Awal Kisah Golden Boy dari Milan (Part II)
Rivera merupakan salah satu gelandang berbakat yang ada di Italia, pada jamannya. Gelandang kelahiran 18 Agustus 1943 tersebut terkenal memiliki permainan yang sangat elegan, efesien, dan kreatif.
Beberapa gelar juara pun berhasil diraih oleh gelandang kelahiran Alessandria, Italia tersebut. Salah satu yang paling berharga adalah ketika berhasil meraih Ballon d’Or.
Cerita tentang legenda AC Milan, Gianni Rivera.
Berikut ini, INDOSPORT akan coba rangkum sejumlah prestasi yang berhasil diraih Rivera bersama Milan dan juga tim nasional Italia.
1. Berjaya Bersama Milan
Setelah tampil cemerlang di debutnya, Rivera kembali menjadi andalan Nereo Rocco, pelatih Rossoneri pada era tersebut.
Akhirnya, Rivera berhasil membawa Milan menjadi juara Serie A pada musim 1962. Saat itu, Rivera bermain sebanyak 30 kali dan menyumbangkan 10 gol.
Total, Rivera berhasil membantu Rossoneri meraih gelar juara Serie A sebanyak tiga kali yakni pada musim 1967/1968 dan 1978/1979.
Selain itu, beberapa penghargaan yang berhasil diraihnya adalah Coppa Italia sebanyak empat kali, UEFA Cup Winners Cup dua kali, European Cup dua kali dan Intercontinental Cup satu kali.
2. Jadi Andalan Squadra Azzurra
Performa gemilangnya bersama Milan membuat Rivera dipanggil untuk memperkuat tim nasional Italia. Pemain yang memakai nomor 10 tersebut mulai memperkuat timnas Italia pada tahun 1962.
Pada Piala Dunia 1966, pelatih tim nasional Italia, Edmondo Fabbri tertarik untuk memanggil Rivera. Dia pun menjadi andalan Squadra Azzurra, sepanjang turnamen itu.
Dua tahun kemudian, Rivera kembali dipanggil untuk memperkuat Squadra Azzurra di Euro 1968. Saat itu, dia hanya menjadi pemain cadangan dan turut membawa Italia menjuarai turnamen tersebut.
Berkat performa gemilangnya bersama Milan dan Italia, membuat Rivera berhasil meraih penghargaan Ballon d’Or pada musim 1968.
Rivera kembali dipanggil untuk memperkuat Italia pada Piala Dunia 1970. Sayang, Squadra Azzurra hanya mampu menempati posisi runner up setelah dikalahkan Brasil.
3. Merambah Dunia Politik
Setelah pensiun dari dunia sepakbola, Rivera tidak bisa jauh dari Milan. Terbukti, dia sempat ditunjuk menjadi Wakil Presiden Milan ketika Silvio Berlusconi membeli Rossoneri pada 1986.
Baru setelah itu, Rivera memutuskan untuk meninggalkan Rossoneri dan merambah ke dunia politik, dan menjadi anggota Parlemen Italia.
Kecintaannya pada sepakbola, membuatnya kembali ditunjuk Federasi Sepakbola Italia (FIGC), untuk mengisi jabatan presiden untuk pendidikan pemain muda untuk tim nasional Italia.
Tugasnya mengawasi pelatihan dan kualifikasi staf teknis, yang diperkerjakan oleh FIGC. Dia bekerjasama dengan Roberto Baggio dan Arrigo Sacchi.