x

Ingin Rasakan 'Kekuatan Alis' Ancelotti jadi Alasan Rudiger Tolak Barcelona dan Gabung Real Madrid?

Selasa, 21 Juni 2022 21:49 WIB
Penulis: Izzuddin Faruqi Adi Pratama | Editor: Isman Fadil
Antonio Rudiger tergoda bujukan Carlo Ancelotti dan pilihannya untuk pindah terpatri pada Real Madrid meski punya kans bela Barcelona. (Foto: REUTERS/Kai Pfaffenbach)

INDOSPORT.COM - Antonio Rudiger hanya memikirkan Real Madrid sepanjang bursa transfer kali ini begitu memutuskan tidak lagi ingin bersama Chelsea.

Memang sempat ada minat dari Barcelona untuk memboyongnya namun bagi sang bek Jerman tawaran merumput di Santigao Bernabeu terdengar lebih seksi ketimbang di Camp Nou.

Baca Juga

Manajer Real Madrid, Carlo Ancelotti, turut berperan besar meyakinkan Rudiger memilih berlabuh ke ibu kota Spanyol usai meninggalkan ibu kota Inggris.

Juru taktik asal Italia itu kabarnya memang tidak bisa memberikan garansi memasang Rudiger sebagai starter reguler namun kharismanya sudah cukup menarik hasrat si pemain.

Ancelotti memang pelatih top yang kini tengah naik lagi reputasinya usai mengantarkan Los Blancos menjuarai Liga Spanyol dan Liga Champions sekaligus pada 2021/2022 lalu.

Baca Juga

Eks bos Bayern Munchen dan Paris Saint-Germain sering dianggap miskin taktik namun ia membuktikan jika klaim tersebut hanya bohong belaka.

Carlo Ancelotti kini dianggap pelatih 'sakti' karena bisa membuat Real Madrid keluar dari situasi sulit hanya dengan mengangkat satu alisnya saja.

"Mr. Ancelotti bisa pada saya jika dia mau saya datang ke Real Madrid. Ia bilang siap mengandalkan dan bersandar pada saya," beber Antonio Rudiger pada jumpa pers perkenalannya.

Baca Juga

"Pertama kali kontak dengan Ancelotti adalah di April lalu. Itu adalah sesuatu yang krusia karena setelahnya hanya Real Madrid yang saya pikirkan,"

"Klub lain sudah sempat mendekat. Ada tawaran dari Barcelona namun saya bilang pada saudara (sekaligus agen) agar memilih Real Madrid atau tidak sama sekali," imbuhnya lagi.


1. Dukung Madrid di Final Liga Champions

Antonio Rudiger (tengah) saat bersama Timnas Jerman. Foto: REUTERS/Heiko Becker.

Antonio Rudiger mengaku sudah mendukung Real Madrid sejak lama dan mengaku senang bisa mewujudkan mimpinya untuk mengenakan kostum putih ala El Real.

Bahkan di final Liga Champions 2022 lalu ia yang sudah mencapai kesepakatan pribadi dengan Real Madrid mendoakan agar Liverpool keluar sebagai pecundang.

Baca Juga

Hal ini juga didasari rasa kesalnya usai Chelsea yang kala itu masih ia bela kalah dua kali dari Si Merah di partai puncak Piala FA dan Carabao Cup.

Di laga itu taktik jempolan Carlo Ancelotti juga terlihat. Don Carletto bisa meyakinkan timnya untuk tidak goyah meski di penguasaan bola kalah dominan.

"Saya sangat senang Real Madrid menang. Saya tahu saya akan bermain di sini, dan rasanya (Liga Champions) seperti final ketiga saya musim ini setelah dua kekalahan melawan Liverpool," lanjut Rudiger lagi.

Baca Juga

"Real Madrid adalah soal kemenangan. Itulah makna terpenting bila bermain untuk kesebelasan ini dan saya tak sabar untuk memulai. Apa yang mereka tunjukkan di Liga Champions musim lalu sangat sulit dijelaskan maupun dituangkan menjadi kata-kata,"

"Itu sungguh luar biasa. Ancelotti dan tim melakukannya hal yang di luar perkiraan dan menjawab segala keraguan. Sungguh hebat," pungkasnya kemudian.

Baca Juga

Musim depan sebaiknya Antonio Rudiger berusaha mati-matian untuk bisa menjadi bek tengah utama Real Madrid menggeser salah satu dari Eder Militao atau David Alaba.

Pasalnya jika tidak maka ia akan jadi bahan olokan karena terang-terangan membuka pada publik jika sudah menolak Barcelona yang merupakan rival mereka dengan peluang main lebih besar.


2. Alves dan Marcelo Diisukan Bergabung dengan Klub Promosi Liga Spanyol

Dani Alves. (Foto: REUTERS/Albert Gea).

Dani Alves dan Marcelo sepertinya tidak perlu terlalu lama bersedih setelah dilepas oleh Barcelona dan Real Madrid pada bursa transfer musim panas kali ini.

Pasalnya mereka dirumorkan masih punya kesempatan untuk merumput di Liga Spanyol di bawah bendera Real Valladolid.

Valladolid adalah salah satu klub 'yoyo' di Negeri Matador dan reputasi tersebut mereka dapatkan sejak dekade 2000.

Di era modern ini Los Blanquivioletas paling lama bertahan di divisi teratas selama lima musim sebelum akhirnya terdegradasi ke kasta kedua.

Pada musim 2021/2022, Valladolid sukses meraih promosi kembali ke La Liga usai menjadi runner-up Divisi Segunda.

Baca selengkapnya: Didepak Real Madrid dan Barcelona, Marcelo dan Alves Bentuk Aliansi 'Sakit Hati' di Klub Kecil Ini?

Bursa TransferReal MadridBarcelonaCarlo AncelottiAntonio Rudiger

Berita Terkini