Latar Belakang Julukan Klub Peserta Babak 16 Besar Liga Champions
Liga Champions Eropa akan kembali bergulir pekan depan.Pertandingan di hari pertama akan mempertemukan empat tim. Juventus melawan Tottenham Hotspur dan Basel kontra Man City, Rabu dini hari (14/2/18) WIB.
Babak 16 Liga Champions musim 2017/18, akan menghadirkan deretan klub, yang memiliki julukan unik dan menarik. Seperti Washbasins (Westafel), Pitmen (Lubang Tambang) dan dan Si Nyonya Tua.
Tak hanya itu, ada juga klub yang mendapat julukan mitos Romawi dan bangsawan abad pertengahan. Penasaran dengan hal-hal di luar lapangan terkait julukan klub?
Berikut ini INDOSPORT menghadirkan 16 sejarah singkat klub mengenai hal tersebut.
1. Barcelona
Barcelona atau lebih karib didengar Barca juga mendapat julukan Blaugrana (Biru dan Merah), dan Cules. Barca paling umum, Blaugrana paling jelas tapi Cules paling menarik.
Cules sendiri muncul dari kisah para penonton yang tidak mendapat kursi di stadion Les Corts (markas Barca sebelum Camp Nou). Cules yang jika diterjemahkan ke bahasa catalan, berarti 'Punggung'.
Munculnya istilah Cules itu terinspirasi dari penonton yang tidak mendapat kursi dan memilih duduk di atas tembok stadion. Duduk di atas tembok membuat orang di luar stadion hanya bisa melihat punggung para suporter, karena itulah istilah Cules disematkan kepada para pendukung Barcelona.
Pada babak 16 besar nanti Barcelona bakal berhadapan dengan Chelsea.
2. Bayern Munchen
Enam tahun setelah didirikan pada tahun 1900, Bayern bermitra dengan Klub Olahraga Munchner. Hal itu dilakukan agar anak-anak Bayern bisa menggunakan lapangan dan fasilitas Munchner.
Salah satu syarat dari kerja sama ini adalah, mereka harus menukar celana pendek hitam dengan warna merah. Oleh karena itu, Bayern Munchen mendapat julukan Die Roten sejak saat itu. Die Roten dalam bahasa Jerman berarti 'merah'.
Pada babak 16 besar nanti Bayern bakal bersua dengan Besiktas.
3. Besiktas
Besiktas tampil cukup mengesankan dengan tidak terkalahkan pada musim 1940/41. Dalam satu pertandingan, Besiktas berhasil menaklukkan saingan terberat mereka, Suleymaniye.
Pada laga itu, Besiktas sudah unggul satu gol dari Suleymaniye. Namun, bukannya mengendorkan serangan, dan seorang suporter yang diketaui bernama, Mehmet Galin tak henti-hentinya berteriak menyebut Kara Kartallar atau Black Eagles (Elang Hitam) yang kemudian menjadi julukan klub asal Turki ini.
Alhasil mereka menang enam gol tanpa balas. "Ayolah, Black Eagles! Attack, Black Eagles!"
4. Chelsea
The Blues julukan Chelsea lantaran mereka selalu mengenakan warna biru, yang awalnya terinspirasi dari almamater Eton College, sebuah sekolah berkonsep asrama di Inggris. Kemudian Royal Blue yang diadopsi tahun 1912.
Lagu kebanggaan "Blue is the color" pernah populer di Stamford Bridge, sebuah lagu yang awalnya dimainkan oleh skuat tim saat itu yang berhasil membawa Chelsea ke final Piala Liga 1972. Meski gagal di final melawan Stoke City, lagu yang mereka ciptakan abadi dan menjadi salah satu chant paling populer di Inggris.
5. Basel
Pada abad 18 dan 19, nama Johann Jakob sangat terkenal di Basel dan orang-orang dengan nama itu secara verbal disebut 'Bebbi'. Akhirnya menjadi sangat populer sehingga semua anak laki-laki dari Basel (dan masih) disebut Bebbi yang akhirnya menjadi julukan Basel.
Fussball Klub Basel 1893, dikenal sebagai FC Basel, adalah klub sepakbola Swiss yang berbasis di Basel. Mereka adalah salah satu klub paling sukses di sepakbola Swiss.
6. Juventus
Ada perdebatan seputar asal usul julukan Juventus, La Vecchia Signora alias Si Nyonya Tua. Namun sebagian besar percaya itu berasal dari keluarga Agnelli yang membeli klub tersebut pada 1920-an.
Mereka ingin membangkitkan gaya yang canggih, namun tetap dengan gaya 'kenakalan' seorang bangsawan tua.
Selain Si Nyonya Tua, Juventus juga mendapat julukan La Fidanzata d'Italia (The Girlfriend of Italy atau Kekasih Italia), I Bianconeri (Putih-hitam), Le Zebra (Zebra), La Signora Ormicidi (The Killer Lady atau Nyonya Pembunuh), hingga La Goeba (Hunchback atau Si Bungkuk).
Juventus pada babak 16 besar nanti bakal ditantang Tottenham Hotspur.
7. Liverpool
Liverpool yang terkenal dengan sebutan The Reds sebenarnya pernah berwarna biru. Mereka meminjam warna Everton di Anfield pada tahun 1892.
Dua tahun kemudian mereka mengadopsi kaos merah dan, sejak tahun 1960-an mereka mengenakan warna merah cerah itu dari kepala sampai kaki.
Pada babak 16 besar nanti Liverpool bakal melawan wakil Portugal, Porto pada Kamis 15 Februari 2018.
8. Manchester City
Man City mendapat julukan biru laut sama seperti kostum kebesaran mereka. Namun hingga kini belum jelas asal usul kenapa City memakai warna yang belakangan mengarah ke biru langit. Warna biru kadung melekat sejak tim ini menggunakan warna tersebut sejak 1892.
Selain itu, Man City juga pernah berganti nama sebanyak tiga kali. Pertama St Mark's (West Gorton). Kemudian pada tahun 1887 berubah nama menjadi Ardwick A.F.C, dan pada tahun terakhir, 1894 menjadi Manchester City F.C.
Pada babak 16 besar nanti Manchester City ditantang oleh Basel. pada Rabu 14 Februari 2018.
9. Manchester United
Man United pada mulanya adalah The Heathens (mereka berasal dari daerah Newton Heath di Manchester).
Namun pada tahun 1960, pelatih Man United, Sir Matt Busby konon menyukai The Red Devils (Iblis Merah). Sir Matt Busby sendiri terinspirasi dengan tim rugby Salford.
Anak asuh Jose Mourinho bakal menjajal kekuatan wakil Spanyol, Sevilla pada Kamis 22 Februari 2018.
10. Paris Saint -Germain
Paris Saint-Germain biasa dijuluki Le Parisien yang berarti Kota Paris, karena klub ini awalnya adalah gabungan dari klub kebanggaan kota Paris, Paris FC dan dengan Stade Saint-Germain.
Klub yang menaungi Neymar ini juga mendapat julukan Les Rouge-et-Bleu (Merah dan Biru). Namun pencinta sepakbola Prancis lebih menyukai akronim yang singkat, PSG!
Klub kaya raya ini bakal ditantang klub tangguh Real Madrid di babak 16 besar nanti pada Kamis 15 Februari 2018.
11. Porto
The Dragon melekat pada klub raksasa Portugal Porto. Naga telah menjadi simbol Porto sejak abad ke-19. Naga mewakili semangat juang dan tak terkalahkan mereka.
Porto menaruhnya di logo klub sejak tahun 1922 atas saran mantan pemain Augusto Baptista Ferreira. Peraih dua gelar Liga Champions 1986–1987, 2003–2004 ini bakal ditantang Liverpool pada Kamis 15 Februari 2018.
12. Real Madrid
Real Madrid memiliki banyak julukan. Salah satunya adalah Les Merengues. Julukan ini muncul saat salah seorang komentator radio Spanyol menyebut tanda di kemeja putih mereka dengan merengues.
Merengues berasal dari bahasa Spanyol Meringue. artinya adalah sebuah kue asal Prancis dengan toping gula di atasnya.
Sebutan Merengues lahir karena pada jersey Madrid zaman dulu memakai strip yang mirip tampilan kue asal Prancis tersebut.
Selain itu peraih gelar 12 gelar Liga Champions juga sempat mendapat julukan Vikingos dari seorang wartawan Inggris, The Times. Hal itu ia tulis setelah melihat kemenangan 7-3 Madrid atas Eintracht Frankfurt di final Piala Eropa 1960.
13. AS Roma
Salah satu julukan AS Roma, I Lupi atau serigala adalah simbol Roma. Banyak versi soal adanya mitos serigala ini. Pada jaman dahulu di daerah tersebut dipimpin oleh seorang raja yang digulingkan.
Lalu cucu raja tersebut Romulus dan Remus. Lalu para pemberontak melempar si kembar untuk dilemparkan ke sungai Tiber. Mereka diselamatkan oleh seekor serigala betina, dan Romulus kemudian mendirikan Roma.
Versi lainnya, logo gambar serigala yang sedang menyusui dua orang anak lantaran Romelus dan Remus bertarung, yang kemudian dimenangkan oleh Romelus.
Remus yang kalah dari Romelus diminta saudaranya untuk membangun sebuah kota di daerah daerah Italia dan diminta memberi nama kota tersebut sesuai dengan nama saudaranya Romelus atau Roma.
14. Sevilla
Salah satu julukan Sevilla adalah Palanganas yang berarti Washbasins atau baskom. Nama yang lucu untuk julukan tim, namun julukan ini ditenggarai dari bentuk stadion Sevilla Roman Sanchez Pizjuan yang mirip sebuah baskom.
Sevilla juga memiliki julukan Los Rojiblancos atau merah-putih sesuai dengan warna jersey kebanggaan mereka serta Los Nervionenses yang merupakan markas klub tersebut.
15. Shaktar Donetsk
Shaktar memilih julukan Pitmen (lubang) untuk menghormati sejarah klub mereka yang memiliki latar belakang para pekerja tambang batu bara, di wilayah Donbass, Ukraina.
Oleh karena itu, Shaktar menaruh gambar palu dan kapak di logo mereka. Selain itu para fans Shaktar juga sering mengenakan topi pit berwarna orange, sebagai simbol pekerja tambang Ukraina.
Pada babak 16 besar nanti Sevilla bakal berhadapan dengan AS Roma pada Kamis 22 Februari 2018.
16. Tottenham Hotspurs
Julukan The Lilywhites melekat pada klub Inggris Tottenham Hotspur. The Lilywhites sendiri tampaknya yang terinspirasi dari tumbuhan jenis bawang besar yang bunganya berwarna putih (bakung).
Pilihan warna putih ini dianggap sebagai penghormatan kepada Preston North End yang pada 1889 menoreh rekor juara liga dan Piala FA, 'The Double. Setelah Perang Dunia 1, logo ayam jantan ditambahkan ke jersey mereka.