x

Gusur Duo Milan dari Puncak Klasemen, Napoli Enggan Jemawa

Jumat, 24 September 2021 06:11 WIB
Penulis: Izzuddin Faruqi Adi Pratama | Editor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya

INDOSPORT.COM - Start apik Napoli yag bertahan hingga pekan kelima Liga Italia 2021/2022 rupanya tidak membuat Luciano Spalletti terlena. Manajer Il Partenopei tersebut memang senang timnya bisa berada di puncak klasemen sementara namun enggan menjadikannya sebagai keharusan.

Saat ini Napoli jadi satu-satunya tim yang bisa mempertahankan rekor kemenangan 100%. Inter Milan, AC Milan, dan AS Roma yang sebelum ini juga rajin mendulang tri poin mulai menunjukkan langkah goyah pertama mereka.

Terbaru Napoli sukses memenangkan laga tandang ke markas Sampdoria pada Kamis (23/09/2021) lalu dengan skor mencolok 4-0. Bomber jangkung asal Nigeria, Victor Osimhen kembali jadi bintang mereka dengan sumbangan dua gol sekaligus.

Baca Juga
Baca Juga

Bagi Osimhen yang baru berusia 22 tahun, musim ini adalah musim pembuktian setelah di 2020/2021 tidak begitu bisa membuktikan kelayakan dirinya dihargai 75 juta Euro. Kini eks OSC Lille tersebut telah membukukan lima gol dari lima pertandingan di segala ajang.

Baca Juga
Baca Juga

"Saya punya banyak pemain hebat di Napoli. (Hirving) Lozano mencetak gol bagus dan ia layak mendapat menit bermain sebanyak mungkin. Aturan lima pergantian juga sangat membantu kami," tutur Spalletti usai laga melawan Sampdoria.

"Untuk bisa terus jadi pemuncak klasemen, kami harus mempertahankan permainan menyerang. Itu akan Napoli terus lalukan namun tidak ada obsesi berlebihan. Semuanya harus dilakukan perlahan dari laga ke laga," tambah allenatore berusia 62 tahun itu.


1. Pantas Raih Scudetto?

Victor Osimhen merayakan kemenangan Napoli atas Sampdoria bersama Lorenzo Insigne (23/09/21).

Memang masih terlalu dini untuk bicara soal Scudetto saat baru menjadi Capolista di Giornata keenam. Namun, publik Napoli tidak ada salahnya berandai-andai. Sudah lama sejak 1989/1990 mereka tidak merengkuh gelar juara Serie A.

Saat itu mereka masih diperkuat oleh mendiang Diego Maradona. Setelahnya paling banter Napoli hanya bisa menjadi runner-up seperti di musim 2018/2019, 2017/2018, 2015/2016, dan 2012/2013.

Spalletti juga bisa mengakhiri rasa penasaran menjadi manajer tim juara liga. Walau sempat menukangi AS Roma dan Inter Milan, ia hanya pernah menjadi penghuni peringkat kedua. Padahal ia dua kali mendapat anugerah manajer terbaik Serie A edisi 2005/2006 dan 2006/2007.

Serie A ItaliaAC MilanInter MilanNapoliLuciano SpallettiLiga ItaliaBerita Liga Italia

Berita Terkini