Muhammad Ridwan, Kiper Persib yang Dapat Hadiah Spesial dari Hugo Lloris
Nama Muhammad Ridwan sendiri sebenarnya bukan sosok yang asing lagi dalam dunia persepakbolaan Tanah Air. Pasalnya, pemuda kelahiran 26 Maret 1991 itu merupakan salah satu kiper yang pernah membela timnas Indonesia U-21 dan U-23 pada 2012 lalu.
Mengawali karier sepakbola profesional sejak 2010, saat bergabung dengan Tangerang Wolves, karier kiper Ridwan semakin menanjak.
Sempat menjajal pengalaman di Bontang FC dan Persijap Jepara, Ridwan secara perlahan mulai menarik perhatian banyak klub dan salah satu momen terhebatnya adalah ketika dirinya berhasil bergabung bersama tim yang ia idolakan sejak kecil, Persib Bandung.
Meskipun dirinya berada di posisi kiper ketiga, tidak membuat Ridwan tidak bisa berprestasi. Hal itu dibuktikannya dengan terpilih menjadi salah satu perwakilan Indonesia di sebuah kompetisi street soccer di Inggris yang sudah berlevel dunia.
Berkat penampilannya, ia berhasil membawa Indonesia menjadi runner-up di kejuaraan tersebut. Bahkan, ia mendapat penghargaan sebagai kiper terbaik dan mendapatkan sebuah hadiah spesial dari kiper Tottenham Hotspur, Hugo Lloris.
Penasaran dengan kisah Muhammad Ridwan tersebut? Berikut INDOSPORT sajikan hasil wawancara khusus dengan ayah dua anak tersebut.
1. Alasan Pilih Posisi Kiper
INDOSPORT: Kalo boleh tahu, sejak kapan anda memutuskan untuk berkarier sebagai seorang pesepakbola?
Ridwan: Keptususan saya untuk jadi pesepakbola itu sebenarnya sudah sejak kecil, Kalo nggak salah itu dari saya kelas 1 SD karena waktu itu memang senang sekali main bola.
INDOSPORT: Mengapa anda memutuskan untuk menjadi seorang kiper?
Ridwan: Saya pilih jadi posisi kiper, karena di Indonesia sendiri sangat jarang yang mau ambil posisi itu. Kita lihat aja pengalaman dulu pas SD, kebanyakan maunya jadi penyerang biar cetak gol.
Dari situ saya merasa ada kesempatan yang lebih besar untuk gabung ke klub kalo jadi kiper. Ya, Alhamdulillah keputusan saya itu tepat, hingga akhirnya bisa gabung ke klub profesional dan bisa bergabung dengan timnas juga.
INDOSPORT: Berarti dari awal memang sudah sering bermain di posisi kiper?
Ridwan: Sebelumnya dulu saya itu bukan kiper, tapi pemain belakang. Cuma, karena saya sering liat kakak saya latihan jadi kiper, saya mulai terinspirasi untuk berubah posisi jadi kiper dan dari situ saya putusukan untuk terus menjadi kiper.
Alhamdulillah, karena ada bakat alam ditambah dapat pelatihan dari pelatih-pelatih berkelas juga akhirnya bisa terus berkarir sampe sekarang.
2. Sempat Tak Dapat Restu Orang Tua
INDOSPORT: Lalu,bagaimana tanggapan orang tua terhadap keputusan anda yang ingin berkarier sebagai pesepakbola tersebut?
Ridwan: Awalnya dari orang tua, terutama bapak kurang setuju dengan keputusan saya jadi pesepakbola karena beliau ingin saya fokus ke pendidikan.
INDOSPORT: Berarti sempat ada larangan yah, kalo boleh tahu apa ada alasan di balik larangan tersebut?
Ridwan: Larangan itu sendiri karena sempat ada pengalaman sepupu saya yang menjadi pesepakbola di Persita Tangerang yang pada akhirnya harus putus sekolah. Nah, dari situ orang tua saya takut kalo saya mengalami hal yang sama.
INDOSPORT: Lalu, bagaimana tanggapan anda terhadap larangan tersebut?
Ridwan: Dari saya pribadi tentunya terus meyakinkan orang tua. Saya pun berjanji pada mereka kalo saya bisa jalanin sepakbola dan pendidikan bersamaan. Sebab, bagaimanapun juga pendidikan itu hal yang penting buat saya dan bisa dilakukan berirama dengan sepakbola.
3. Kiper Terbaik Kejuaraan Dunia Street Soccer
INDOSPORT: Kemarin kan baru saja melakoni kompetisi kujuaraan dunia street soccerstreet soccer di Inggris, bisa dijelaskan perbedaan street soccer dengan pertandingan sepakbola biasa?
Ridwan: Kalo dari segi permainan mungkin sama saja dengan sepakbola, yang membedakan mungkin cuma jumlah pemainnya yang hanya lima orang dan lapangan yang lebih kecil. Bisa dibilang hampir mirip futsal.
INDOSPORT: Lalu bagi anda sendiri merasa lebih sulit menjadi kiper di street soccer atau sepakbola biasa?
Ridwan: Kalo bagi saya pribadi sih merasa lebih sulit yang di street soccer ini.Soalnya, saya sebagai kiper benar-benar dituntut untuk cepat reaksinya. Hal itu dipengaruhi juga sama ukuran lapangannya yang kecil, sehingga membuat jarak antar pemain itu dekat dan jarak tembakan pun dekat pula.
INDOSPORT: Oh iya, di kejuaran itu anda mendapat gelar kiper terbaik, bagaimana perasaannya?
Ridwan: Awalnya nggak nyangka juga, sebelumnya pas penyisihan di Jakarta memang udah dapat predikat kiper terbaik yang akhirnya ngebuat saya bisa wakilin Indonesia. Tapi buat kepikiran jadi kiper terbaik itu sama sekali tidak kebayang, sebab saya tidak menargetkan hal tersebut.
Di pertandingan itu saya cuma berupaya tampil maksimal, menunjukan apa yang saya bisa dan yang terpenting bisa bawa nama baik Indonesia biar semakin bagus di mancanegara.
4. Dapat Hadiah Spesial Dari Hugo Lloris
INDOSPORT: Di kejuaraan street soccer tersebut katanya anda dapat hadiah jersey dari kiper Tottenham Hotspur, Hugo Lloris. Apa itu benar?
Ridwan: Kalo jersey itu bisa dibilang bentuk penghargaan buat saya sebagai kiper terbaik di kejuaraan dunia street soccer. Jersey Hugo Lloris yang dikasih itu jersey yang dia pakai saat pertandingan UEFA, plus tanda tangan. Cuma waktu itu nggak dikasih langsung.
INDOSPORT: Lalu kapan anda bertemu langsung dengan Lloris?
Ridwan: Nah waktu saya datang ke tempat latihan Tottenham Hotspur, di situ saya bisa ketemu sama dia langsung. Saat itu habis foto bareng, saya minta jersey dia lagi, tapi kata dia nggak ada. Sebagai gantinya dia kasih saya glove yang biasa ia gunakan, habis itu dia kasih tanda tangan di glove tersebut.
INDOSPORT: Bisa ketemu dan dapat hadiah lagnsung dari Lloris, bagaimana perasaan anda?
Ridwan: Kalo saya bilang itu kesempatan langka. Nggak nyangka aja bisa dapat sarung tangan dari orangnya langsung. Orangnya ramah dan nggak sombong.
5. Sayang Anak dan Istri
INDOSPORT: Kalo dapat jatah libur dari klub, biasanya apa aja yang dilakukan?
Ridwan: Kalo saya sih biasanya lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersama keluarga aja. Karena waktu saya sama keluarga kan gak terlalu banyak. Waktu liburan kita sendiri kan nggak banyak juga, paling lama mungkin dua hari. Jadinya dimanfaatkan dengan baik bersama keluarga.
INDOSPORT: Sebagai seorang pesepakbola, pastinya sering jauh dari keluarga. Biasanya apa yang paling dirindukan?
Ridwan: Yang dikangenin dari rumah pertama itu udah pasti keluarga saya, khusunya anak sama istri. Apalagi anak saya yang kedua yang laki-laki kan baru lahir, umurnya sekarang udah dua bulan. Hal lain yang saya rindukan mungkin makanan rumah buatan istri.
INDOSPORT: Masakan buatan istri yang paling anda sukai apa saja?
Ridwan: Karena saya orang Betawi, masakan istri yang jadi favorit itu pasti sayur asem, ikan asin, sama sambel berserta lalapan.
INDOSPORT: Apa ada lagi?
Ridwan: Oh ada satu hal lagi yang lupa, pete. Biasanya kalo saya mau pulang ke rumah, istri saya udah tahu dan tanpa saya suruh dia pasti udah menyediakan pete.
6. Idolakan Internazionale dan Julio Cesar
INDOSPORT: Sebagai seorang pesepakbola, tentunya anda punya klub favorit, bisa beritahu kita klub apa yang anda idolakan?
Ridwan: Kalo di luar negeri, klub favorit saya itu Internazionale. Dari kecil saya udah idola banget sama Inter. Kalo dalam negeri, sudah jelas saya sukanya sama Persib Bandung. Pokoknya saya suka yang warnanya biru dan hal itu nantinya pingin saya tularkan ke anak-anak saya, jadinya mereka nggak dukung yang lain, hahahaha.
INDOSPORT: Kalo sosok pemain, siapa yang anda idolakan?
Ridwan: Kalo untuk pemain, idola saya itu sebenarnya banyak, tapi yang paling saya idolakan itu Julio Cesar. Soalnya dia itu bisa dibilang temboknya Inter. Udah gitu dia termasuk skuat Inter ketika meraih trebel winner.