x

Konflik Politik Catalunya dan El Clasico Jilid I 2017/18

Minggu, 29 Oktober 2017 13:47 WIB
Penulis: Frederica | Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo
El Clasico.

Meskipun dunia sepakbola dan politik menjadi dua hal yang berbeda, namun nyatanya situasi politik panas terkait Catalunya juga berdampak langsung pada dunia persepakbolaan. Sejak Pemerintahan Catalunya mengumumkan akan melakukan referendum terkait kemerdekaan Catalunya pada 1 Oktober 2017 kemarin, masa depan La Liga Spanyol pun menjadi pertanyaan.

Pasalnya, ada klub-klub yang berbasis di Catalunya dan berlaga di La Liga Spanyol, seperti Barcelona, Espanyol, ataupun Girona. Seandainya Catalunya benar-benar merdeka dan berpisah dari Spanyol, bukan tidak mungkin klub-klub tersebut akan didepak dari kompetisi tertinggi Tanah Spanyol tersebut.

Hal itu dikarenakan, telah diberlakukan aturan terkait klub mana saja yang bisa unjuk gigi di kompetisi tersebut. Dewan Legislatif Spanyol melarang klub dari negara lain untuk tampil di La Liga Spanyol kecuali klub asal Andorra.

Terlebih lagi usai deklarasi kemerdekaan sepihak Catalunya yang berlangsung pada Jumat (27/10/17) waktu setempat. Nama klub Barcelona pun langsung mencuat dan dipertanyakan terkait masa depan mereka.

Para pelajar memberikan dukungan untuk kemerdekaan Catalunya.

Memang, sebelumnya Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu telah meyakinkan pihak klub bahwa Barca akan tetap berlaga di La Liga Spanyol. Hal itu dikatakannya dengan harapan dapat menenangkan situasi yang sedang terjadi.

"Anda bisa yakin bahwa dewan ini akan selalu bertindak dalam pertahanan klub. Kami tidak akan pernah menempatkan klub atau kehadirannya dalam kompetisi yang berisiko," ucap pria berusia 54 tahun itu, dikutip dari ESPNFC (21/10/17).

"Itu sebabnya, untuk semua anggota klub, saya mengatakan bahwa kami akan terus bermain di La Liga Spanyol, dan sampai hari ini, partisipasi kami (di La Liga Spanyol) dijamin. Akan ada situasi menguntungkan bagi La Liga Spanyol dan Barcelona jika hubungan yang terus berlanjut," jelasnya kala itu.

Presiden barcelona, Josep Maria Bartomeu.

Namun, aturan yang sudah diberlakukan tentunya harus dilaksanakan. Jika Catalunya benar-benar diperbolehkan pisah dari Spanyol, hanya ada satu cara yang bisa dilakukan guna menjaga posisi Blaugrana tetap aman di La Liga Spanyol.

Wartawan sepakbola Spanyol, Guillem Balague pun memberikan penjelasan bahwa harus ada amendemen terhadap undang-undang negara sebagai cara utama untuk Barca tetap tampil di kompetisi Spanyol di saat Catalunya benar-benar merdeka, dikutip dari Aljazeera (27/10/17).

Namun kini, nampaknya perubahan undang-undang seperti analisis itu tidak perlu terjadi. Sebab, Pemerintah Spanyol langsung membekukan status otonomi khusus Catalunya dan juga membubarkan Parlemen Catalunya, dikutip dari Tempo (29/10/17).

Baca Juga

Meskipun begitu, saat ini muncul kembali pertanyaan lainnya. Bagaimana nasib laga bertajuk El Clasico jilid pertama di musim ini pada Desember 2017 nanti?

El Clasico, pertemuan kedua klub dengan rivalitas tinggi antara Real Madrid dan Barcelona tentunya menjadi laga yang paling dinanti-nanti oleh para pencinta sepakbola. Laga tersebut kini menjadi sorotan lantaran berdekatan dengan waktu pemilihan suara yang akan digelar oleh Pemerintah Spanyol.

Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy.

Hal itu sebagai buntut dari pembubaran Parlemen Catalunya yang dilakukan oleh Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy. PM Rajoy pun kemudian menetapkan tanggal 21 Desember 2017 sebagai pelaksanaan pemilu regional guna mencari pengganti anggota Parlemen Catalunya, sebagaimana diberitakan Detik (28/10/17).

Sementara El Clasico sendiri, jika menilik dari jadwal di laman resmi La Liga Spanyol, akan berlangsung pada 20 Desember 2017, yang berarti satu hari sebelum pemungutan suara itu dilakukan. Seandainya laga dilaksanakan sebelum hari pemilihan suara tersebut, mungkin suasana pertandingan tidak terlalu 'panas'.

Namun, media The Sun dan Marca (28/10/17) mengabarkan bahwa El Clasico itu akan berlangsung pada 23 Desember 2017, yang mana dua hari pasca pemungutan suara tersebut dilakukan.

Seandainya laga itu akan benar-benar dilaksanakan pada tanggal yang tertera, bukan tidak mungkin jika atmosfer pertandingan akan terpengaruhi dari situasi politik yang ada. Terlebih lagi, jilid pertama di musim ini akan berlangsung di markas Madrid.

Logo Barcelona.

Barca, klub asal Catalunya harus bertandang ke Spanyol. Jika menerka-nerka, bukan tidak mungkin akan ada aksi 'kasar' yang ditampilkan dari para penonton, apalagi masyarakat Spanyol.

Hal itu sudah terjadi kala pemain Blaugrana, Gerard Pique memperlihatkan dukungan untuk kemerdekaan Catalunya. Saat dirinya tengah mengikuti sesi latihan bersama Timnas Catalunya, pria berusia 30 tahun bahkan dicerca dan dicaci maki oleh para penonton yang turut hadir di stadion.

Melihat hal itu, bukan tidak mungkin jika situasi tersebut akan kembali hadir saat laga El Clasico. Belum lagi baru-baru ini juga tersebar parodi laga El Clasico di dunia maya. Akun Twitter @SuchKiTalsh menyebarkan sebuah video parodi yang memperlihatkan para pemain Real Madrid tengah dibantu oleh pihak kepolisian dengan membawa senjata lengkap.

Nampak pula anak asuh Ernesto Valverde yang dijaga ketat oleh polisi dan juga menghentikan laju para pemain. Ada pun PM Rajoy yang diilustrasikan sebagai eksekutor penalti saat itu.

Diperkirakan, pemilik akun yang diketahui seorang Madridista tersebut menganggap Catalunya sebagai pemberontak, sehingga Barcelona yang sejatinya berasal dari daerah itu pun dinilai harus diberikan penjagaan ketat.

Meskipun begitu, laga El Clasico jilid pertama musim 2017/18 itu pastinya akan tetap berlangsung. Hanya saja, nasib ke depannya masih belum bisa dipastikan dengan tepat lantaran adanya kemungkinan perubahan waktu laga, yang bisa saja dimajukan ataupun dimundurkan seiring perkembangan kondisi politik Catalunya dan Spanyol itu sendiri.

Perubahan jadwal bisa saja terjadi untuk memastikan keamanan dan juga keselamatan kedua belah pihak. Jika tidak, pastinya pihak kepolisian akan diminta untuk bekerja dengan lebih keras dan memberikan jaminan penuh terkait keamanan, apalagi untuk sang tamu.

Warga dan aparat kepolisian terlibat konflik saat referendum kemerdekaan Catalunya di awal Oktober kemarin.
Real MadridBarcelonaLaLiga SpanyolCatalunyaLiga Spanyol

Berita Terkini