x

Jangan Pernah Takut Bersaing dengan Pemain Muda Keturunan di Timnas Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2020 17:26 WIB
Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo
Skuat Timnas Indonesia U-19 di Kroasia.

INDOSPORT.COM - Para pencinta sepak bola Tanah Air tengah mendapatkan udara segar, mengingat rentetan hasil positif yang diraih Timnas Indonesia U-19 selama melakukan TC di Kroasia. Akan tetapi, di balik keberhasilan itu terdapat sebuah fenomena banyaknya pemain keturunan di skuat Garuda Nusantara.

Seperti kita ketahui sebelumnya, Timnas Indonesia U-19 telah 11 kali melakukan laga uji coba di Kroasia sejak awal September lalu hingga pertengahan Oktober 2020. Dari 11 laga tersebut, skuat Shin Tae-yong berhasil menang lima kali, dengan imbang tiga kali dan kalah tiga kali.

Baca Juga
Baca Juga

Saat uji coba perdana pada September 2020 lalu, timnas Indonesia U-19 sempat dihajar Bulgaria dengan skor 0-3. Kemudian di uji coba kedua mereka justru menjadi bulan-bulanan tuan rumah Kroasia dengan skor 1-7.

Bagas Kaffa dkk tidak menyerah, mereka terus berlatih dan perlahan membuahkan hasil dengan menahan imbang 3-3 raksasa Asia, Arab Saudi di laga ketiga. Namun, mereka kembali merasakan kekalahan dari Bosnia dengan skor 0-1.

Jack Brown di laga Timnas Indonesia U-19 vs Makedonia Utara U-19, Minggu (11/10/20).

Setelah itu Garuda Nusantara selalu memperlihatkan permainan menawan dan meraih sejumlah kemenangan. Mulai dari Qatar (2-1 dan 1-1), Dinamo Zagreb (1-0), NK Dugopolje (3-0), Makedonia Utara (4-1 dan 0-0) dan terakhir Hajduk Split (4-0) tak berkutik dihajar timnas Indonesia U-19.

Pencapaian luar biasa anak asuh Shin Tae-yong selama menjalani TC di Kroasia ini, sejalan dengan munculnya para pemain keturunan yang kini menjadi idola baru di Timnas Indonesia U-19.

Sebut saja Elkan Baggott yang seakan menjadi pemain kesayangan SHin Tae-yong karena performanya di lini belakang yang dinilai stabil. Hal ini pun diutarakan oleh pengamat sepak bola Indonesia, Binder Singh.

"Yang paling menarik perhatian adalah Elkan Baggott di lini pertahanan, tampak dia adalah kepingan terakhir dalam puzzle Shin Tae-yong untuk memperkuat lini pertahanan," ucapnya menambahkan.

Elkan Baggott saat berlatih bersama Timnas U-19.

Selain Elkan Baggott, muncul juga nama Jack Brown. Gelandang serang keturunan Indonesia-Inggris ini awalnya tidak mendapatkan kepercayaan dari Shin Tae-yong. Namun dirinya berhasil membuktikan kualitas serta kerja kerasnya selama ini dengan berhasil mencetak total tiga gol selama di Kroasia.

Lalu ada Kelana Mahessa, bersama dengan Luah Mahessa yang dipanggil oleh Shin Tae-yong dari Jerman ke Kroasia untuk menjalani laga terakhir Timnas Indonesia U-19 melawan Hajduk Split.

Usai laga tersebut, eks pelatih Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu pun memberikan pujian kepada Kelana, yang ia percayakan untuk bermain sejak menit awal pertandingan.

Kelana Noah Mahesa pemain keturunan Indonesia-Jerman yang dipanggil Shin Tae-yong ke TC Timnas U-19.

"Pada pertandingan tadi, dua pemain baru yakni Kelana Mahessa dan Luah Mahessa dimainkan, saya rasa mereka bermain cukup baik, terutama Kelana," kata Shin Tae-yong kala itu.

Dengan adanya empat pemain keturunan Indonesia di skuat Timnas Indonesia U-19 saat ini, tidak menutup kemungkinan untuk Shin Tae-yong kembali mencari para pemain muda keturunan lainnya di Eropa untuk dipanggil mengikuti TC di lain waktu.

Meskipun begitu, pria berusia 51 tahun ini mengakui bahwa ia tidak akan sembarangan dalam memilih pemain keturunan untuk bergabung bersama Timnas Indonesia U-19. Hal utama yang harus dimiliki tentunya adalah harus punya kualitas.

"Dalam pencarian pemain keturunan kami dibantu PSSI, tim pelatih dan ofisial timnas U-19. Kami sudah mempunyai data beberapa nama pemain dan sudah melakukan pembicaraan ke sejumlah pemain keturunan," kata Shin Tae-yong.

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.

Shin Tae-yong menegaskan bahwa ia betul-betul melihat kemampuan pemain keturunan yang akan ia panggil ke Timnas Indonesia. Bahkan, dirinya mengakui ada banyak tahapan yang ia lalui dalam melihat satu pemain.

"Pemain kami lihat dari curriculum vitae (CV), administrasi, analisa video dan setelah itu kami datangkan saat menjalani pemusatan latihan (TC) untuk melihat kualitasnya secara langsung," tegas Shin Tae-yong.

Baca Juga
Baca Juga

"Pada TC selanjutnya mungkin saja kami mendatangkan pemain keturunan sambil melihat perkembangan," pungkas Shin Tae-yong.

Apa yang diucapkan Shin Tae-yong memang selaras dengan kondisi di lapangan. Ada cukup banyak pemain muda Tanah Air yang berkiprah di luar negeri, baik keturunan maupun asli Indonesia. Hal ini sejatinya bisa menambah opsi bagi sang pelatih untuk menyambut turnamen sesungguhnya.

Lalu muncullah sebuah pertanyaan, apakah dengan adanya pemain keturunan di setiap lini dapat mengancam posisi para pemain muda Indonesia saat ini?


1. Jangan Pernah Takut untuk Terus Bersaing Secara Sportif

Jack Brown bersama dengan Bagas Kaffa.

Tanpa mengurangi rasa hormat penulis sebelumnya, sejatinya banyak pemain lokal di Timnas Indonesia muda, terutama di level U-19 yang layak disejajarkan dengan para pemain muda keturunan Indonesia yang berada di Eropa.

Sebut saja Bagas Kaffa yang telah teruji dan menjadi andalan Shin Tae-yong di lini belakang Timnas Indonesia U-19. Kemudian ada Witan Sulaeman, yang penampilannya di atas lapangan telah menarik perhatian klub Serbia, FK Radnik Surdulica, tertarik mendatangkannya. 

Jangan pula lupakan Beckham Putra Nugraha, Supriadi, David Maulana, Rizky Ridho, Pratama Arhan, hingga Bagus Kahfi yang saat ini tengah menjalani masa pemulihan cederanya.

Walaupun demikian, kita tidak boleh menutup mata perihal banyaknya pemain-pemain keturunan Indonesia yang berposisi di lini tengah dan layak untuk mendapatkan perhatian dari Shin Tae-yong.

Selain itu, para pemain muda lokal juga diminta untuk tidak perlu merasa 'minder' dengan pernyataan Shin Tae-yong yang masih membuka pintu untuk pemain-pemain keturunan Indonesia di luar sana.

Seperti diutarakan oleh pengamat sepak bola Tanah Air, Akmal Marhali. Dirinya mengatakan bahwa sepak bola tidak hanya mengandalkan satu-dua pemain saja, tetapi permainan yang kolektif.

Akmal Marhali

"Sepak bola tidak mengandalkan satu-dua pemain. Tapi, permainan kolektif. Kita lihat betapa bagusnya Lionel Messi di klub, namun tidak bisa berbuat apa-apa di Timnas Argentina," ucap Akmal kepada INDOSPORT.

"Artinya, Timnas akan bagus bila secara kolektif bermain sebagai sebuah tim," tambah Akmal.

Dirinya pun memiliki opini pribadi mengenai dua pemain bintang Timnas U-19, Jack Brown dan Elkan Baggott. Menurutnya, ada atau tanpa merekapun, Timnas Indonesia U-19 tidak jauh berbeda pola permainannya.

"Saya melihat ada Elkan Baggott dan Jack Brown maupun tidak ada mereka, Timnas U-19 tidak jauh berbeda. Kebetulan saja pas Elkan dan Jack main, lawan yang dihadapi tidak sebanding dengan mereka, baik itu Makedonia Utara maupun Hajduk Split," tutur Akmal.

"Lain cerita bila bertanding melawan Kroasia U-19. Lawan yang dihadapi juga menjadi ukuran seberapa maksimal permainan tim," tambahnya.

Hal ini pun selaras dengan pengamat sepak bola lainnya, Binder Singh. Dirinya mengatakan bahwa semua pemain yang ingin membela Timnas Indonesia U-19 harus memiliki kualitas dan lolos dari evaluasi Shin Tae-yong.

"Pemain keturunan yang bermain di Eropa bisa cepat beradaptasi karena punya kualitas teknik dan fisik yang diperlukan oleh Shin Tae-yong. Tapi itu semua masih perlu uji coba lanjutan untuk melihat konsistensi permainan. Semuanya tergantung evaluasi dari Shin Tae-yong," ucap Binder Singh kepada INDOSPORT.

Pernyataan Akmal dan Binder Singh di atas menandakan bahwasanya, baik itu pemain keturunan Indonesia maupun lokal, tidak akan dipilih oleh Shin Tae-yong jika tidak mampu bermain kolektif maupun skema yang diinginkannya.

Timnas u-19Bola InternasionalAkmal MarhaliJack BrownTimnas Indonesia U-19Elkan BaggottShin Tae-yongBinder SinghKelana Noah Mahessa

Berita Terkini