teror apa pun.

"Makanya kita pulang pagi hari, karena polisi lebih mendahulukan rombongan Bobotoh yang juga melalui Tol Cikampek. Syukur kami sampai Malang dengan selamat semua," pungkasnya.

AremaniaBobotohPiala Bhayangkara

Berita Terkini