x

Dipimpin Jose Mourinho, AS Roma Sama Saja Bunuh Diri?

Jumat, 16 Juli 2021 14:55 WIB
Penulis: Izzuddin Faruqi Adi Pratama | Editor: Indra Citra Sena
Allenatore AS Roma, Jose Mourinho.

INDOSPORT.COM - Meski tengah menikmati euforia usai sukses memboyong Jose Mourinho, AS Roma diyakini sedang menunggu bencana. Pelatih asal Portugal tersebut dinilai tidak akan bisa mempersembahkan trofi yang mereka idam-idamkan.

Pernyataan tersebut keluar dari mulut seorang Paolo Di Canio yang notabene eks penggawa Lazio, rival sekota AS Roma. Pria Italia berusia 53 tahun tersebut menyukai Mourinho, namun tidak lagi mempercayai kemampuan arsitek berjuluk The Special One tersebut.

Opini Di Canio cukup beralasan mengingat Mourinho dalam beberapa tahun terakhir lebih terkenal berkat kontroversi dan karakternya. Titel terakhirnya adalah saat menangani Manchester United, yakni juara Liga Europa 2016-2017.

Baca Juga
Baca Juga

Jose Mourinho juga kondang dengan kebiasaan meninggalkan sebuah tim dalam kondisi terpecah-belah. Sehingga, Di Canio khawatir dengan kondisi AS Roma ke depannya.

"AS Roma memilih opsi terburuk dari yang terburuk. Saya tahu mereka ingin seorang bernama besar, tapi Mourinho sudah habis. Sepak bolanya bahkan jauh dari kata indah," tutur Paolo Di Canio.

"Mungkin saat konferensi pers, Anda bisa menikmati drama yang diciptakannya. Namun, Mourinho bukan pilihan tepat untuk membentuk sebuah tim. Saya tetap bilang begini meski ia pelatih favorit saya," tambah legenda West Ham United tersebut.


1. Rindu Pelatih Berprestasi

Jose Mourinho saat menangi Liga Europa bersama Manchester United.

Terlepas dari kualitas seorang Jose Mourinho, AS Roma memang sedang membutuhkan sosok juru taktik mumpuni. Sudah terlalu lama Serigala Ibukota dipaksa puasa gelar sejak memenangi Coppa Italia 13 tahun silam pada 2008.

Dalam beberapa tahun terakhir, AS Roma banyak bereksperimen dengan sejumlah manajer muda dengan harapan ide-ide segar masuk ke Trigoria. Sayang, tidak satu pun dari Rudi Garcia, Eusebio Di Francesco, dan Paulo Fonseca bisa menunjukkan hasil optimal.

Menunjuk nama-nama lama dengan harapan bisa mengulang atau memperbaiki hasil sebelumnya juga tidak membuahkan senyum.

Dalam sedekade terakhir, Olimpico Roma sudah menyambut Zdenek Zeman, Luciano Spaletti, dan Claudio Ranieri untuk kedua kalinya, namun sukses tak kunjung datang.

Baca Juga
Baca Juga

Sehingga, tidak ada salahnya Il Lupi kini mempercayai Mourinho. Pengalaman menghasilkan trofi untuk setiap klub yang ditanganinya.

Pengecualian terjadi saat Mou berada di Benfica, Leiria, dan Tottenham Hotspur. Setidaknya AS Roma bisa memompa optimisme lantaran sudah tidak menyentuh scudetto sejak Serie A Italia 2000-2001.

Jose MourinhoSerie A ItaliaAS RomaPaolo di CanioLiga ItaliaBerita Liga Italia

Berita Terkini