Performa Menurun, Martial Dapat Pujian dari Mantan Pelatih Liverpool
Didatangkan dengan harga tinggi, 36 juta poundsterling, atau setara 604 miliar, oleh Manchester United dari AS Monaco, Anthony Martial memikul ekspektasi tinggi dari para pengamat dan pendukung The Red Devils.
Statusnya sebagai pesepakbola remaja termahal kala itu, membuat banyak orang memprediksi bahwa jebolan akademi sepakbola Olympique Lyon tersebut akan butuh waktu lama untuk beradaptasi akibat tekanan yang diterima.
Namun, Martial membuktikan bahwa dirinya pantas dihargai tinggi dan menjelma menjadi salah satu pemain andalan Louis van Gaal sepanjang musim lalu. Dari 60 penampilannya bersama United musim lalu, peraih penghargaan Golden Boy 2015 tersebut mencetak 20 gol dan 15 assist.
Sayang musim ini sepertinya Martial mengalami kesulitan untuk mengulangi penampilan gemilangnya. Hingga pekan ke-12, ayah dua anak tersebut baru bermain delapan kali dengan catatan tiga sebagai starter dan lima kali masuk sebagai pemain pengganti.
Meski begitu, mantan pemain dan pelatih Liverpool, Graeme Souness, mengaku memiliki harapan tinggi terharap Martial. Pria berusia 63 tahun tersebut menyebut Martial bisa menjadi pengganti legenda United, Ryan Giggs.
"Dia datang ke klub terbesar di dunia dengan bayaran besar, dan itu membuatnya menjadi sorotan. Saya rasa dia mengatasi tekanan yang datang dengan sangat baik," ucap Souness dikutip dari Squawka.
Souness (tengah) saat ini aktif sebagai pundit di salah satu stasiun tv swasta
"Melihat penampilannya, saya berpikir bahwa Martial adalah calon bintang besar. Musim ini opini saya masih tidak berubah, karena wajar bagi seorang pemain muda bermain inkonsisten."
"Karena harga tinggi, kadang kritik datang di saat yang tidak perlu. Dia akan bangkit dan dalam tiga sampai empat tahun ke depan kita mungkin akan membicarakan dirinya sebagai Ryan Giggs baru," tutup pelatih yang sukses membawa Liverpool juara Piala FA musim 1991/92 tersebut.