x

Juara Liga Champions, Ini 4 Titik Lemah yang Harus Diperbaiki Liverpool

Jumat, 21 Juni 2019 12:53 WIB
Editor: Coro Mountana
Potret keberhasilan Liverpool juara Liga Champions usai menaklukan Tottenham dengan skor 2-0 tanpa balas. Michael Regan/Getty Images

INDOSPORT.COM – Di tengah euforia usai juara Liga Champions 2018/19, ternyata masih ada sejumlah titik lemah yang perlu segera ditambal oleh Liverpool.

The Reds berhasil merengkuh gelar juara Liga Champions yang keenamnya setelah sukses membungkam Tottenham Hotspur di final yang berlangsung di Wanda Metropilitano, Madrid, pada 2 Juni lalu. Liverpool menang dengan skor 2-0.

Baca Juga

Secara keseluruhan, Liverpool benar-benar nyaris tidak ada kelemahan dari segala lini baik itu dari kiper hingga penyerang dan memang layak menjadi juara Liga Champions. Namun jika ditelisik lebih jauh sebenarnya masih ada sejumlah titik lemah yang perlu ditambal lagi.

Buktinya jika memang Liverpool merupakan tim yang sudah sempurna, semestinya mereka mampu menjadi juara Liga Primer Inggris. Tapi kenyataanya mereka gagal melepas dahaga puasa gelar meski sempat unggul jauh atas Manchester City.

Baca Juga

Lantas, titik lemah mana saja yang harus diperbaiki Liverpool?


1. Pelapis Trent Alexander-Arnold dan Andrew Robertson

Bek Liverpool, Andy Robertson.

Pertama ada masalah di sektor bek sayap yang selama ini diperkuat oleh duet Trent Alexander-Arnold (TAA) dan Andrew Robertson. Memang kedua bek sayap itu tampil begitu fantastis di sepanjang musim, akan tetapi mereka juga manusia yang membutuhkan teman sebagai pelapisnya.

Di musim kemarin, Liverpool mengandalkan Alberto Moreno, James Milner dan Joe Gomez yang sesekali diturunkan pada posisi itu.

Melihat Alberto Moreno yang sudah dipastikan hengkang, James Milner mulai tergerus usia, dan Joe Gomez lebih baik di posisi bek tengah, rasanya sudah saatnya untuk mencari pemain baru untuk posisi bek sayap.

Agar tim bisa lebih seimbang, rasa-rasanya Jurgen Klopp perlu mencari setidaknya dua bek sayap agar bisa menjadi pesaing bagi Robertson dan TAA. Jika tidak, Liverpool di musim depan bakal mengalami masalah jika salah satu dari TAA atau Robertson absen.

Penyerang yang Lebih Hebat dari Daniel Sturridge

Skuat Liverpool merayakan gol Sturridge

Daniel Sturridge sudah hengkang dari Liverpool, artinya stok penyerang menjadi berkurang. Memang Liverpool saat ini memiliki tiga penyerang berkualitas dalam diri Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane, tapi itu saja tidak cukup.

Liverpool butuh seorang penyerang tengah yang bisa diandalkan untuk rencana cadangan jika Roberto Firmino lagi buruk secara peforma. Sebenarnya ada Origi yang di musim lalu mampu menjadi penyerang cadangan sekaligus supersub.

Tapi jika target Liverpool ingin menjadi juara Liga Primer Inggris, mereka butuh satu lagi penyerang yang lebih hebat dari Sturridge untuk bersaing dengan Origi sebagai pelapis atau mungkin bisa merebut satu tempat di antara Roberto Firmino, Mohamed Salah, dan Sadio Mane.


2. Gelandang Kreatif

Georginio Wijnaldum, salah satu gelandang pekerja keras yang dimiliki Liverpool.

Sekadar informasi, Liverpool di musim lalu memainkan sebuah skema yang sangat unik yaitu bertanding tanpa seorang playmaker atau gelandang kreatif. Dalam skema tiga gelandang yang dimainkan Liverpool, semuanya diisi oleh para pekerja keras.

Memang dengan adanya tiga gelandang pekerja di tengah, hal itu menguntungkan Liverpool. Bagaimana tidak, skema gegenpressing yang digunakan begitu cepat berjalan karena tidak ada delay bola yang dilakukan oleh playmaker.

Tapi mungkin untuk musim depan, melihat skema yang dimainkan oleh Liverpool sudah tidak begitu ampuh untuk Manchester City di Liga Primer Inggris. Ada baiknya jika Jurgen Klopp mulai mencari sosok gelandang kreatif atau playmaker sebagai rencana cadangan.

Pesaing Alisson Becker

Wajah semrawut ditunjukan Alisson Becker usai melakukan blunder.

Saat ini untuk posisi kiper, Liverpool setidaknya memiliki dua kiper dengan kualitas baik yaitu Alisson Becker dan Simon Mignolet. Alisson Becker dengan tugasnya sebagai kiper utama, sedangkan Mignolet menjadi pelapisnya.

Sayang ternyata kualitas Mignolet jauh di bawah Alisson Becker yang tergambar dengan hanya bermain di dua laga saja musim lalu. Andai Alisson mengalami cedera atau absen karena suatu hal, itu akan jadi bahaya karena Liverpool tak punya kiper pelapis sepadan Alisson.

LiverpoolLiga ChampionsLiga Primer InggrisLiga InggrisTRIVIA

Berita Terkini