x

Persiba Tak Pernah Menangi Laga Kandang di Putaran Dua TSC, Ini Penyebabnya

Kamis, 10 November 2016 04:37 WIB
Kontributor: Teddy Rumengan | Editor: Arief Rahman Hakim

Pelatih Persiba Balikpapan, Jaino Matos, mengungkapkan ada beberapa faktor yang menyebabkan buruknya penampilan Beruang Madu selama tampil di kandang pada putaran kedua Torabika Soccer Championship (TSC) 2016.

Pasalnya dari lima laga yang sudah dimainkan di kandang, Matsunaga Shohei dan kawan-kawan justru belum pernah sekalipun menang. Bahkan, hanya mengoleksi dua poin karena tiga kali mengalami kekalahan dan dua kali seri.

Hasil berbeda justru ditunjukkan tim kebanggaan masyarakat Kota Balikpapan itu saat tampil di luar kandang. Persiba sukses meraih enam poin saat mengalahkan tuan rumah Bali United 2-1 dan Persegres Gresik United, juga dengan skor 2-1.

“Saya sudah ngobrol dengan pemain, memang tim kita lebih bagus bermain di luar kandang. Itu yang menjadi pertanyaan, kenapa? Mereka bilang kurang nyaman main di Balikpapan,” ujar Jaino Matos.


Persiba Balikpapan tertekan bermain di depan pendukungnya sendiri.
 

Mantan Pelatih Persib Bandung U-21 itu mengatakan, ada beberapa faktor lainnya yang menyebabkan para pemain tidak nyaman bermain di kandang. Termasuk juga tekanan yang berujung beban wajib menang.

“Memang ada soal kondisi cuaca, lapangan (buruk), pokoknya mereka merasa gimana, enggak tahu beban atau kurang nyaman itu kata pemain sendiri. Seperti kemarin di press conference diomongin sendiri sama Asnawi,” imbuh Jaino.

Lebih lanjut menurut Jaino, pemain-pemain Persiba kini banyak dilirik klub lain. Itu juga dianggap sedikit menganggu. Termasuk juga ada beberapa pilar utama yang mengalami cedera dan dipanggil Timnas Indonesia.


Abdul Rahman, salah satu pemain Persiba Balikpapan yang dipanggil masuk Timnas Indonesia.
 

“Memang ketika penampilan pemain bagus, pemain kita justru banyak mendapat tawaran. Abdul Rahman juga dipanggil ke tim nasional, di situ mulai masalah,” imbuhnya.

Umpatan dari suporter lawan di media sosial yang menyebut pemain-pemain Persiba bermain kasar, juga dianggap menganggu penampilan dan gaya bermain tim.

“Ketika kita main bagus, tapi ketika di media sosial suporter lawan semuanya bilang bermain kasar, pemain tarkam itu menganggu mental pemain, jadi habis dari itu tim kita drop sepertinya. Kita enggak pernah kasar, biasa emosi bereaksi, tapi kasar itu beda lagi,” terang Jaino.

Di akhir, Jaino pun membantah jika disebut pemain –pemain Persiba mengalami kejenuhan, karena dia telah menyusun program yang bervariasi untuk menghindari kejenuhan.

“Jenuh tidak ada, karena memang kita siapkan program bervariasi supaya hindari jenuh. Tapi biasa pemain bola sudah akhir tahun sudah ada rasa jenuh, tapi motivasi kita tinggi,” tandasnya.

Persiba BalikpapanTorabika Soccer Championship (TSC)Jaino MatosLiga Indonesia

Berita Terkini