x

Ingat Kembali Masa Keemasan Grande Inter, Mampukah Kembali Terulang Musim ini?

Sabtu, 13 Juli 2019 18:06 WIB
Editor:
Inter Milan menjuarai Liga Champions musim 2009/10.

INDOSPORT.COMInter Milan berbenah jelang Serie A musim depan. Sejumlah pemain bintang berhasil didatangkan dan berharap kebangkitan Grande Inter jilid ketiga. Mampukah terwujud di musim ini?

Salah satu klub sepak bola kebanggaan Kota Milan tersebut memang tengah menjadi pusat perhatian dunia dalam sebulan ini, terlebih jika melihat pergerakan mereka di bursa transfer yang terbilang sangat agresif.

Saat sang rival, AC Milan baru mendatangkan dua pemain yakni Theo Hernandez dan Rade Krunic, kubu Biru-Hitam justru menggila dengan memboyong lima pemain baru di antaranya Gabriel Brazao, Diego Godin, Nicolo Barella, Stefano Sensi, serta Valentino Lazaro.

Baca Juga

Nama yang manajemen Inter datangkan pun bukan sembarangan. Ambil contoh dua pemain terakhir yang didatangkan Nicolo Barella dan Stefano Sensi, di mana dua gelandang muda tersebut merupakan salah satu pilar penting yang pernah dipercaya pelatih Italia untuk tampil di Timnas Senior.

Dengan melihat pergerakan belanja pemain Inter, tak salah jika menyebut tim besutan Antonio Conte saat ini tengah merajut mimpi serta berharap akan kebangkitannya era Grande Inter jilid ketiga.

Inter sendiri memang sempat mengalami masa keemasaan di era sepak bola dunia, baik di Italia hingga ke level Eropa, bahkan era tersebut telah dua kali mereka rasakan dengan pemain dan pelatih yang berbeda generasi.

Mari ingat kembali masing-masing era Grande Inter tersebut, yang dimulai saat Angelo Moratti mengambil alih Inter Milan pada tahun 1955 silam.

Raja minyak yang lahir di Somma Lombardo, Italia tersebut menjadi biang keladi kebangkitan Inter bahkan membuat klub tetangga sekaligus rival abadi mereka, AC Milan merasa segan dan sedikit cemburu.

Baru lima tahun mengakusisi Inter, ayah dari Massimo Moratti ini telah memiliki visi yang cukup jelas tentang arah jalan Inter di sepak bola Italia bahkan dunia. Ia pun berani mendatangkan Helenio Herrera, pelatih Argentina yang punya rekor bagus bersama Barcelona.

Pemain Inter Milan berselebrasi merayakan kemenangan atas AC Milan.

Hasilnya, tak butuh waktu lama bagi Inter untuk merengkuh sejumlah gelar bergengsi yang dimulai dari ajang Serie A tahun 1962/63, 1964/65, dan 1965/66.

Sebuah capaian yang mampu menghentikan hegemoni dua raksasa Italia saat itu yakni Juventus dan AC Milan, di mana pada musim sebelumnya dua tim ini sangat dominan dan silih berganti naik ke atas podium juara.

Namun capaian yang paling impresif grande Inter jilid pertama ini adalah raihan gelar Piala Eropa (sekarang Liga Champions) pertama pada tahun 1963. Capaian tersebut sukses menyamai rekor yang didapat AC Milan musim sebelumnya.

Hebatnya lagi, Inter Milan berhasil mempertahankan gelar mereka di musim 1964 dengan menaklukkan Benfica di partai final, sementara AC Milan harus menunggu enam tahun berselang untuk kembali mengangkat trofi tersebut.

Sayang, setelah Angelo Moratti mundur dari jabatannya pada tahun 1968, prestasi klub mulai mengendur. Inter Milan bahkan baru bisa meraih Scudetto kembali pada 1971, dan akhirnya menemui cerita penutup di Grande Inter jilid pertama.

Inter Milan harus menunggu hampir 40 tahun untuk kembali mengulang kisah manis mereka, dan lagi-lagi ada andil Moratti dalam kesuksesan jilid kedua ini.

Sakit yang menimpa presdien Inter saat itu, Giacinto Facchetti memaksa Moratti kembali turun gunung untuk memimpin Inter. Hasrat Moratti pun masih belum hilang, impian menyamai prestasi sang ayah jadi motivasi tinggi.

Baca Juga

Namun kebangkitan Inter musim 2005/06 silam sedikit penuh bumbu kontroversial, dimulai dari sanksi calciopoli yang menimpa Juventus dan akhirnya membuat Inter Milan mendapat gelar juara.

Degradasinya Juventus pun membuat Inter perlahan mulai mendominasi Serie A, dan puncaknya terjadi pada tahun 2010 saat Jose Mourinho sukses membawa Nerazzurri menyabet gelar Serie A dan Coppa Italia serta Liga Champions pada musim yang sama.

Hal tersebut menjadikan Inter Milan sebagai klub Italia pertama dalam sejarah yang berhasil meraih treble winners, dan menjadi cerita tersendiri di era Grande Inter jilid kedua.

Hengkangnya Jose Mourinho ke Real Madrid menjadi awal penurunan Inter Milan, dan cerita masa keemasan Inter pun berakhir pada musim 2009-10, karena tahun itu menjadi kali terakhir bagi Nerrazurri menjadi juara di liga domestik.

Kini dengan tambahan sejumlah pemain bintang macam Barella, Sensi bahkan Mauro Icardi dan Ivan Perisic serta kejeniusan taktik Conte yang sempat membawa Juventus tiga kali meraih Scudetto, patut dinanti apakah mimpi Grande Inter jilid ketiga bakal terwujud di musim ini.

Serie A ItaliaInter MilanLiga ItaliaBola InternasionalSepak Bola

Berita Terkini