x

Termasuk Fariq Hitaba, PSSI Resmi Hukum 17 Wasit Liga 1 yang Tidak Kompeten

Senin, 22 Agustus 2022 11:35 WIB
Penulis: Petrus Manus Da' Yerimon | Editor: Prio Hari Kristanto
PSSI melalui Komite Wasit secara resmi menjatuhkan hukuman pembinaan kepada 17 perangkat pertandingan atau wasit yang bermasalah hingga pekan kelima Liga 1.

INDOSPORT.COM - PSSI melalui Komite Wasit secara resmi menjatuhkan hukuman pembinaan kepada 17 perangkat pertandingan atau wasit yang bermasalah dari pekan 1 hingga 5 Liga 1 2022/2023. Mereka dibebastugaskan dalam kurun waktu yang berbeda. 

Perangkat pertandingan itu terdiri dari wasit, additional assistant referee (wasit samping gawang) dan asisten wasit. Hal itu dijelaskan dalam rilis PSSI.

Baca Juga

Ketua Komite Wasit PSSI, Ahmad Riyadh menyatakan 17 korps baju hitam itu kurang kompeten atau melanggar Law of The Game (LOTG). Para pengadil lapangan tidak mengambil keputusan yang tepat sehingga rugikan beberapa klub. 

"PSSI berharap seluruh perangkat pertandingan menjalankan tugas sesuai Law of The Game (LOTG). Setiap wasit yang menjalankan tugas dengan baik pasti ada award, tetapi bila tidak menjalankan tugas dengan baik akan ada pembinaan tanpa tugas" kata Ahmad Riyadh.

Ahmad Riyadh menegaskan, wasit-wasit yang saat ini masih aman, harap berhati-hati menjalankan tugas. Ketim PSSI Asprov Jatim itu berharap mereka tetap fokus dan jalankan tugas sesuai LOTG.

Baca Juga

Sementara untuk 17 wasit yang dihukum, Komite Wasit akan tetap lakukan pembinaan. Akan ada pertemuan untuk evaluasi dan koreksi agar tidak terulang kesalahan yang sama. 

"Untuk perangkat pertandingan yang sedang menjalani pembinaan khusus tanpa tugas, tentu kami akan memberikan semangat dan akan melakukan meeting menanyakan kesiapan mental serta fisiknya agar ke depannya tidak melakukan kesalahan," tambah Ahmad Riyadh. 

Komite Wasit rencananya akan menggelar koordinasi dan evaluasi menyeluruh setiap pekan ke-10 dan kelipatannya kepada seluruh perangkat pertandingan.

Baca Juga

Sebelumnya, Komite Wasit mengistirahatkan 5 wasit utama, 3 asisten wasit, dan 4 asisten wasit tambahan yang berada di sisi kiri gawang selama 2-3 bulan. Mereka dianggap kompeten memimpin laga di Liga 1 2022. 

Namun, rupanya ada tambahan beberapa wasit yang dinilai lakukan kesalahan, sehingga kini total ada 17 nama. PSSI pun telah merilis nama-nama para pengadil lapangan tersebut. 


1. Berikut 17 wasit yang dihukum PSSI:

Wasit Fariq Hitaba memberi penjelasan pada Nick Kuippers. Foto: Nofik Lukman Hakim/Indosport.com

1. Fariq Hitaba (8 pekan dan baru bisa ditugaskan pada pekan ke-10)
2. Yeni Kristanto (8 pekan dan baru bisa ditugaskan pada pekan ke-10)
3. Abdullah (6 pekan dan baru bisa ditugaskan pekan ke-9)
4.Yudi Norcahyo (8 pekan dan baru bisa ditugaskan pekan ke-11)
5. Mustofa Umarella (10 pekan dan baru bisa ditugaskan pekan ke-13)
6. Tabrani (4 pekan dan baru bisa ditugaskan pekan ke-6)
7. Ami Jerimias Tepal (8 pekan dan baru bisa ditugaskan pekan ke-10)
8. Hamim Tohari (4 pekan dan baru bisa ditugaskan pekan ke-7)
9. Pipin Indra Pratama (4 pekan dan baru bisa ditugaskan pekan ke-7)
10. Darma Santoso (4 pekan dan baru bisa ditugaskan pekan ke-6)
11. Hotlan Nainggolan (4 pekan dan baru bisa ditugaskan pekan ke-7)
12. Hari Cristanta (4 pekan dan baru bisa ditugaskan pekan ke-7)
13. Mansyur (10 pekan dan baru bisa ditugaskan pekan ke-14)
14. Sudarmono (6 pekan dan baru bisa ditugaskan pekan ke-10)
15. Dwi Purba (8 pekan dan baru bisa ditugaskan pekan ke-13)
16. Gidion Napaherang (8 pekan dan baru bisa ditugaskan pekan ke-12)
17. Totok Fitrianto (8 pekan dan baru bisa ditugaskan pekan ke-12)


2. Banyak Wasit Berulah, Wacana Teknologi VAR Kembali Digaungkan

Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares melakukan protes kepada hakim garis pada laga pekan keempat Liga 1 menghadapi RANS Nusantara FC di Stadion Pakansari, Senin (15/08/22).

Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, belakangan menyoroti kinerja wasit di kancah Liga 1 Indonesia 2022-2023. Lagi- lagi sang pengadil lapangan hijau tersudut.

Diketahui, kinerja wasit di kancah Liga 1 memang seringkali menjadi sorotan. Keputusan mereka dinilai merugikan salah satu, atau bahkan dua klub yang bertanding.

Kritikan kali ini kembali datang dari pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares. Dia tidak menilai wasit di Indonesia itu buruk, memang cuma kerap melakukan kesalahan.

"Saya tidak bilang wasit Indonesia itu buruk. Wasit memang terkadang membuat kesalahan dan itu wajar, tapi kalau kesalahannya banyak dan berulang-ulang, ya tidak bagus juga," kata Bernardo Tavares.

Terkait permasalahan wasit ini, Bernardo Tavares menilai penggunaan Video Assistant Referee (VAR) sudah sangat dibutuhkan di kancah liga 1. 

Baca Selengkapnya: Liga 1: Banyak Wasit Berulah, Wacana Teknologi VAR Kembali Digaungkan

PSSIWasitLiga IndonesiaLiga 1Berita Liga 1

Berita Terkini