5 Pemain Biang Kerok Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF Selama Ini
INDOSPORT.COM - Dalam sebelas kali penyelenggaraan turnamen sepak bola Piala AFF selama ini, Timnas Bola Indonesia sudah lima kali mencapai babak final. Sayangnya, Timnas Indonesia selalu alami kekalahan karena tim lawan selalu memiliki pemain yang layak dijadikan biang kerok kegagalan Indonesia selama ini di Piala AFF.
Tahun ini, Timnas Bola Indonesia kembali lagi datang untuk mewujudkan seluruh cita-cita rakyat Indonesia untuk menjadi yang terbaik di Asia Tenggara. Piala AFF 2018 akan menjadi momentum emas untuk Indonesia memutus puasa gelar sejak 1996.
Pelatih Bima Sakti sangat beruntung karena diwarisi skuat dan strategi dari pelatih sekaliber Luis Milla. Asalkan mampu tampil konsisten dan tidak takabur, Timnas Indonesia bisa melepas dahaga gelar juara yang selama ini belum bisa diraih.
Selama ini Timnas Indonesia selalu gagal raih gelar juara bisa dikatakan karena tim lawan selalu miliki pemain yang bermain sangat apik. Peforma ciamik dari pemain-pemain itu mengalahkan sinar terang dari andalan Timnas Indonesia, siapa saja pemain yang jadi biang kerok kegagalan Timnas Indonesia?
Berikut portal berita olahraga INDOSPORT rangkum dalam 5 pemain biang kerok pemupus asa Timnas Indonesia di Piala AFF selama ini:
1. Worrawoot Srimaka
Penyerang tajam dari Thailand adalah biang kerok kekalahan Indonesia di babak final Piala AFF 2000. Di turnamen itu memang bukanlah dia yang menjadi pemain terbaik karena diambil Kiatisuk Senamuang, tetapi torehan 5 golnya telah membuat dirinya menjadi topskor bersanding dengan penyerang Indonesia, Gendut Doni.
Worrawoot Srimaka memang layak disebut sebagai biang kerok Timnas Indonesia karena torehan 5 golnya ia ciptakan hanya untuk ke gawang Indonesia saja. Di fase grup saja, Worrawut sudah membuat dua gol yang membuat Timnas Indonesia harus rela dibantai dengan skor 1-4.
Di babak final, Indonesia kembali kalah lagi dengan skor identik di babak grup dengan tiga gol Worrawoot Srimaka. Hattrick dari Worrawoot membuat dirinya sangat dibenci dan dijadikan sebagai musuh nomor satu oleh rakyat Indonesia.
Therdsak Chaiman
Gelandang Thailand yang miliki kecerdasan ini adalah musuh Indonesia di partai final Piala AFF 2002. Setelah Worrawot mampu dimatikan oleh lini belakang Timnas Indonesia di laga puncak, muncullah pemain lain yaitu Therdsak Chaiman yang menjadi biang kerok dengan satu golnya di penghujung babak pertama.
Gol dari Therdsak Chaiman membuat Timnas Indonesia mengakhiri babak pertama di partai final dengan wajah murung karena tertinggal 0-2. Di babak kedua Indonesia berhasil memperbaiki penampilannya dengan menyamakan kedudukan dan berhasil memaksa pertandingan diakhiri dengan drama adu penalti.
Sekali lagi Chaiman berhasil membuktikan bahwa dirinya adalah musuh besar Indonesia dengan eksekusi penalti yang sempurna dan membuat Indonesia harus kembali lagi kalah. Akibat penampilan gemilang Chaiman selama turnamen, dirinya dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen.
2. Lionel Lewis
Timnas Indonesia di Piala AFF 2004 adalah tim terbaik yang pernah dimiliki selama ajang Piala AFF. Bagaimana tidak, di babak grup saja Timnas Indonesia finish di posisi puncak dengan catatan 17 gol dalam 4 pertandingan dan tidak pernah kebobolan.
Bahkan Vietnam yang bermain di kandang sendiri saja harus dipaksa menyerah dengan skor telak 0-3. Namun daya ledak serangan yang TImnas Indonesia seperti senyap begitu saja ketika harus berjumpa Singapura di partai final.
Dalam babak final yang dimainkan dalam sistem dua leg, Indonesia hanya mampu mencetak dua gol saja yang tidak cukup membuat mereka keluar sebagai juara karena kalah agregat 2-5 dari Singapura.
Alasan Indonesia minim gol adalah penjaga gawang Singapura, Lionel Lewis yang bermain cekatan jatuh bangun mengamankan gawangnya dan berhak menyabet penghargaan pemain terbaik Piala AFF 2004.
Safee Sali
Piala AFF 2010 kembali digelar di Jakarta dan membuat antusiasme para suporter untuk melihat timnya juara di hadapan pendukungnya sendiri kembali mengemuka. Keyakinan untuk menjadi juara semakin membumbung tinggi setelah berhasil mencapai babak final untuk bertemu dengan Malaysia, tim yang dibantai Indonesia di fase grup dengan skor 5-1.
Leg pertama yang dimainkan di Malaysia tetap membuat Timnas Indonesia optimis untuk raih hasil positif hingga muncul Safee Sali. Penyerang Malaysia ini menjadi biang kerok kekalahan telak Indonesia dengan dua golnya yang membuat kita harus pulang ke tanah air kalah dengan skor 0-3.
Leg kedua menjadi kesempatan terakhir untuk membalikan keadaan, maka dari itu Timnas Indonesia menyerang habis-habisan ke pertahanan Malaysia. Tetapi justru Safee Sali yang kembali mencetak gol yag membuat Indonesia semakin kesulitan untuk mengejar dan akhirnya menyerah, Safee Sali sendiri akhirnya menyabet sepatu emas.
3. Teerasil Dangda
Piala AFF 2016 sejatinya tidak diekspektasi akan mencapai babak final mengingat Timnas Indonesia baru kembali ke dunia sepak bola setelah mendapat hukuman dari FIFA. Dengan persiapan yang singkat, Timnas Indonesia bermain gemilang dan berhak mendapatkan tiket final untuk sekali lagi bertemu dengan Thailand.
Di leg pertama yang bertempat di Jakarta, Indonesia berhasil mengalahkan tamunya setelah sempat tertinggal. Satu gol tandang dari Teerasil Dangda saat itu tidak terlalu dikhawatirkan karena pada akhirnya Timnas Indonesia.
Tak disangka satu gol dari Teerasil Dangda menjadi pembeda setelah Timnas Indonesia tidak mampu mencetak satu gol tandangpun dan harus menyerah dengan agregat 3-4. Sebelumnya di fase grup, Indonesia pernah alami kekalahan 2-4 dari Thailand dengan Teerasil Dangda mencetak tiga gol yang membuat dirinya menyabet penghargaan pencetak gol terbanyak.
Terus Ikuti Update Piala AFF 2018 dan Sepak Bola Indonesia Lainnya di INDOSPORT.COM