x

5 Klub Eropa dengan Nama Menggelitik di Telinga Orang Indonesia

Rabu, 1 Januari 2020 22:08 WIB
Editor: Isman Fadil
Para pemain FC Koper.

INDOSPORT.COM - Pepatah mengatakan, nama adalah doa. Selain berfungsi sebagai doa, nama juga merupakan sebuah identitas bagi seseorang. Begitu pula dengan klub sepakbola. Nama sebuah klub sepak bola selalu punya cerita di belakangnya.

Dengan banyaknya klub sepak bola yang beredar di kawasan Benua Biru, beberapa klub sampai menggunakan nama yang unik agar terlihat beda dari yang lain. Motif di balik pemilihan nama tersebut bermacam-macam.

Sebagai contoh adalah Real Madrid, Real Sociedad, dan Real Betis ternyata punya afiliasi dengan kerajaan Spanyol. Kata ‘real’ yang berarti ‘royal’ atau ‘kerajaan’ menunjukkan jika ketiga klub diatas adalah perwakilan dari kerajaan dan bahkan berhak untuk menambahkan mahkota di logo mereka.

Logo Real Madrid.

Selain penamaan yang terdengar keren di atas, siapa sangka dari sekian banyak klub sepakbola di Eropa, terdapat beberapa tim Eropa yang memiliki nama yang menarik karena terkesan unik atau lucu di telinga masyarakat Indonesia.

Baca Juga

Andai nama tersebut di pakai oleh klub Indonesia, maka bakal jadi bahan olok-olok suporter lawan. Berikut INDOSPORT mengumpulkan nama-nama klub sepakbola Eropa yang terdengar lucu untuk orang Indonesia.


1. FC Koper

FC Koper.

Jika orang Indonesia mendengar klub yang satu ini, mungkin beranggapan bahwa tim sepakbola ini penghasil koper, yang dikenal sebagai wadah tertutup yang digunakan sebagai tempat menyimpan pakaian dan barang lainnya yang dapat dibawa dalam perjalanan. Namun itu salah, FC Koper atau yang disingkat Koper merupakan klub asal Slovenia.

Klub yang bermarkasi di Bonifika Stadium ini secara resmi bergabung dibentuk pada tahun 1955 dengan nama NK Koper. NK Koper merupakan hasil meger dua klub sepakbola di wilayah Koper, Slovenia, yakni Aurora dan Meduza. Koper pernah sekali menjuarai Liga Slovenia yakni di musim 2009/2010.


2. FC Torpedo Kutaisi

FC Torpedo Kutaisi.

FC Torpedo Kutaisi merupakan klub sepakbola yang berasal dari Georgia. Klub  ini berdiri pada tahun 1946 di pabrik otomotif Kota Kutaisi. Pada tahun 1959, FC Torpedo Kutaisi dan FC Lokomotif Kutaisi bersatu namun tetap dengan nama FC Torpedo Kutaisi. Klub ini juga sempat mengubah nama menjadi FC Kutaisi pada tahun 1990, namun tiga tahun kemudian kembali menjadi Torpedo Kutaisi.

Berbagai prestasi apik juga pernah ditorehkan FC Torpedo Kutaisi. Diantaranya adalah 4 gelar Liga Georgia (1999/2000,2000/2001,2001/2002, dan 2017) dan Piala Georgia (1998/1999, 2000/2001, dan 2016).

Menurut KBBI Daring, Torpedo adalah senjata peledak berbentuk cerutu besar diluncurkan dari kapal, kapal selam atau pesawat terbang untuk menenggelamkan kapal lain.


3. Cuka

FK Cukaricki.

FK Cukaricki atau yang lebih familiar dengan nama Cuka merupakan klub dari Liga Super Serbia. Saat ini Cuka menempati posisi lma klasemen sementara Super Liga Serbia 2017/18 dengan raihan 38 poin dari 22 pertandingan.

Cuka bagi orang Indonesia merupakan cairan masam yang biasa terlihat di pedagang-pedagang kuliner, seperti bakso dan soto tangkar.


4. Boluspor

Boluspor.

Klub ini dibentuk bukan karena terobsesi dengan kue bolu sampai menamai klub kesayagannya dengan makanan ringan tersebut. Boluspor merupakan klub asal Turki yang berdiri pada tahun 1965.

Dinamakan Bolu karena klub ini berbasis di Kota Bolu, Turki. Boluspor saat ini berjuang menuju kasta teratas Liga Turki. Saat ini, Boluspor menempati peringkat enam klasemen sementara TFF First League 2017/18.


5. KF Laci

KF Laci.

KF Laci merupakan klub asal Albania yang dibentuk pada tahun 1960. KF Laci juga adalah salah satu klub raksasa Albania. Klub yang bermarkas di Laci Stadium ini sudah merengkuh dua gelar Liga Albania yakni di musim 2003-2004 dan 2008-2009.     

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), laci merupakan kotak kecil (pada meja dan sebagainya) yang dapat ditarik dan didorong digunakan untuk menyimpan benda-benda kecil
 

AlbaniaSloveniaTurkiGeorgiaLiga TurkiBola Internasional

Berita Terkini