x

3 Bukti Juara Paruh Musim Bisa Jadi Kutukan Bagi Liverpool

Minggu, 30 Desember 2018 12:02 WIB
Editor:
Logo Liverpool.

INDOSPORT.COM - Liverpool dipastikan keluar sebagai juara paruh musim Liga Primer Inggris 2018/19 usai menundukkan Wolverhampton Wanderers 2-0 di pekan ke-18, Sabtu (22/12/18) dini hari.  

Liverpool nyaman di puncak klasemen dengan mengumpulkan 48 poin hasil 15 kali kemenangan, 3 seri, dan tanpa kekalahan. 

Man City sendiri tertinggal di posisi dua dengan 44 poin lantaran belum memainkan laga pekan ke-18. Posisi Liverpool pun dipastikan aman sampai Natal nanti. 

Baca Juga

Di Liga Inggris, tim yang memimpin klasemen di paruh musim atau di saat Natal sejatinya memiliki peluang besar sebagai juara kompetisi.

Sembilan dari 10 tim terakhir yang juara paruh musim akhirnya keluar sebagai jawara di akhir musim. 

Akan tetapi, fenomena itu tak berlaku bagi Liverpool. Liverpool menjelma menjadi sebuah anomali di antara tim-tim juara paruh musim di 10 tahun terakhir Liga Inggris. 

The Reds pun menjadi satu-satunya tim dalam 10 tahun terakhir yang gagal menjadi kampiun usai menjuarai paruh musim. 

Juara paruh musim pun seakan menjadi kutukan bagi Liverpool di era Liga Primer Inggris. Tercatat, setidaknya tiga kali Liverpool keluar sebagai juara paruh musim namun gagal menjadi kampiun di akhir kompetisi Liga Primer Inggris. 


1. 1. Musim 2013/14

Luis Suarez ketika masih berseragam Liverpool.

Liverpool menjalani musim yang bagus pada 2013/2014. Bagaimana tidak, The Reds mampu finis dengan mengumpulkan 84 poin. 

Sayang, di saat Liverpool sedang dalam puncak performa, ada Man City yang juga sedang menjelma sebagai kekuatan besar Eropa. 

Di akhir kompetisi, kedua tim hanya berselisih dua poin di mana Man City finis di posisi pertama dengan mengumpulkan 86 angka. 

Di musim ini Liverpool keluar sebagai juara paruh musim mengungguli Man City, Arsenal, dan Chelsea. 

Liverpool mengawali musim dengan baik. Stoke City, Aston Villa, dan Manchester United menjadi korban mereka. 

Walau sempat turun naik di klasemen, namun di bulan Desember, Liverpool menunjukkan tren menjanjikan. Liverpool terakhir kali menelan kekalahan pada 29 Desember saat melawan Chelsea dan setelah itu tampil tak terkalahkan. 

Namun, juara paruh musim tak cukup membawa Liverpool sebagai kampiun di akhir kompetisi. 

Peristiwa di musim 2013/14 pun mirip dengan apa yang terjadi di musim 2018/19 ini. Liverpool kini juga tengah bersaing dengan Man City dan keluar sebagai juara paruh musim. 

Bisa jadi tragedi di musim 2013/14 terulang lagi musim ini di mana Liverpool harus menyerahkan tampuk jaura walau keluar sebagai juara paruh musim. 


2. 2. Musim 1996/97

Logo Liverpool.

Apa yang terjadi di musim 1996/97 lebih parah dari musim 2013/14. Saat itu Liverpool keluar sebagai juara paruh musim namun akhirnya harus puas finis di posisi empat pada akhir kompetisi. 

Liverpool hanya mengumpulkan 68 poin sama dengan Newcastle dan Arsenal yang unggul selisih gol. Penampilan Liverpool menurun drastis di putaran kedua sehingga harus menyerahkan tampuk juara kepada Man United. 


3. 3. Musim 2008/09

Fernando Torres, saat masih di Liverpool.

Liverpool juga memiliki skuat menjanjikan di musim 2008/09. Saat itu Liverpool masih diperkuat oleh Fernando Torres, Dirk Kuyt, Pepe Reina, Arbeloa, dan juga Steven Gerrard.

Mereka pun keluar sebagai juara paruh musim mengungguli Man United, Chelsea, dan Arsenal. 

Bahkan The Reds mampu mengumpulkan 86 poin hingga akhir musim. Namun, semua pencapaian The Reds terasa percuma lantaran Man United sedang dalam masa keemasannya. 

Man United akhirnya keluar sebagai juara setelah mengumpulkan 90 poin di akhir musim. 

Sampai saat ini tidak ada tim lain yang sesering Liverpool gagal menjuarai Liga Primer Inggris walau telah memimpin klasemen di paruh musim. 

LiverpoolFernando TorresManchester CityLiga Primer InggrisLiga Inggris

Berita Terkini