x

Sadiq Khan, Walikota Muslim Pertama London dan Alasannya Mencintai Liverpool

Minggu, 8 Mei 2016 14:34 WIB
Editor: Ramadhan

Sadiq Khan baru saja terpilih sebagai Walikota London. Khan yang berasal dari perwakilan kubu Buruh, sukses mengalahkan rival terdekatnya dari kubu Konservatif, Zac Goldsmith. Terpilihnya Khan sekaligus menandai sejarah baru untuk pertama kalinya seorang Muslim memimpin Kota London.

Di daratan Eropa sendiri, Khan menjadi Muslim kedua yg berhasil menduduki jabatan penting sebagai Walikota. Sebelumnya ada Ahmed Aboutaleb yang terpilih menjadi Walikota Rotterdam, Belanda.

Menjadi Walikota London, artinya Khan tak hanya mengurusi persoalan politik tapi juga akan bersentuhan langsung dengan salah satu olahraga populer di Inggris yakni sepakbola. Menariknya, Khan sendiri dikenal sebagai fans Liverpool dan memiliki cerita unik di balik alasannya memilih tim asal Merseyside tersebut.


Sadiq Khan (kanan) terpilih menjadi Walikota muslim pertama London

Khan yang merupakan anak dari pasangan sopir bus dan penjahit asal Pakistan ini membeberkan bahwa kecintaannya terhadap Liverpool muncul justru secara tidak sengaja.

Ternyata, Khan pernah menjadi korban rasis saat masih kecil dan mencoba untuk menonton pertandingan sepakbola ke stadion untuk mendukung tim-tim asal London. Akibat tindakan rasis tersebut, Khan takut dan trauma sehingga membuatnya memilih menjadi suporter Liverpool meski hanya menyaksikan dari layar kaca.

“Pengalaman pertama saya menonton sepakbola adalah saat saya dan dua saudara saya pergi ke Stamford Bridge untuk menonton Chelsea. Namun, di sana kami justru dihina secara rasial oleh sekelompok orang yang memakai sepatu  Dr. Martens dan bomber jaket berwarna hijau,” kenangnya.

“Lalu, saya pergi ke Plough Lane untuk menonton Wimbledon melawan Spurs dan saya justru menjadi korban rasis oleh pendukung tim Wimbledon. Padahal saat itu saya juga mendukung Wimbledon,” tandasnya.


Sadiq Khan saat menunjukkan skillnya bermain sepakbola

Khan menegaskan bahwa orang-orang harus melawan segala bentuk tindakan rasis yang terjadi di stadion. Khan tak ingin korban rasis merasa terintimidasi dan hanya bungkam ketika diserang.

Khan juga pernah melewati pengalaman pahit lainnya saat menonton pertandingan sepakbola di stadion. Kala itu, Khan menjadi korban tindakan rasis di laga Piala FA 1987. Khan dianggap sebagai seorang Yahudi yang mendukung Tottenham Hotspur.

“Para pendukung Wimbledon menganggap saya adalah pendukung Spurs dan saya dipanggil Yid. Saat itu saya tidak memakai kostum yang mencolok karena orang yang memakai kostum mencolok akan dipukuli. Namun, saya justru dipukuli,” tandasnya.

“Kejadian di tribun seperti itu sangat tidak aman bagi minoritas seperti saya sehingga pada 1980-an saya memutuskan menonton sepakbola lewat televisi atapun program Match of the Day. Saya menjadi penggemar Liverpool karena mereka bermain sepakbola yang sangat hebat saat itu dan selalu meraih kemenangan,” bebernya.

“Sebagai penggemar sepakbola mari kita singkirkan rasis dari tribun. Saya tidak ingin melihat siapa pun dalam bahaya. Namun, jika takut melawan rasis, Anda bisa melaporkannya kepada petugas stadion atau melaporkannya ke pihak klub,” tambah Khan.

LiverpoolLiga Primer InggrisSadiq Khan

Berita Terkini