x

Curacao, Negara Jajahan Belanda Berperingkat Jauh di Atas Indonesia

Sabtu, 29 Juni 2019 19:29 WIB
Penulis: Luqman Nurhadi Arunanta | Editor: Yohanes Ishak
Timnas Curacao di CONCACAF Gold Cup 2019. Foto: Stars and Stripes FC

INDOSPORT.COM – Sebagai sesama bekas negara jajahan Belanda, Indonesia dan Curacao punya prestasi berbeda di bidang olahraga sepak bola.

Curacao baru saja mencetak sejarah lolos ke perempatfinal CONCACAF Gold Cup untuk pertama kalinya. Gol pertama Curacao di Gold Cup juga dicetak pada tahun 2019 ini.

Lolosnya Curacao ke perempatfinal tidak lepas dari kerja keras dan keberuntungan. Usai kalah 0-1 dari El Savador, Curacao tampaknya akan terpuruk.

Baca Juga

Akan tetapi, Curacao bangkit di laga berikutnya melawan Honduras. Gol pemain Cardiff City, Leandro Bacuno, merupakan gol pertama bagi Curacao di Gold Cup dan berkat pertahanan solid mereka menang 1-0.

Di laga pamungkas, Curacao imbang 1-1 melawan Jamaika lewat gol dramatis Jurien Gaari pada menit ke-93. Curacao terbantu dengan kemenangan 4-0 Honduras atas El Savador dan membuat mereka lolos sebagai runner up grup C bersama Jamaika.

Keberhasilan Curacao menembus perempatfinal tidak hadir begitu saja bak permainan sulap. Di masa lalu, Belanda banyak memberikan sumbangsih kepada sepak bola Curacao.


1. Hubungan Sepak Bola Curacao dan Belanda

Selebrasi gol pemain Curacao pada CONCACAF Gold Cup 2019. Foto: The Bent Musket

Curacao merupakan negara persemakmuran Belanda yang berada di wilayah Kepulauan Karibia, sebelah utara Venezuela. Bahasa Belanda menjadi salah satu bahasa resmi di sana, selain Bahasa Papiemento.

Negara seluas 444 kilometer persegi ini memiliki ikatan kuat dengan Belanda, termasuk urusan sepak bola. Federasi sepak bola Curacao, Curacao Voetbal Bond (CVB), berdiri pada 1926.

Liga sepak bola pertama di Curacao bergulir pada 1926 dan baru berafiliasi dengan FIFA pada 1932. Pada 1958, Curacao tergabung dalam Persatuan Sepakbola Persemakmuran Belanda (NAVU).

Berkat afiliasi tersebut, banyak pemain-pemain asal Curacao yang berkesempatan mentas di Liga Belanda (Eredivisie). Klub raksasa Feyenoord Rotterdam sempat datang ke Curacao dan pelatih-pelatih kenamaan seperti Patrick Kluivert dan Pim Verbeek pernah melatih Timnas Curacao.

Baca Juga

Akan tetapi, sumbangsih Belanda tersebut bak pedang bermata dua bagi Curacao. Pemain-pemain keturunan atau yang lahir asli Curacao beberapa memilih membela Belanda ketimbang Curacao, seperti Vurnon Anita, Jetro Willems, dan Riechedly Bazoer.

Meski begitu, Curacao tidak kehabisan talenta. Masih ada kapten kesebelasan Cuco Martina yang membela Feyenoord dan Leandro Bacuna yang kini membela Cardiff City.

Setelah NAVU bubar pada 2011, federasi sepakbola Curacao berganti nama dalam Bahasa Papiemento menjadi Federashon Futbol Korsou (FFK).

Curacao perlahan mulai membangun kekuatan dan bersaing di ajang yang lebih besar. Perjalanan mereka untuk sampai ke putaran final Gold Cup 2019 juga tidak mudah sebab harus melewati babak kualifikasi.

Curacao berpeluang kembali membuat sejarah jika mampu menyingkirkan tuan rumah Amerika Serikat di babak perempatfinal, Minggu (30/06/19).

BelandaGold CupCuco MartinaBola InternasionalTim Nasional CuracaoPiala Emas

Berita Terkini