x

Membayangkan Duet Naby Keita-Bakayoko di Barisan Tengah AC Milan

Selasa, 30 Juni 2020 15:18 WIB
Editor: Prio Hari Kristanto
Membayangkan dahsyatnya duet Naby Ketia-Tiemou Bakayoko di barisan tengah AC Milan andai keduanya jadi didatangkan di bursa transfer musim panas ini.

INDOSPORT.COM - Membayangkan dahsyatnya duet Naby Ketia-Tiemou Bakayoko di barisan tengah AC Milan andai keduanya jadi didatangkan di bursa transfer musim panas ini. 

Skema barter kembali muncul dalam masa bursa transfer musim panas 2020. Dua tim raksasa Eropa, AC Milan dan Liverpool, dikabarkan bakal melakukan tukar guling dalam perekrutan pemain. 

I Rossoneri dilaporkan bersiap melepas pemain terbaiknya, yakni Alessio Romagnoli. Bek 26 tahun itu bakal ditukar dengan gelandang tengah Liverpool, Naby Keita, plus uang transfer sebesar 60 juta euro. 

Secara matematis, AC Milan mungkin akan tergiur dan menerima tawaran Liverpool. Uang 60 juta euro bisa dipakai untuk mencari bek tengah pengganti Romagnoli, belum soal Naby Keita yang jadi bahan barter, kualitasnya terbilang memang dibutuhkan AC Milan.

Baca Juga
Baca Juga

Apalagi, AC Milan musim depan santer diisukan akan dilatih juru taktik Jerman, Ralf Rangnick. Sosok Rangnick pasti akan sangat senang bila AC Milan mendapatkan jasa Naby Keita.

Naby Keita bukan satu-satunya pemain yang saat ini tengah diburu AC Milan. Legiun asing dari Liga Inggris lainnya, Tiemoue Bakayoko, juga masuk radar buruan. 

Bakayoko saat ini berstatus sebagai pemain Chelsea. Pemain 25 tahun itu memberikan kesan baik saat dipinjamkan ke AC Milan musim lalu. 

Bakayoko menjadi pilihan utama di skuat Gennaro Gattuso sehingga Rossoneri tertarik untuk mendatangkannya kembali di bursa transfer musim panas ini. 

Untungnya, hal itu disambut positif oleh Bakayoko. Pemain kelahiran Prancis itu memang masih belum mampu menembus skuat inti Chelsea musim ini sampai harus dipinjamkan ke AS Monaco.

Baca Juga
Baca Juga

Kedatangan Naby Keita dan Tiemoue Bakayoko tentu akan memberikan warna tersendiri bagi skuat AC Milan musim depan. Bagaimana keduanya bisa bersinergi untuk menambah kekuatan AC Milan musim depan?


1. Duet Naby Keita dan Tiemou Bakayoko di Milan

Tiemoue Bakayoko (AC Milan) tengah menggiring bola dari Emre Can pada laga Serie A Italia melawan AC Milan pada Minggu (06/05/19) dini hari. Tullio M. Puglia / Getty Images

Naby Keita didatangkan Liverpool dari RB Leipzig pada 2018 dengan banderol fantastis 60 juta euro. Dirinya digadang-gadang mampu menggantikan peran Steven Gerrard. 

Setelah debut musim yang lumayan di Liverpool tahun lalu, Naby Keita musim ini harus tersingkir dari skuat utama Jurgen Klopp. Keita kalah bersaing dengan Fabinho dan Jordan Henderson. 

Meski begitu, bukan berarti ia pemain jelek. Justru di AC Milan, ia bisa menaikan level permainan Rossoneri. Secara natural, Naby Keita memiliki posisi bermain sebagai gelandang tengah. 

Ia juga bisa main melebar ke kiri dan kanan atau pun menjadi gelandang bertahan. Sebagai gelandang, ia juga tergolong cukup subur dengan mencetak 20 gol dan 11 assist dari 81 laga untuk Salzburg serta 17 gol dan 15 assist dari 71 laga untuk Leipzig.

Jika bermain di Milan, maka ia akan bersaing secara langsung dengan Ismael Bennacer. Meski begitu, keduanya bisa bermain dalam satu lapangan karena Milan di bawah Stefano Pioli menggunakan formasi 4-2-3-1. 

Di sinilah peran dari Tiemoue Bakayoko dibutuhkan. Bakayoko akan berduet dengan Bennacer sebagai double pivot. Sementara Naby Keita akan berada di depan sebagai gelandang tengah diapit oleh dua gelandang sayap yang biasanya dihuni oleh Samu Castillejo (kanan) dan Hakan Calhanoglu (kiri). 

Azpilicueta menjauhkan bola dari jangkauan Naby Keita.

Formasi in diyakini bakal solid karena diisi oleh pemain-pemain dengan fisik kuat serta determinasi yang bagus. Namun, kebersamaan AC Milan dengan Pioli diyakini hanya sampai akhir musim ini saja karena kedatangan Ralf Rangnick. 

Akan tetapi, bukan berarti Naby Keita dan Tiemou Bakayoko tak bisa digunakan musim depan. Justru formasi Ralf Rangnick sangat sesuai dengan karakter kedua pemain tersebut. 

Rangnick biasa memainkan formasi 4-2-2-2 atau pun 4-4-2. Dengan formasi 4-2-2-2, maka bisa ditebak Bakayoko akan berperan sebagai double pivot bersama Bennacer. 

Sementara Naby Keita akan berduet entah dengan Calhanoglu atau pun Castillejo/Paqueta. Sementara di lini depan ada Ante Rebic dan satu striker lainnya. 

Sedangkan jika menggunakan formasi 4-4-2, akan ada pemain yang dikorbankan antara Ismael Bennacer atau pun Tiemoue Bakayoko. Sementara Naby keita bisa tetap bermain bersama dengan Hakan Calhanoglu dan Samu Castillejo. 

Dengan banyaknya pilihan di lini tengah, Milan pun diyakini bakal lebih kuat musim depan. Jangan lupakan pula AC milan masih memiliki pemain seperti Franck Kessie, Rade Krunic, Lucas Paqueta, dan Lucas Biglia sebagai pelapis. 

Baik Naby Keita dan Tiemou Bakayoko memiliki kelebihan yang sama di AC Milan. Keduanya sama-sama jago tackling, drible, dan memotong aliran bola lawan. Keduanya juga terbiasa memainkan bola-bola pendek dan suka menerobos areal pertahanan lawan. 

Bursa TransferSerie A ItaliaAC MilanNaby KeitaTiemoue BakayokoBerita Bursa Transfer

Berita Terkini

Berita Terpopuler