x

5 Pesepakbola Hebat Indonesia yang Nasibnya Terancam Regulasi Pembatasan Usia PSSI

Jumat, 13 Januari 2017 21:19 WIB
Editor:

Dalam kongres tahunan PSSI di Bandung beberapa waktu lalu, muncul rancangan regulasi terkait pembatasan usia pemain yang rencananya akan diterapkan di ISL dan Divisi Utama. Berbagai reaksi muncul terkait rencana PSSI untuk membatasi usia pesepakbola yang berlaga di kancah kompetisi resmi tersebut.

Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, menyebut jika putusan mengenai penerapan regulasi pembatasan usia belum final. PSSI mengklaim diri terbuka untuk bernegosiasi dengan klub-klub ISL dan Divisi Utama.

"Seperti ISL, PSSI terbuka dialog tentang rancangan regulasi baru. Insya Allah dalam 1-2 minggu ini done di forum PSSI-Clubs Meeting,” ujar Joko Driyono kepada INDOSPORT.

“Teoritis begitu (regulasi pembatasan usia pemain belum final). Exco telah melakukan diskusi panjang tentang kebijakan ini. Sekarang masuk di tahap yang sangat penting, yaitu sosialisasi,” tambahnya.


Kongres PSSI di Bandung melahirkan rancangan regulasi pembatasan usia

Di sisi lain, pengamat sepakbola nasional, Anton Sanjoyo, berharap agar regulasi pembatasan usia ini tak menjadi permasalahan di kemudian harinya. Di satu sisi, Anton mendukung rencana penerapan regulasi tersebut karena dinilai dapat meningkatkan pembinaan para pemain-pemain muda yang belum mendapatkan kesempatan bermain.

“PSSI terbuka untuk negosiasi jadi semoga klub bisa memberi masukan. Jangan hanya protes di media saja. Regulasi ini perlu diuji coba paling tidak satu musim dan dievaluasi, seperti aturan untuk menjadikan pemain di bawah 23 tahun sebagai starter harus lebih dijelaskan jumlah menit bermain minimalnya,” ujar Anton saat dihubungi INDOSPORT.

Sebagai informasi, jika nantinya jadi diterapkan, rancangan peraturan tersebut akan membatasi penggunaan pemain berusia di atas 35 tahun menjadi dua orang. Klub-klub ISL juga harus memiliki lima orang pemain yang berusia di bawah 23 tahun dan harus dimainkan sebagai starter dalam pertandingan.


Bambang jadi salah satu pemain senior yang masih aktif bersama Persija

Sementara di Divisi Utama jauh lebih ketat lagi, klub-klub hanya boleh mengontrak lima pemain yang berusia di atas 25 tahun. Itu berarti, pemain-pemain yang merumput di klub ISL nantinya akan didominasi oleh pemain-pemain muda.

Tak dapat dipungkiri jika beberapa klub Indonesia yang akan berlaga di ISL masih mengandalkan para pemain gaek mereka yang berusia di atas 35 tahun sebagai ujung tombak tim. Hal tersebut tentunya menimbulkan kerugian bagi klub tersebut.

Para pemain andalan klub-klub Indonesia ini pun terancam tak dapat melanjutkan karier mereka sebagai pesepakbola di kompetisi level tertinggi Indonesia. Berikut INDOSPORT merangkum deretan pemain senior Indonesia yang tak dapat lagi memperkuat klubnya jika regulasi pembatasan usia jadi diterapkan PSSI.


1. Bambang Pamungkas

Pemain senior Persija Jakarta, Bambang Pamungkas.

Di usianya yang menginjak 36 tahun, Bambang Pamungkas masih menjadi andalan Persija Jakarta. Meski hanya mencetak satu gol sepanjang turnamen Torabika Soccer Championship 2016 (TSC 2016), namun striker yang akrab disapa Bepe tersebut masih dipercaya untuk menjadi ujung tombak klub yang dijuluki Macan Kemayoran tersebut.

Bepe menjadi salah satu pemain yang terancam tak dapat lagi memperkuat Persija di ajang ISL jika regulasi pembatasan usia benar-benar jadi diterapkan. Bepe tak hanya menjadi striker yang jasanya masih dibutuhkan Persija, namun telah lama sosoknya menjelma menjadi ikon klub Ibukota tersebut.

Mantan striker Timnas Indonsia itu bergabung pertama kali dengan Persija pada medio 1999 hingga 2005. Sempat mencoba peruntungan di klub Malaysia, Selangor FA, pemain kelahiran 10 Juni 1980 tersebut akhirnya memutuskan untuk kembali berseragam Macan Kemayoran.

Pada 2013, suami Tribuana Tunggadewi itu kembali memutuskan untuk hengkang dari Persija dan bergabung dengan klub Pelita Bandung Raya. Namun, nasib tampaknya tak pernah mampu menjauhakn Bepe dan Persija untuk waktu lama.

Bambang Pamungkas kembali bergabung dengan Persija setahun setalah merantau ke Bandung. Hingga dunia sepakbola Indonesia kembali aktif pasca pembekuan FIFA, Bepe memilih untuk terus membela Persija di ajang TSC, turnamen pengisi kekosongan usai Indonesia lepas dari sanksi FIFA.

Jika regulasi pembatasan usia di ISL benar-benar diterapkan, maka Bepe mungkin harus mengucapkan selamat tinggal untuk Persija. Selain Bepe, beberapa pemain lain yang telah berada di atas usia 35 tahun seperti Ismed Sofyan dan Hong Soon-hak juga masih menjadi andalan Persija.


2. Cristian Gonzales

Cristian Gonzales (Arema)

Gonzales menjadi nama pesepakbola lain yang kariernya terancam jika PSSI jadi menerapkan aturan pembatasan usia di kasta sepakbola tertinggi Indonesia. Bintang Arema FC itu menjadi kekuatan klub sepanjang gelaran TSC musim 2016.

Striker kelahiran 30 Agustus 1975 tersebut tampil moncer bersama Singo Edan dengan torehan 15 gol dari 29 laga yang dilakoninya. Pemain asal Uruguay tersebut menempati peringkat keenam daftar pencetak gol terbanyak alias top skor TSC 2016.

Tak cuma berjasa untuk klubnya, Gonzalez juga sempat menjadi andalan Timnas Indonesia di lini depan. Pemain naturalisasi Tanah Air tersebut menjadi ujung tombak Skuat Garuda di gelaran Piala AFF 2010 lalu dan sukses mengantarkan Timnas menggapai babak final meski akhirnya takluk dari Malaysia dengan agregat skor 3-4.

Istri Cristian Gonzalez, Eva Gonzalez, pun menentang keras peraturan pembatasan usia tersebut yang langka ditemui di berbagai liga di belahan negara lainnya. Eva menganggap sang suami masih memiliki kemampuan untuk terus memberikan prestasi bagi tim, meski usianya tak muda lagi.

“Aturan seperti itu baru di Indonesia adanya. Padahal, masih banyak pemain senior yang punya prestasi. Cristian salah satunya. Dia sudah banyak berkorban untuk Indonesia dan klub,” ujar Eva Gonzales.

“Kalau pemain senior tidak usah dibatasi. Nantinya juga berhenti sendiri karena mereka tahu batasan apakah masih sanggup bermain lagi atau tidak. Kasihan pemain yang masih bagus di lapangan jika harus dipaksa berhenti,” tambahnya.


3. Ponaryo Astaman

Ponaryo Astaman berduel dengan Jusmadi (Persegres Gresik United) di Stadion Petrokimia Gresik.

Mantan kapten Timnas Indonesia, Ponaryo Astaman tak khawatir jika nantinya regulasi pembatasan usia benar-benar diterapkan PSSI di ISL. Pengawa Pusamania Borneo FC (PBFC) tersebut tak merasa terancam meskipun ia menjadi salah satu pemain yang telah berusia di atas 35 tahun dan terancam tersingkirkan karena regulasi tersebut.

“Saya pribadi tidak masalah. Karena kuota di klub itu masih cukup bagi saya dan klub. Meski demikian, di usia sepeti saya ini harus berpikir untuk persiapan setelah pensiun. Harusnya sih, bagi pemain-pemain veteran lain sudah mulai berpikir untuk karier setelah pensiun," ujar Ponaryo.

Pemain kelahiran 25 September 1979 tersebut ternyata memiliki rencana lain untuk melanjutkan kariernya sebagai pelatih jika nanti sudah tak menjadi pesepakbola. Lisensi pelatih AFC B yang dimiliki menjadi jaminan Ponaryo untuk menekuni profesi baru sebagai pelatih jika nantinya tergusur karena penerapan regulasi usia.

Di luar profesinya sebagai pesepakbola yang masih aktif, Ponaryo yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemain Perofesional Indonesia (APPI) tersebut menilai positif keinginan PSSI untuk menerapkan aturan pembatasan usia di ISL. Ia menilai langkah tersebut tepat untuk melahirkan generasi pesepakbola muda untuk berlaga di ajang semacam SEA Games dan Asian Games.

“Memang terkait regulasi itu sudah sangat santer diberitakan. Meskipun sampai sekarang memang masih sekedar wacana. Yang artinya memang belum ada keputusan final dari regulasi ini,” ucap Ponaryo saat dihubungi INDOSPORT.

“Kita tampung aspirasi pemain yang terkena dampak dari regulasi ini. Nanti, akan kita diskusikan dengan PSSI untuk mencapai win-win solution. Yang penting ada komunikasi, jadi apa pun regulasi yang terlibat harus terlibat dalam komunikasi. Itu akan mengahasilkan keputusan yang fair,” tutupnya.


4. Firman Utina

Firman Utina (Sriwijaya FC)

Pemain senior Srwijaya FC, Firman Utina, menjadi salah satu pemain yang nasibnya terancam jika nantinya regulasi pembatasan usia benar-benar direalisasikan. Mantan kapten Timnas Indonesia tersebut masih menjadi salah satu pemain yang menjadi andalan lini tengah Sriwijaya di ajang TSC.

Bersama klub berujuluk Laskar wong Kito tersebut, Friman tercatat membuat tiga assits dalam 24 kali penampilannya. Sama halnya seperti Ponaryo Astaman, gelandang kelahiran Manado 15 Desember 1981 tersebut juga tercatat mengantongi lisensi kepelatihan AFC C.

Friman menjadi salah satu pemain yang mengantarkan Timnas Indonesia ke babak final Piala AFF 2010 silam, bersama Cristian Gonzales dan lainnya. Dalam salah satu kesempatan, mantan penggawa Persib Bandung itu sempat mengutarakan keinginannya untuk berkarier sebagai seorang pelatih.

“Jelas keinginan jadi pelatih. Kalau kelak ingin melatih di mana belum tau,” ujar Firman seperti dilansir Goal.

Meski masih memerlukan proses yang panjang, namun Friman tampaknya akan memilih karier baru sebagai pelatih jika nantinya Sriwijaya FC memutuskan untuk mencoret namanya karena pembatasan usia di ISL.

“Masih lama waktunya, sekarang terpenting siap-siap dulu saja. Ibarat kendaraan, sekarang saya harus siapkan STNK atau SIM-nya dulu,” tambahnya.


5. Ismed Sofyan

Ismed Sofyan (Persija)

Sama seperi rekan setimnya, Bambang Pamungkas, Ismed Sofyan menjadi salah satu pemain yang tercanam dicoret Pesija jika regulasi pembatasan usia benar-benar diterapkan. Kapten Macan Kemayoran tersebut akan menginjak usia 38 tahun pada Agustus 2017 mendatang, melewati batas usia 35 tahun pemain ISL jika nantinya regulasi pembatasan usia diterapkan.

Kontrak bek kanan kelahiran Manyak Payed, Aceh, tersebut bersama Persija sebenarnya telah berakhir pada 2016 lalu. Namun, nama Ismed Sofyan kembali masuk dalam 19 nama pemain yang dipertahankan Macan Kemayoran untuk menyongsong kompetisi ISL musim ini.

Terkait masa depan tiga nama pemain gaek yang telah berusia di atas 35 tahun jika regulasi pembatasan usia benar-benar diterapkan, Persija belum dapat memastikan.

Media Officer Persija, Moses Riuphasa, masih belum bisa mengonfirmasi siapa yang akan terdepak dari skuat Persija musim ini. Seperti diketahui, Macan Kemayoran memiliki 3 pemain yang berusia di atas 35 tahun, yakni Bambang Pamungkas (36 tahun), Ismed Sofyan (37 tahun), dan Hoong Soon-hak (36 tahun).

"Kita lihat nanti kalau aturannya sudah resmi, Kita masih tidak mau berandai-andai terkait siapa yang akan terdepak," ujar Moses kepada INDOSPORT.

Beredar kabar jika minggu ini, manajemen Persija baru akan membicarakan perihal perpanjangan kontrak dengan para pemain mereka.

Ponaryo AstamanPSSICristian GonzalesBambang PamungkasFirman UtinaIsmed SofyanLiga Indonesia

Berita Terkini