x

3 Alasan Mengapa Arsenal Berhasil Ditumbangkan Everton

Senin, 8 April 2019 11:42 WIB
Penulis: Masya Famely Ruhulessin | Editor: Yohanes Ishak
Proses terjadinya gol Phil Jagielka ke gawang Arsenal dalam laga pekan ke-34 Liga Primer Inggris, Minggu (07/04/19).

INDOSPORT.COM - Setelah meraih hasil positif dalam beberapa minggu terakhir, Arsenal akhirnya tumbang dengan skor 0-1 di tangan Everton dalam laga lanjutan liga Primer di Goodison Park, Minggu (07/04/19).

Ini adalah kekalahan ke-7 Arsenal di liga musim ini dan mereka merosot kembali merosot ke posisi ke 4 klasemen sementara Liga Primer Inggris, dengan  koleksi 63 poin.

The Gunners, bersama dengan Tottenham Hotspur, Chelsea dan Manchester United saling sikut untuk memperebutkan dua tempat tersisa di 4 besar. Liverpool dan Manchester City sudah menjamin dua tempat teratas.

Baca Juga

Phil Jagielka mencetak gol kemenangan untuk Everton di menit ke-10. Saat ini, The Toffees berada di posisi ke-9 klasemen Liga Primer dengan koleksi 46 poin.

Selain Arsenal, di musim ini Everton juga pernah mengalahkan Chelsea dan mendapatkan hasil imbang saat melawan Liverpool. Berikut alasan utama di balik kegagalan The Gunners seperti dikutip dari berita Sportskeeda.


1. 1. Performa gelandang yang buruk

Playmaker Arsenal, Mesut Ozil (kiri) mencoba untuk merebut bola yang dikendalikan oleh gelandang serang Everton, Andre Gomes pada laga Everton vs Arsenal di Liga Primer Inggris 2018/19, Minggu (07/04/19) kemarin.

Arsenal memulai laga dengan formasi 3-5-2, dengan Sokratis Papastathopoulus, Nacho Monreal dan Shkordan Mustafi sebagai bek tengah. sementara Maitland-Niles dan Sead Kolasinac bermain sebagai bek sayap yang dimajukan ke tengah dan menempati sisi lapangan.

Unai Emery juga menurunkan Matteo Guendouzi, Henrik Mkhitaryan dan Mohamed Elneny untuk mengisi lini tengah. Sedangkan Mesut Ozil dan Alexandre Lacazette bermain sebagai striker

Namun, lini tengah Arsenal ternyata harus bekerja keras untuk mengatasi pergerakan pemain Everton, Andre Gomes, Idrissa Gana, Richarlison, dan Bernard mendominasi permainan di lini tengah.

Interseps yang tepat waktu dan umpan-umpan cerdik serta tidak mengizinkan Arsenal memainkan gaya sepak bola bebas, membuat Everton tampil lebih memuaskan dalam laga tersebut. Tak adanya Granit Xhaka di lini tengah membuat Arsenal kalah dalam penguasaan bola.

Baca Juga

Di babak pertama, Elneny dan Aubameyang yang dianggap bermain buruk harus diganti pada awal babak kedua. Akibatnya, tidak ada cukup pasokan bola ke depan, dan permainan menyerang pun hampir tidak ada.

Arsenal membutuhkan setidaknya satu dari gelandang yang bisa bermain box-to-box, tetapi tidak ada yang bisa melakukannya. Di sisi lain, Gomes bermain fantastis.

Mantan pemain Barcelona itu  tetap menjadi andalan di lini tengah Everton. Ini adalah penampilannya yang ke-25 untuk klub, dan orang tidak perlu heran jika dia akan pindah ke klub yang lebih besar musim depan.


2. 2. Pemain Pengganti Tak Memberi Dampak

Proses terjadinya gol Phil Jagielka ke gawang Arsenal dalam laga pekan ke-34 Liga Primer Inggris, Minggu (07/04/19).

Emery memasukan Aaron Ramsey dan Pierre-Emerick Aubemeyang di babak kedua untuk menggantikan Kolasinac dan Elneny. Kolasinac memang kesulitan menghadapi gelandang kanan Everton, Ricarlison di babak pertama.

Ramsey tentu berjuang untuk membuat kehadirannya terasa di tengah. Hal yang sama juga berlaku tentang Aubemeyang, yang telah mencetak 22 gol untuk Arsenal musim ini.

The Gunners mengubah formasi menjadi 4-4-2, dengan menggese Monreal ke posisi bek kiri sedangkan Maitland-Niles tetap sebagai bek kanan.

Namun, semua perubahan itu tidak berarti apa-apa ketika Everton mempertahankan keunggulan mereka dan tampil lebih lebih baik. Mereka sebenarnya bisa mencetak beberapa gol lagi, seandainya Gylfi Sigurdsson bisa melakukan finisihing dengan baik.


3. 3. Mesut Ozil Gagal Bersinar di Lini Depan

Mesut Ozil, playmaker Arsenal tak menemukan permainan terbaiknya saat diminta jadi striker oleh pelatihnya, Arsenal.

Ozil sudah sering tampil untuk  dalam beberapa pertandingan terakhir. Namun ia tampil buruk dalam laga melawan Everton kali ini. Ia diturunkan sebagai seorang striker, tetapi tidak bisa melakukan hal siginifikan bagi tim.

Ini membuktikan dia tidak menikmati peran barunya. Apalagi memang Ozil biasanya bermain sebagai gelandang serang. Emery sebenarnya bisa menurunkan dua striker yakni Lacazette dan Aubemayang serta memasangkan Ozil dan Mkhitaryan di lini tengah.

Itu akan memungkinkan Arsenal menciptakan lebih banyak peluang. Namun, keputusan Emery untuk memainkan Elneny sebagai starter justru menjadi bumerang.

Tampaknya Arsenal belum menemukan keseimbangan sempurna dalam menyusun starting IX mereka dan bisa gagal lolos ke Liga Champions musim depan.

Ikuti terus Berita Sepak Bola Liga Inggris dan Berita Olahraga lainnya di INDOSPORT.COM

ArsenalMesut OzilEvertonUnai EmeryMohamed ElnenyAndre GomesLiga InggrisSepak Bola

Berita Terkini