x

3 Faktor yang Bawa Liverpool ke Final Liga Europa

Jumat, 6 Mei 2016 08:07 WIB
Editor: Randy Prasatya

Liverpool menjamu Villarreal dengan semangat berlipat untuk membalas kekalahan 0-1 di leg pertama. Mereka bermain dengan kekuatan penuh dan mengandalkan pressing yang tinggi.

Terbukti dengan langsung menekan Liverpool membuat Kapal Selam Kuning gugup di awal pertandingan. Permainan umpan silang mendatar yang dilepaskan pasukan Jurgon Klopp menghasilkan gol bunuh diri yang didapat The Reds pada menit 7.

Selepas unggul 1-0, rasa percaya diri tim tuan rumah semakin meningkat. Liverpool tak membiarkan tim tamu sedikitpun berlama-lama dengan bola di lini pertahanan mereka.


Para pemain Liverpool merayakan gol timnya ke gawang Villarreal di Anfield.

Namun, dari banyaknya tekanan yang dilakukan pada babak pertama, Liverpool baru dapat menambah gol di babak kedua, tepatnya pada menit 63 melalui Daniel Sturridge dan 81 melalui Adam Lallana. Gol-gol dari dua pemain tersebut sekaligus menjadi yang terakhir di pertandingan ini.

Hingga pertandingan selesai, skor 3-0 berhasil mengantarkan Liverpool melangkah ke babak final dengan agregat 3-1. Akan tetapi, bagaimana lebih jelasnya pasukan Klopp bisa meraih kemenangan tersebut? Berikut ulasan lengkap dari INDOSPORT.


1. Villarreal Kehilangan Bek Tengah

Pada leg pertama, kehadiran Eric Bailly cukup membuat Liverpool frustrasi. Pemain asal Pantai Gading tersebut berhasil tiga kali mempotong umpan dan melakukan sapuan di jantung pertahanan.

Namun, di leg kedua ini sang pemain tak dapat tampil lantaran mengalami cedera hamstring. Posisinya pun digantikan oleh Mateo Musacchio, yang pada pertandingan ini sejatinya tidak bermain terlalu buruk.

Hal yang disayangkan dari permainan Musacchio hanyalah kegagalannya dalam melakukan duel dengan pemain Liverpool. Pria asal Argentina itu bahkan menjadi pemain belakang yang paling sedikit memenangkan duel, yaitu sebanyak dua kali.


2. Sisi Lapangan Keropos

Liverpool bisa dikatakan tim yang paling sering masuk ke jantung pertahanan lawan melalui sisi lapangan. Hal tersebut mereka lakukan lantaran memiliki pemain yang cukup cerdik dalam menyisiri kedua sisi lapangan, seperti Coutinho, Firmino, Lallana, dan Milner.

Keunggulan yang dimiliki Liverpool itupun tidak dapat diantisipasi dengan baik oleh Mario dan Jaume Costa selaku pemain yang berposisi sebagai full back. Celakanya, seluruh gol yang dicetak Liverpool pada pertandingan ini bermula dari keberhasilan pasukan Klopp menembus dari sisi pertahanan Villarreal.

Selain menang di sisi lapangan, Liverpool juga mampu melepas puluhan umpan silang. Dari data yang dilansir Who Scored The Reds melepaskan umpan silang sebanyak 29 kali.


3. Kehadiran Sturridge Sejak Awal

Pada leg pertama, Daniel Sturridge tidak dimainkan oleh Klopp dengan alasan belum cukup bugar. Namun, di pertandingan kedua ini, sang pemain membuktikan bahwa dirinya sudah kembail ke permainan terbaiknya.

Sepanjang laga Sturrodge tercatat mampu melepaskan delapan tembakan dengan empat yang mengarah ke sasaran, dan dia juga cukup baik dalam melepaskan umpan-umpan panjang ke jantung pertahanan lawan.

Namun, pembuktian nyata dari mantan pemain Chelsea itu baru membuahkan hasil pada menit 61 ketika menceploskan bola ke gawang Villarreal melalui jarak dekat. Berkat gol tersebut, Liverpool memiliki satu langkah kakinya di Basel untuk menuju final.

LiverpoolVillarreal

Berita Terkini