x

Liverpool vs Arsenal: Merawat Ingatan Hujan Gol dan Serba Nyaris di Liga Klasik

Jumat, 28 Desember 2018 16:01 WIB
Penulis: Luqman Nurhadi Arunanta | Editor:

INDOSPORT.COM – Pertandingan pekan ke-20 kompetisi sepak bola Liga Primer Inggris 2018/19 akan mempertemukan Liverpool vs Arsenal pada Minggu (30/12/18) dini hari di Anfield.

Pertarungan syarat gengsi ini bakal menjadi laga tutup tahun yang menegangkan dan sekaligus menyesakkan. Tidak hanya bertitel duel panas, partai Liverpool vs Arsenal selalu disebut sebagai pertandingan klasik Liga Inggris.

Betapa tidak, keduanya merupakan tim besar Inggris yang mendapatkan predikat Big Four. Baik Liverpool maupun Arsenal selalu menjadi daya tarik karena syarat akan nilai historis dan pemain bertabur bintang.

Baca Juga

Untuk merawat ingatan, pertandingan Liverpool vs Arsenal tidak lepas dari peristiwa hujan gol pada musim 2008/09, tepatnya 21 April 2009. Gelontoran delapan gol terjadi di Anfield yang akhirnya berkesudahan 4-4.

Kala itu, Liverpool masih diperkuat Fernando Torres yang sedang ganas-ganasnya usai didatangkan dari Atletico Madrid. Sementara itu, Arsenal datang dengan skuat muda potensial khas racikan Arsene Wenger.

Memori sembilan tahun silam itu sungguh menyedihkan bagi Liverpool. Ada luka lama yang harus dikeruk kembali, namun terasa manis jika mengingatnya sebagai pelajaran berharga.


1. Arshavin yang Menggila di Anfield

Andrey Arshavin saat berseragam Arsenal

Liverpool membutuhkan kemenangan untuk memakas jarak dengan Manchester United dalam perebutan gelar juara Liga Primer Inggris 2018/19.

Namun demikian, semuanya tidak berjalan dengan mudah. Arsenal di luar dugaan tampil ganas, terutama sosok yang menjadi penghancur Liverpool, Andrey Arshavin.

Arshavin membuka gol terlebih dahulu pada menit ke-36. Keunggulan 1-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.

Liverpool berhasil menyamakan kedudukan melalui gol sundulan Fernando Torres. Yossi Benayoun sempat menaikkan asa The Reds meskipun Arshavin kembali mengubah skor menjadi 2-2.

Baca Juga

Torres dan Arshavin menggila pada pertandingan tersebut. Keduanya kembali membukukan gol sehingga skor berubah 3-3.

Selalu skema serangan balik, Arshavin membuat skor berbalik 4-3. Selebrasinya yang khas dengan menunjuk angka empat hingga kini terus terngiang-nginag di benak penggemar Liverpool.

Pertandingan lantas berakhir dengan skor 4-4 setelah Benayoun mencetak gol penting di masa perpanjangan waktu. Gol tersebut berhasil menyelamatkan Liverpool dari kekalahan.


2. Serba Nyaris Usai Hadapi Arsenal

Steven Gerrard terlihat kecewa setelah membiarkan Demba Ba menceta gol untuk Chelsea.

Pertemuan Liverpool vs Arsenal selalu menjadi pertandingan yang serba nyaris bagi The Reds. Usai ditahan imbang Arsenal dengan skor 4-4, Liverpool gagal memipiskan jarak dengan Manchester United.

Alhasil, Liverpool akhirnya gagal menyalip Setan Merah dari puncak klasemen. Mereka harus rela finis sebagai runner up Liga Primer Inggris 2008/09 dengan selisih 4 poin.

Pertemuan Liverpool vs Arsenal yang serba nyaris membuat The Reds juara juga terjadi pada Liga Primer Inggris musim 2013/14.

Baca Juga

Liverpool berhasil mengalahkan Arsenal dengan skor telak 5-1. Martin Skrtel dan Raheem Sterling masing-masing mencetak gol, sementara satu gol lainnya dicetak oleh Daniel Sturridge.

The Reds nyaris meraih gelar juara andai insiden Steven Gerrard yang terpeleset pada pertandingan lawan Chelsea tidak terjadi sehingga membuat Liverpool kalah dan membuat Manchester City semakin leluasa untuk menggenggam mahkota juara.


3. Liverpool vs Arsenal, Perindu Juara

Arsenal vs Liverpool

Pertandingan klasik Liverpool vs Arsenal akan menjadi pertarungan tim yang saling merindukan gelar juara Liga Primer Inggris. Ya, keduanya sudah lama tidak merasakan tahta kompetisi tertinggi di Negeri Ratu Elizabeth.

Liverpool terakhir meraih juara Liga Inggris pada tahun 1990 atau 28 tahun yang lalu. Sementara itu, Arsenal terakhir mencicipi mahkota juara pada musim 2016 silam.

Akan tetapi, Liverpool unggul perolehan koleksi juara Liga Inggris dengan catatan 18 trofi atau kedua terbanyak setelah Manchester United (20). Arsenal menguntit di bawah Liverpool dengan koleksi 13 piala.

Baca Juga

Laga Super Sunday (30/12/18) nanti diprediksi akan berlangsung ketat. Liverpool sejauh ini belum terkalahkan dan memimpin klasemen sementara dengan raihan 51 poin.

Meskipun begitu, Liverpool memang harus belajar dari pengalaman yang sudah-sudah. Terlebih lagi, para penggemar mereka sudah lelah menanti puasa gelar juara.

Tahun ini memang menjadi momentum yang tepat bagi Liverpool untuk juara Liga Primer Inggris. Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

Ikuti Terus Berita Sepak Bola Liga Primer Inggris dan Olahraga Lainnya di INDOSPORT.COM

LiverpoolArsenalLiga Primer InggrisDuel KlasikLiga InggrisPertandingan Klasik

Berita Terkini