x

Ada Korban Jiwa, Ini 4 Catatan Buruk Laga Tarkam di Indonesia

Selasa, 6 Maret 2018 06:32 WIB
Editor:

Indonesia memang memiliki daya menarik dari berbagai hal. Bahkan kali ini hal yang dimaksudkan adalah kompetisi sepakbola yang ada di Tanah Air.

Sebab kompetisi sepakbola Indonesia banyak tersebar di berbagai daerah. Bahkan setiap daerah pasti memiliki kompetisi sendiri yang diadakan pada waktu-waktu tertentu.

Paling sering adalah ketika merayakan 17 Agustus. Dimana setiap desa atau kampung pasti menggelar yang namanya sepakbola antar kampung atau biasa disebut Tarkam.

Polisi membawa korban suporter yang tewas pada laga Motagua vs Honduras Progreso.

Kompetisi Tarkam memang memiliki daya tarik tersendiri bagi sebagian kalangan orang. Bahkan acaranya pun bisa sama meriahnya saat laga puncak kompetisi resmi Indonesia. 

Laga Tarkam sendiri sempat menjadi penyelamat para pesepakbola beken Indonesia. Sebab saat itu Indonesia disanksi oleh FIFA lantaran terjadi kekacauan lantaran PSSI diintervensi oleh pemerintah pusat.

Namun dibalik itu semua, terdapat beberapa kejadian yang sangat mengharukan. Sebab kompetisi antar kampung ini juga kerap kali memakan korban hingga meninggal. Padahal hadiah yang didapat tidak seberapa dengan apa yang diterima oleh korban.

Baca Juga

Oleh karenanya INDOSPORT coba merangkum deretan laga tarkam maut yang pernah memakan korban sampai meninggal.


1. Pesepakbola Tarkam Banyuwangi Meninggal

Pesepakbola tarkam meninggal dunia saat bertanding.

Nasib nahas menimpa salah satu pesepakbola asal Banyuwangi bernama Abdul Pattah. Pria 40 tahun itu meniggal kala mengikuti turnamen sepakbola yang digelar di Desa Balak, Songgon. Abdul sendiri bermain untuk Dusun Cemoro Desa Balak melawan Muspika Desa Balak.

Kejadian yang terjadi pdaa 2016 lalu bermula saat Abdul Pattah hendak menghadang bola dari serangan lawan. Abdul yang bertindak sebagai kiper menerima tendangan keras ke arah dadanya.

Seketika itu, Abdul langsung tergeletak di depan gawang hampir lima menit lamanya. Melihat ada kejanggalan para warga pung mengerubungi Abdul yang sudah terbujur lemas dengan wajah pucat. Sehingga wasit langsung memanggil ofisial dan tim medis untuk membawa Abdul ke Puskesmas Songgon.

Akan tetapi nyawa Abdul tidak dapat tertolong usai tak bisa bernafas dengan normal. Lantas pihak panitia tak tinggal diam dan siap untuk bertanggung jawab penuh.


2. Mantan Pemain Piala Kemeradekaan Wafat Ikut Tarkam

Korban Liga Tarkam.

Salah satu pemain beken Indonesia bernama Edi Susanto dikabarkan meninggal dunia. Pemuda asal Lampung ini meninggal kala mengikuti kejuaraaan antar kampung di Semarang.

Kejadian itu terjadi pada tahun 2015 lalu, dimana pemuda 23 tahun tersebut meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Saat itu dirinya tengah mengendarai motor bersama rekannya lalu sebuah truk menabraknya.

Edi sempat koma selama dua hari dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di sebuah Rumah Sakit di Jawa Tengah. Jenazah almarhum sendiri langsung dibawa ke Lampung untuk dimakamkan.

Beberapa klub di luar Lampung pernah menggunakan jasa dan kepiawaian Edi, seperti  Persitara Jakarta Utara, sebuah klub di Papua, Persiwangi Banyuwangi, dan sebuah klub di Kebumen Jawa Tengah.


3. Pesepakbola Tarkam Sumsel Juga Meninggal

Monang Siantori tewas dalam sebuah laga tarkam di Sumatera Selatan.

Monang Sianturi harus tewas secara mengenaskan usai menjalani laga di turnamen sepakbola memperingati HUT Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Kamis (16/11/17) lalu. Monang diketahui kehilangan nyawanya setelah sempat tak sadarkan diri sesaat setelah menjalani pertandingan.

Menurut keterangangan Kris, rekan sejawatnya, Monang tak mendapatkan pertolongan medis yang baik usai tak sadarkan diri. Kris menyebut bahwa tak ada tim medis yang bertugas karena telat hadir, dalam laga yang dijalani ini.

Belakangan tersebar sebuah video tentang bagaimana pria berusia 49 tahun tersebut tewas. Pemain PTBA ini secara mengenaskan hanya mendapatkan pertolongan seadanya dari rekan-rekannya. Bahkan Monang tampak tak sadarkan diri dan kesulitan bernapas, hingga akhirnya meninggal dunia.


4. Suporter Tarkam Ikut Menjadi Korban Tewas

Ilustrasi suporter tewas.

Puluhan suporter sepakbola antar kampung terlibat bentrok di Jawa Barat. Ajang tersebut digelar pada di Kecamatan Panca Tengah, Tasikmalaya pada tahun 2013 lalu.

Pada insiden tersebut ada seorang suporter bernama Hendri yang menjadi korban dari kebrutalan bentrokan. Pemuda 27 tahun itu tewas mengenaskan di tengah lapangan.

Pertandingan yang digelar sore itu tim dari Kampung Bongas versus tim dari Kampung Cogrek. Entah apa penyebabnya, saat tuan rumah kalah 2-0, tiba tiba suporter merangsek masuk ke tengaj lapang, kemudian bentrok dengan suporter tamu dari Kampung Cogrek.

Bentrokan kedua suporter tak bisa dibendung. Korban Hendri, tiba tiba ditemukan di tengah lapang dengan tubuh memar dan penuh luka. Polisi tersebut langsung menyelidiki terkait tewasnya suporter asa Kampung Bongas tersebut.

IndonesiaSumatera SelatanPiala KemerdekaanLiga Indonesia

Berita Terkini