4 Kegagalan Si Peniru Maradona, Mario Balotelli di Eksekusi 12 Pas
Dalam karier sepakbola Super Mario, sebutan Mario Balotelli, ia pernah memiliki catatan apik ketika menjadi seorang algojo tendangan penalti. Ketika membela Inter Milan, Manchester City, dan juga AC Milan, ia tidak pernah sekali pun gagal mencetak gol melalui titik putih.
Hal tersebut dikarenakan Balotelli memiliki gaya tendangan penalti yang mampu mempermainkan psikologis lawan. Gaya tendangan tersebut bernama Korokoro Penalty Kick, yang ia tiru dari legenda Argentina, Diego Maradona, mengutip dari buku "Twelve Yards: The Art and Psychology of the Perfect Penalty Kick" oleh Ben Lyttleton.
"Ini tentang mental (ketika melakukan tendangan penalti). Anda harus bisa tenang dan menunggu kiper untuk bergerak. Ketika kiper diam di tempat, ia tidak akan memiliki waktu untuk bereaksi. Sedangkan ketika ia bergerak, saya dapat melihatnya, dan berhasil mencetak gol," ujar Balotelli, dikutip dari buku karangan Ben Lyttleton.
Nama Korokoro tersebut diambil dari Jepang yang diartikan sebagai sesuatu yang menggelinding di atas tanah secara perlahan. Hal tersebut terlihat dari cara Balotelli yang menghampiri bola secara perlahan sebelum menendang.
Dengan teknik tersebut, Balotelli telah mempecundangi kiper-kiper dunia seperti Petr Cech, Roman Weidenfeller, Diego Lopez, Tim Krul, Rui Patricio, dan Doni. Dalam 19 tendangan penalti yang ia lakukan, semuanya berujung dengan gol.
Namun, catatan apik itu ternodai ketika AC Milan bertemu dengan Napoli di Serie A Italia. Balotelli yang maju sebagai algojo tendangan 12 pas gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Hingga kini, Balotelli telah gagal mengeksekusi empat tendangan penalti. Satu diantaranya ketika ia membela klub barunya, OGC Nice.
Berikut INDOSPORT rangkum empat tendangan penalti Balotelli yang gagal selama kariernya menjadi pesepakbola profesional:
1. AC Milan vs Napoli (Pepe Reina)
Ketika itu (22/09/13), AC Milan dalam keadaan tertinggal 0-2 dari Napoli di San Siro. Pada pertandingan tersebut, Milan akhirnya mendapat kesempatan untuk memperkecil ketertinggalannya melalui tendangan penalti.
Pada saat itu, Balotelli yang memang menjadi algojo utama Milan maju dan menghadapi Pepe Reina. Namun sayang, Reina yang telah mempelajari teknik Balotelli berhasil menghentikan tendangan yang mengarah ke sisi kanan gawang.
Catatan rekor 100 persen tendangan Balotelli pun akhirnya pecah pada kesempatan yang ke-20. Pada akhirnya Milan kalah dalam laga tersebut, meskipun Balotelli sempat memperkecil skor menjadi 1-2 melalui gol open play.
Jalannya pertandingan mungkin bisa sedikit berubah apabila Balotelli mampu mengonversi tendangan penalti tersebut menjadi sebuah gol.
2. AC Milan vs Genoa (Mattia Perin)
Pada tanggal 23 November 2013 silam, Balotelli untuk kedua kalinya gagal melaksanakan tugas sebagai algojo penalti. Kala itu ia masih berseragam AC Milan dan tengah menjamu Genoa di San Siro.
AC Milan yang bermain impresif di awal laga langsung memecah kebuntuan melalui gol Kaka di menit ke-4. Namun, pelanggaran Urby Emanuelson terhadap Sime Vrsaljko di kotak terlarang menghasilkan tendangan penalti untuk Genoa.
Alberto Gilardino yang ditugaskan mengambil tendangan 12 pas tersebut berhasil membuat skor menjadi 1-1 setelah Christian Abbiati tidak mampu membendung tendangan kerasnya di menit ke-9.
Pertandingan tersebut sebenarnya bisa menjadi panggung besar untuk Balotelli. Ia bisa saja menjadi pahlawan kemenangan AC Milan jika berhasil menuntaskan tendangan penalti yang didapatnya pada menit 37.
Sayang, Mattia Perin yang telah mempelajari seluk beluk tendangan Balotelli dapat menghentikan tendangan pria Italia tersebut. Perin pernah merasakan pahitnya harus memungut bola hasil tendangan penalti Balotelli dari gawangnya sendiri di musim sebelumnya, ketika membela Pescara.
3. AC Milan vs Frosinone (Francesco Bardi)
Kegagalan eksekusi penalti ketiga pun terjadi ketika Si Bengal, julukan Balotelli, masih berseragam AC Milan. Pertandingan yang berakhir dengan hasil seri 3-3 itu menyisakan luka mendalam bagi striker 26 tahun tersebut.
Ketika mendapatkan kesempatan mencetak gol melalui tendangan penalti di awal babak kedua, Balotelli gagal memanfaatkannya dan sepakan yang ia arahkan ke arah kiri berhasil ditepis oleh Bardi.
Kegagalan mencetak gol dari titik penalti tersebut pun rupanya menyisakan luka yang cukup mendalam bagi Balotelli. Mengutip dari Goal, setelah pertandingan, ia dikabarkan menghubungi CEO Milan saat itu, Adriano Galliani, untuk meminta maaf.
4. OGC Nice vs Lyon (Anthony Lopes)
Pertandingan melawan Lyon menjadi yang terbaru dari kegagalan Balotelli mengeksekusi penalti. Selama membela klub barunya, OGC Nice, Balotelli telah diberikan kesempatan dua kali untuk menjadi algojo tendangan penalti.
Satu di antaranya berhasil menjadi gol kala menjamu Marseille dalam kemenangan 3-2. Balotelli berhasil memperdayai kiper Yohann Pele dan membuka skor di menit ke-8. Pada pertandingan tersebut, Balotelli berhasil mencetak dua gol dan mulai kembali mendapatkan kemampuan terbaiknya.
Sedangkan ketika melawan Lyon, Balotelli kembali gagal menjebol gawang lawang yang dijaga oleh Anthony Lopes. Menggunakan teknik Korokoro andalannya, sepakan kerasnya berhasil dimentahkan penjaga gawang.
Meskipun telah gagal sebanyak empat kali selama kariernya, belum ada indikasi bahwa Balotelli akan mengubah teknik tendangannya tersebut. Saat ini ia telah dipercaya sebagai algojo tendangan penalti sebanyak 29 kali sepanjang kariernya.