x

3 Pelajaran Klopp untuk Liverpool Guna Menahan Laju Dortmund

Jumat, 8 April 2016 08:00 WIB
Editor: Randy Prasatya

Pertandingan antara Dortmund vs Liverpool di perempatfinal Liga Europa menjadi laga yang sangat menarik di antara yang lain. Selain menjadi salah satu tim besar, pertemuan ini juga menjadi ajang reuni Jurgen Klopp dengan klub lamanya.

Klopp merupakan pelatih yang sudah tak asing lagi di Signal Iduna Park. Dia pernah menjadi salah satu ikon penting yang berhasil mengembalikan Dortmund ke papan atas Bundesliga.


Salah satu fans Die Borussen menunjukan banner untuk menyambut Jurgen Klopp pada pertandingan Liga Europa di Signal Iduna Park, Jumat (08/04/16).

Namun, pada kesempatan ini dia harus kembali ke rumah lamanya dulu dengan status sebagai lawan. Pria asal Jerman itu mendampingi Liverpool selaku tim lawan bagi Dortmund.

Racikan taktik pelatih 48 tahun ini sukses membendung gencaran semangat anak-anak Die Borussen, yang memiliki ambisi meraih sukses di ajang kasta kedua kompetisi antar klub di Eropa.

Lantasa apa saja yang membuat Klopp sukses menghindarkan The Reds dari kekalahan? Berikut INDOSPORT akan memuat tiga poin penting kesuksesan Liverpool leg pertama perempatfinal Liga Europa,


1. Origi Pilihan Tepat

Divock Origi

Klopp lebih memilih Divock Origi meski Daniel Sturridge sudah sangat fit untuk diturunkan dalam pertandingan ini. Hal tersebut tentu saja dilakukan lantaran alasan taktis sang pelatih. Pria asal Belgia itu diletakan sebagai target-man dan berhasil membuka celah untuk empat bek tengah Dortmund.

Hasil penempatan pria 20 tahun itu baru membuahkan hasil pada menit 36. Dia sukses melepaskan diri dari apitan dua bek Dortmund guna menerima umpan James Milner dan melepaskan tendangan mendatar. Selain itu Origi juga ditugaskan untuk dapat bertahan saat The Reds dalam kondisi tertekan.

Origi terus tampil membaik sejak awal musim ini. Dia diyakini dapat menjadi penyerang muda berbahaya bagi Liverpool jika tidak mengalami masalah kebugaran. Apalagi Klopp memiliki catatan yang baik dalam memoles pemain muda.


2. Sakho dan Lovren

Liverpool patut bersyukur atas permainan apik dua bek tengah mereka, yaitu Sakho dan Lovren. Mereka mampu menutup ruang tembak dari sisi tengah pertahanan dengan baik. Kedua pemain itu secara menyeluruh mampu memblok lima tembakan Dortmund selama 90 menit.

Selain itu, peran Lovren terbilang cukup baik dalam memenangkan duel udara dan membuat sapuan. Sedangkan Sakho cukup cerdik dalam membaca umpan-umpan para pemain Dortmund.

Jika Lovren dan Sakho bisa bermain serta konsisten seperti pertandingan ini, Klopp mungkin memiliki sesuatu pemecahan masalah yang sudah dipikirkan oleh manajer Liverpool sebelum-sebelumnya. Kedua pemain tersebut mungkin saja nantinya akan menjadi salah satu duet terbaik di lini belakang.


3. Ambisi James Milner

Sebelum pertandingan ini dimuali Milner telah menegaskan bahwa menghadapi Dortmund seperti sedang bermain di Liga Champions. Atas hal tersebut pada pertandingan yang berakhir dini hari tadi dia tampil sangat energik. Bahkan gelandang serang ini membuat tekel 7 tekel yang menjadi paling banyak di antara seluruh pemain.

Tidak hanya di situ, Milner juga mampu menjadi pemutus serangan Dortmund sebelum memasuki area sepertiga pertahanan Liverpool. Mantan pemain Man City itu mampu memotong umpan sebanyak empat kali.

Sejak kedatangannya di awal musim ini Milner langsung menjelma menjadi andalan Liverpool bahkan tak jarang dia ditunjuk sebagai kapten guna memimpin pemain-pemain muda The Reds di lini tengah.

LiverpoolJames MilnerBorussia DortmundJurgen KloppDivock Origi

Berita Terkini