x

(VIDEO) Kisah AC Milan Kandaskan Juventus di Final Liga Champions

Sabtu, 9 April 2016 16:00 WIB
Editor: Tengku Sufiyanto

Telah banyak pertandingan sepakbola yang telah diselenggarakan di seluruh belahan dunia. Akan tetapi, hanya ada beberapa pertandingan sepakbola yang menurut para pencinta si kulit bundar berjalan menarik, menegangkan, hingga mempertontonkan aksi-aksi memukau bintang lapangan hijau di atas lapangan.

Biasanya dari sebagian pertandingan yang menarik, para pecinta sepakbola sebagaian besar tak akan melupakan laga final. Pasalnya, laga final merupakan pertandingan yang memiliki banyak peristiwa-perstiwa menarik di dalamnya.

Salah satu laga final yang selalu diingat oleh para pecinta sepakbola terutama penggemar Serie A Italia adalah pertandingan final Liga Champions 2003 yang mempertemukan AC Milan kontra Juventus.

Pertandingan tersebut berlangsung di markas klub raksasa Liga Premier Inggris, Manchester United, Stadion Old Trafford pada tanggal 28 Mei 2003.

Untuk mengulang kisah klasik laga final Liga Champions tahun 2003 tersebut, INDOSPORT telah menyiapkan materi ulasan pertandingan yang kala itu dipimpin oleh wasit asal Jerman, Markus Merk.


1. Babak I: Jual Beli Serangan

Del Piero - Kaladze

Kala itu, Milan dan Juventus merupakan klub dengan sejumlah pemain kualitas dunia yang mumpuni di setiap lininya. Apalagi, Serie A yang merupakan kompetisi kasta tertinggi di Italia, dimana keduanya bemain sedang dalam performa yang menanjak. Artinya, Serie A Italia menjadi panggung para pesepakbola dunia untuk menunjukan kualitasnya.

Milan berhasil melaju ke babak semifinal Liga Champions 2003 dengan menyingkirkan tim sekotanya, Inter Milan dengan keunggulan gol away atau agregat 1-1. Sementara itu, Juventus berhasil memngandaskan perlawanan Real Madrid dengan agregat 4-3.

Dalam pertandingan final, Milan menurunkan sejumlah pemain andalannya, seperti Andriy Shevchenko dan Andrea Pirlo. Sebelas pemain yang menjadi pilihan utama sang pelatih, Carlo Ancelotti adalah Dida, Alessandro Nesta, Paolo Maldini, Khaka Kaladze, Gennaro Gattuso, Andrea Pirlo, Clarence Seedorf, Rui Costa, Shevchenko, dan Fillipo Inzaghi.

Sementara itu, Juventus yang kala itu menjadi juara Serie A Italia menurunkan Gianluigi Buffon, Lilian Thuram, Ciro Ferrara, Igor Tudor, Paolo Montero, Mauro Camoranesi, Alessio Tacchinardi, edgar Davids, Gianluca Zambrotta, David Trezeguet, dan Alessandro Del Piero. Komposisi tersebut merupakan pilihan utama sang pelatih, Marcello Lippi

Babak pertama, Milan lebih menguasai ritme permainan. Akan tetapi, Juventus sesekali berhasil menciptakan peluang yang berbahaya melalui serangan balik. Terlihat Milan lebih menguasai penguasaan bola dengan perbandingan 54%:46% atas Juventus. 

Kapten Juventus, Alessandro Del Piero beberapa kali melakukan tendangan berbahaya untuk menciptakan gol ke gawang Milan. Namun, kiper Milan, Dida mampu mengamankan setiap tendangan yang lahir dari Del Piero.

Selanjutnya, Milan mampu menciptakan peluang melalui Rui Costa. Namun sayang, pemain asal Portugal tersebut terjebak offside, setelah menerima umpan Shevchenko di menit ke-32.

Kedua tim terlihat bermain hati-hati di akhir babak pertama. Pasalnya, kedua pemain sudah kehilangan konsentrasi akibat kelelahan. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.


2. Babak II: 10 Pemain Milan Tahan Juventus

Davids - Pirlo

Di babak kedua, Milan dan Juventus terlihat bermain lebih terbuka. Hal itu dilakukan keduanya agar banyak peluang yang tercipta untuk menciptakan gol. 

Namun, Milan lebih menguasai serangan di babak kedua. beberapa kali, Shevchenko melakukan tembakan terukur dari dalam kotak penalti. Sayang, tendangan pemain Ukraina tersebut masih bisa diantisipasi dengan baik oleh Gianluigi Buffon.

Kemudian, Juventus lebih di atas angin dari I Rossoneri, setelah bek kanannya, Roque Junior ditarik keluar akibat cedera. Hasilnya, Milan harus melanjutkan permainan dengan 10 pemain, karena klub yang bermarkas di Stadion San Siro tersebut sudah melakukan tiga kali jatah pergantian pemain. 

Kesempatan tersebut dimanfaatkan Juventus untuk menggempur gawang Milan. Namun, tangguhnya lini belakang Rossoneri yang digawang Paolo Maldini dan Alessandro nesta membuat Juventus gagal mencetak gol.

Pertahanan Milan terus digempur, karena JUventus bisa mengambil alih permainan dengan perbandingan penguasaan bola 51%;49%.

Babak kedua masih ditutup dengan skor imbang tanpa gol. Pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan.


3. Sheva Kubur Mimpi Juventus di Adu Penalti

Ekspresi sedih Buffon saat kalah adu penalti di final liga Champions 2003

Kedua tim kembali bermain hati-hati di babak tambahan pertama. Milan mengandalkan serangan balik, sedangkan Juventus lebih menguasai jalannya laga dikarenakan unggul jumlah pemain.

Sayang, kedua tim gagal menciptakan gol di babak tambahan pertama. Skor tanpa gol masih menghiasi laga tersebut.

Di babak tambahan kedua, Milan dan Juventus lagi-lagi enggan main terlalu terbuka. Pertandingan pun berjalan membosankan.

Shevchenko tidak menerima aliran bola dari lini tengah, karena para pemain tengah Rossoneri lebih menjaga ke dalaman permainan. Pirlo menjadi jendral lapangan tengah untuk mengatur ritme permainan Milan. Anak-anak asuhan Ancelotti tersebut lebih menguasi jalannya laga.

Skor 0-0 masih tetap menghiasi papan skor. pertandingan pun harus dilanjutkan melalui drama adu tendangan penalti.

Juventus akan melakukan tendangan penalti pertama terlebih dahulu. Trezeguet menjadi penendang pertama Bianconeri. Sayang, ia gagal menjalankan tugasnya dengan baik, setelah sepakan kaki kananya berhasil ditepis Dida.

Penendang pertama Milan, Serginho berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangan kaki kiri pemain asal Brasil tersebut berhasil mengecoh Buffon. Skor 1-0 untuk Milan.

Di penendang kedua, Juventus mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui Birindelli, usai tendangan kaki kanannya mengecoh Dida. Penendang kedua Milan, Seedorf gagal membobol gawang Buffon setelah tendangan kaki kanannya berhasil ditepis kiper asal Itali tersebut. Skor masih imbang 1-1.

Kemudian, Marcelo Zalayeta yang menjadi penendang ketiga Juventus gagal menceploskan bola, usai tendangan kaki kanannya ditepis Dida. Begitupun, Kaladze yang menjadi penendang ketiga Milan gagal menjalankan tugasnya dengan baik, setelah sepakan kaki kananya ditepis Buffon. Skor tetap 1-1.

Paolo Montero yang mengambil eksekusi tendangan keempat Juventus juga gagal. Sepakan kaki kirinya pemain asal Uruguay tersebut berhasil ditepis Dida. Selanjutnya, Nesta yang menjadi penendang keempat Milan berhasil membobol gawang Buffon dengan sepakan kaki kanannya yang keras. Skor 2-1 untuk Milan.

Di penendang terakhir, Juventus berhasil menyamakan kedudukan melalui sepakan kaki kanan Del Piero. Skor imbang 2-2. Akan tetapi, mimpi Juventus harus terkubur setelah Shevchenko dengan sepakan kaki kananya membobol gawnag Buffon.

Skor 3-2 untuk kemenangan Milan bertahan. Shevchenko berhasil mengubur impian Juventus menjadi juara Liga Champions 2003.

Gelar tersebut merupakan gelar keenam Liga Champions Milan sepanjang sejarah klub. Atas keberhasilan itu, Maldini ditetapkan sebagai pemain terbaik dalam pertandingan final ketika itu

AC MilanJuventusCarlo AncelottiGianluigi BuffonAlessandro Del PieroPaolo MaldiniMarcelo LippiAndriy ShevchenkoIn Depth Sports

Berita Terkini