Haram Diulangi! Inilah 3 Edisi Terburuk Timnas Indonesia di Piala AFF
INDOSPORT.COM - Genderang perang ajang sepak bola Piala AFF 2018 sudah mulai dibunyikan dengan dua pertandingan di grup A. Timnas Indonesia sendiri baru akan memulai petualangannya hari ini dengan berhadapan dengan Singapura di National Stadium.
Edisi tahun ini adalah untuk yang kelima kalinya Timnas Indonesia tampil dan tentunya dengan target yang sama di setiap ajangnya yaitu menjadi yang terbaik di Asia Tenggara. Bukan misi yang mudah karena pencapaian terbaik yang diterima oleh Timnas Indonesia hanyalah menjadi finalis sebanyak lima kali.
Jika itu adalah pencapaian maksimal yang bisa diraih dengan penampilan terbaik, lalu bagaimana dengan penampilan terburuk yang pernah ditunjukkan oleh Timnas Indonesia? Dalam sejarahnya, Timnas Indonesia melakukan beberapa kali tampil dalam kondisi yang sangat teramat buruk.
Alasan paling klise yang sering diagaungkan ketika harus mengakhiri turnamen dengan rasa malu karena tidak bisa memberikan yang terbaik bagi negeri adalahnya kurangnya persiapan. Memang beberapa edisi Piala AFF dijalani oleh Timnas Indonesia dengan kondisi tidak siap.
Berikut INDOSPORT.com rangkum dalam 3 edisi terburuk Timnas Indonesia di Piala AFF
1. Piala AFF 2007
Timnas Indonesia hadir pada ajang sepak bola Piala AFF 2007 dengan rasa penasaran dan motivasi yang tinggi untuk segera menjadi juara. Pasalnya secara berturut-turut, Timnas Indonesia selalu mengakhiri turnamen dengan status finalis sebanyak tiga kali.
Skuat yang dibawa pun merupakan bintang pada saat itu seperti Atep, Saktiawan Sinaga, dan Ilham Jaya Kesuma. Sayangnya Timnas Indonesia tampil buruk yang berakibat untuk pertama kalinya tidak bisa lolos dari babak grup.
Meski mampu menahan imbang Singapura dan Vietnam, Timnas Indonesia tidak mampu menang atas Laos dengan selisih gol yang besar. Akibatnya Timnas Indonesia kalah selisih gol atas Vietnam dan Singapura yang mengalahkan Laos dengan skor yang sangat telak melebih marjin gol dari Indonesia.
2. Piala AFF 2012
Tampaknya dualisme kompetisi sepak bola di Liga Indonesia di tahun 2012 sangat berdampak buruk pada Timnas Indonesia di Piala AFF 2012. Dualisme kompetisi membuat Timnas Indonesia tidak bisa memanggil kekuatan terbaiknya.
Solusinya, Timnas Indonesia memanggil sejumlah pemain naturalisasi termasuk striker bertubuh gempal yang rasanya untuk berlari saja ia tak sanggup, yaitu Jhonny van Beukering. Terbukti di laga pertama, Timnas Indonesia bermain sangat buruk karena ditahan oleh tim semenjana, Laos.
Setelah itu, Timnas Indonesia sempat bangkit di laga kedua dengan mengalahkan tim kuat seperti Singapura. Pada akhirnya skuat Timnas Indonesia yang benar-benar terasa seperti terlucuti kekuatannya oleh ego dari penguasa di federasi harus tersingkir dari babak grup karena kalah dari Malaysia di partai terakhir.
3. Piala AFF 2014
Inilah penampilan terburuk yang pernah dialami oleh Timnas Indonesia sepanjang pagelaran Piala AFF. Bagaimana tidak, Timnas Indonesia yang sempat menahan imbang Vietnam, harus dibuat malu dengan mengalami kekalahan atas Filipina dengan skor yang sangat telak yaitu 0-4.
Kekalahan itu menjadi salah satu kekalahan dengan marjin terbesar yang pernah dialami oleh Timnas Indonesia sepanjang sejarah. Lebih sakit hati lagi, Filipina sebenarnya adalah tim yang dulunya kerap dibantai oleh Timnas Indonesia.
Partai terakhir kontra Laos tampaknya hanya menjadi pertandingan penghiburan saja karena di tempat lain Vietnam berhasil memastikan diri lolos dari babak grup menemani Filipina. Di Piala AFF kali ini, Timnas Indonesia wajib untuk tidak mengulangi tiga edisi tidak lolos dari babak grup jika tidak ingin malu pada ratusan juta rakyat Indonesia.
Terus Ikuti Berita Sepak Bola Seputar Piala AFF 2018 dan Berita Olahraga Lainnya Hanya di INDOSPORT.COM