Prediksi AC Milan vs Cagliari: Rossoneri Diuntungkan Teror 19 Tahun
Bermain di hadapan pendukungnya sendiri, AC Milan yang berada di bawah asuhan Vincenzo Montella akan menggunakan formasi 4-3-3 saat meladeni Cagliari. Carlos Bacca akan ditempatkan sebagai penyerang tengah, dengan dibantu Giacomo Bonaventura di sisi kiri dan Suso di sisi kanan.
Beralih ke kubu tamu, kondisi Cagliari saat bertandang ke markas Rossoneri sedikit kurang diuntungkan dengan absennya dua pemain mereka, Artur Ionita dan Federico Melchiorri akibat cedera. Simone Padoin pun tidak bisa dimainkan mengingat akumulasi kartu yang ia terima di laga-laga sebelumnya.
Sebelum jeda libur Natal 2016 dan Tahun Baru 2017, Milan sukses menaklukkan dominasi Juventus dengan meraih gelar juara Piala Super Italia. Memanfaatkan momentum tersebut, Milan pun dalam kondisi semangat tinggi untuk memperbaiki peringkat mereka di klasemen Serie A Italia.
Saat ini, mantan tim Zlatan Ibrahimovic berada di peringkat lima klasemen dengan perolehan 33 poin. Apabila berhasil meraih kemenangan atas Cagliari, bukan tidak mungkin Milan bisa sukses menembus posisi empat besar.
Bila melihat statistik pertemuan kedua tim, Cagliari sendiri bukanlah lawan yang memiliki sejarah bisa menyulitkan Milan. Pasalnya, sejak 1998 silam, Cagliari belum pernah sekalipun meraih kemenangan atas Milan, yang berarti sudah hampir 19 tahun Milan dominan atas Cagliari.
Player To Watch
Gianluigi Donnarumma (AC Milan)
Nama kiper yang asli kelahiran Italia ini tengah menjadi bahan pembicaraan yang hangat. Pasalnya, berkat kinerja gemilangnya di bawah gawang Milan, Donnarumma menjadi incaran banyak klub, salah satunya raksasa Italia, Juventus yang berani menawarkan gaji 50 kali lipat dari gaji yang ia terima saat ini di Milan.
Marco Sau (Cagliari)
Tiga poin jelas menjadi target wajib yang diusung Milan saat menjamu Cagliari. Untuk bisa meraih hasil itu, ada baiknya mereka menjaga pergerakan seorang Marco Sau. Pasalnya, saat ini, Sau merupakan salah satu pemain andalan Cagliari dalam urusan mencetak gol. Postur tubuhnya yang tidak terlalu tinggi, justru menjadi keuntungan baginya karena bisa bergerak gesit saat menggiring bola.