2 Kritikan ‘Nyelekit’ Timo Scheunemann Buat Pemilik Klub Liga 1
INDOSPORT.COM – Pelatih sepak bola Indonesia keturunan Jerman, Timo Scheunemann, memberikan kritik untuk pemilik klub yang berkiprah di Liga 1. Kritik tersebut secara fokus menyoroti soal pembinaan pemain usia muda.
Timo sebelumnya menyampaikan pujian terhadap penyelenggaraan kompetisi Liga 1 U-19 dan Liga 1 U-16 Elite Pro Academy yang baru dijalankan oleh PSSI. Hal tersebut ‘memaksa’ klub-klub agar memiliki tim usia muda yang kompetitif.
“Hal positif yang saya perhatikan sudah dilakukan musim lalu adalah adanya kompetisi U-19 dan U-16. Liga 1 diharuskan memiliki akademi. Itu sesuatu hal yang positif,” ujar Timo melalui kanal Youtube pribadinya yang diunggah, Minggu (26/01/19).
Hanya saja, Timo masih beranggapan bahwa ada ketidakseriusan pemilik klub Liga 1 dalam pembinaan usia muda. Mantan pelatih Persiba Balikpapan itu padahal menilai pemain dari U-16 dan U-19 akan menjadi tulang punggung kompetisi yang lebih tinggi pada masa mendatang.
Maka dari itu, berikut portal berita olahraga INDOSPORT.com merangkum 2 kritikan ‘nyelekit’ Timo Scheunemann untuk pemilik klub Liga 1 soal pembinaan usia dini.
1. Pemilik Klub Belum Serius
Timo menilai pemilik klub belum serius menangani pembinaan usia dini. Hal tersebut terlihat dari cara klub menjaring dan menempa pemain untuk ke depannya.
“Pemilik klub sepertinya menganggap U-16, U19 sesuatu yang tidak penting padahal itu menjadi punggung, landasan dari kualitas liga di kemudian hari,” ujar Timo.
“Kalau pemain-pemain dimasukkan ke akademi, dididik dengan luar biasa, kalau bisa oleh pelatih asing, kalau tidak bisa no problem, yang penting pelatih berkualitas. Jadi, bukan asal pelatih tapi betul-betul pelatih berkualitas.
2. Pembentukan Tim
Pembentukan tim dilakukan dengan perekrutan pemain. Timo menilai pemain yang masuk akademi harus memiliki kemampuan yang terbaik sehingga diperlukan pemandu bakat yang jeli melihat potensi pemain.
“Intinya scouting harus bagus karena garbage in, garbage out. Kualitas kurang bagus masuk, ya berarti penampanaan sebagus apapun juga akan mentok sampai di situ. Oleh karena itu, dibutuhkan professional scout,” kata Timo menekankan.
Timo menjelaskan bahwa pendanaan pembinaan usia muda bisa dari tiga sumber, meliputi dana hibah PSSI, pemerintah daerah, dan sponsor.
Terlepas dari itu, Timo meminta agar pemilik klub serius menggarap akademi timnya. Ia ingin ada pelatih berkualitas dan perekrutan yang benar dalam pembinaan usia muda.
Ikuti Terus Berita Sepak Bola Liga Indonesia dan Olahraga Lainnya di INDOSPORT.COM