Menerka Formasi dan Taktik Pelatih Baru AC Milan Musim Depan
INDOSPORT.COM - Inilah kemungkinan formasi dan strategi yang bakal digunakan Marco Giampaolo untuk mengembalikan kejayaan AC Milan musim 2019/20 mendatang.
Giampaolo telah resmi menandatangani kontrak sebagai pelatih AC Milan pada 19 Juni 2019 yang lalu. Ia akan melatih klub raksasa Serie A Italia tersebut sampai 2021. Namun, tidak menutup kemungkinan bisa sampai 2022 jika dibutuhkan.
Berikut gaya permainan yang mungkin bakal diterapkan oleh pelatih berusia 51 tahun itu di dalam skuat AC Milan seperti dilansir dari laman portal berita olahraga AC Milan Offside.
1. Formasi
Di klub-klub yang pernah ia latih sebelumnya (Sampdoria, Empoli, dan lain-lain), Giampaolo dikenal sebagai pelatih yang gemar menerapkan formasi 4-3-1-2. Dengan formasi tersebut, ia mampu fokus ke daerah pertahanan sekaligus serangan.
Dengan formasi tersebut, Milan harus beradaptasi lagi. Pasalnya, mereka sudah terbiasa dengan formasi 4-3-3 yang diterapkan Gattuso. Dengan 4-3-1-2, permainan Milan diperkirakan bakal lebih lambat. Apalagi Giampaolo juga fokus pada passing.
2. Passing
Seperti dijelaskan sebelumnya, passing atau umpan akan menjadi fokus sang pelatih. Namun, umpan yang akan diterapkan adalah umpan pendek dalam proses build-up serangan. Namun, bisa juga dikombinasikan dengan umpan jauh jika kondisi memungkinkan.
3. Pressing
Jika dalam kondisi diserang, Giampaolo biasanya menggunakan teknik pressing atau menekan lawan yang tengah menyerang. Bek kanan dan kiri akan mengejar bola dan gelandang tengah akan membantu. Sementara itu, dua bek tengah akan mundur untuk mengamankan gawang.
Jika dalam keadaan menyerang, beberapa pemain akan bergerombol di daerah bek tengah lawan untuk menjemput bola yang diumpankan kepada mereka.
4. Possession
Giampaolo juga akan menekankan permainan possession atau kepemilikan bola. Para pemain sebisa mungkin jangan sampai kehilangan bola. Selain untuk menguasai permainan, cara ini juga bisa digunakan untuk mengatur tempo.
Biasanya, pemain yang diharapkan menguasai teknik ini adalah gelandang tengah. Karena, ia merupakan distributor antara bek dan striker.
Selain taktik dan formasi, pemain-pemain seperti Krzysztof Piatek, Andre Silva, Patrick Cutrone, Lucas Paqueta, dan Alessio Romagnoli diperkirakan akan tetap dipertahankan oleh sang pelatih sebagai andalan.
Marco Giampaolo telah 12 kali melatih klub sepak bola Italia sebelum akhirnya berlabuh ke AC Milan. Dari semua tim yang pernah ia latih, hanya Sampdoria yang membuatnya betah bertahan sampai tiga tahun (2016-2019).
Di klub tersebut, Giampaolo telah memberikan catatan rekor 49 kali menang, 26 kali imbang, dan 48 kali kalah dari 123 pertandingan yang ia lalui.