x

Dari Aji Santoso sampai Almeida, Rapor para Pelatih Arema FC yang Dipecat di Tengah Musim Liga 1

Selasa, 6 September 2022 13:42 WIB
Penulis: Ian Setiawan | Editor: Prio Hari Kristanto
Pemberhentian Eduardo Almeida dari posisi head coach alias pelatih kepala di Arema FC, sekaligus melanjutkan tradisi serupa selama era Liga 1. Foto: Ian Setiawan/INDOSPORT

INDOSPORT.COM - Pemberhentian Eduardo Almeida dari posisi head coach alias pelatih kepala di Arema FC, sekaligus melanjutkan tradisi serupa selama era Liga 1 berlangsung.

Klub berlogo kepala singa itu tercatat sudah tiga kali melakukan pergantian pelatih pada pertengahan kompetisi, sejak Kompetisi Liga 1 berlangsung pada 2017 silam.

Baca Juga

Eduardo Almeida diistirahatkan oleh Arema FC sebagai imbas deretan hasil tak memuaskan selama menjalani delapan pekan di Liga 1. 

Keputusan itu diambil selepas Arema FC melakukan lawatan ke markas Barito Putera, Minggu (04/09/22). Arema FC meraih satu poin saja dari hasil imbang 1-1.

Pasalnya, posisi Dendi Santoso dkk juga terbilang cukup baik di klasemen Liga 1. Arema FC menghuni jajaran delapan besar klasemen sementara dengan 11 poin saat ini.

Baca Juga

Situasinya tentu berbeda jika posisi tim berada di papan bawah, sebagaimana situasi yang dialami Javier Roca saat membesut Persik Kediri.

Di Persik, Javier Roca dicopot dari posisi head coach setelah tak pernah menang dalam tiga laga awal. Posisi mereka juga berada di dasar klasemen.

Namun, manajemen Arema FC tentu sudah melalui pertimbangan kuat di balik keputusan memberhentikan Eduardo Almeida dari posisi head coach.

Baca Juga

"Refresh ini penting agar tim kembali on the track di jalur target yang dicanangkan oleh manajemen," beber Manajer Arema FC, Muchammad Ali Rifky Senin (05/09/22).

Berikut rangkuman INDOSPORT terhadap hasil yang diraih tiga pelatih Arema FC di era Liga 1 yang diberhentikan di pertengahan jalan kompetisi.


1. 1. Aji Santoso

Aji Santoso saat memimpin latihan Arema FC.

Kiprah yang lumayan baik sebenarnya dijalani Aji Santoso saat membesut Arema FC pada Liga 1 musim 2017 silam. Saat itu, dia memilih mundur ketika kompetisi memasuki pertengahan musim.

Statistiknya selama melatih Arema FC cukup lumayan. Aji Santoso membawa tim meraih 27 poin, hasil dari 7 kali menang, 6 imbang dan 5 kali kalah.

Penyebab mundurnya ketika itu memang bukan karena hasil secara keseluruhan. Namun dia lebih disorot soal sejumlah hasil tak memuaskan secara beruntun di Liga 1.

Baca Juga

Tepatnya ketika Arema FC mengalami tren tak pernah menang dalam tiga laga terakhir sebelum jeda kompetisi. Aji Santoso hanya mengais satu poin dari hasil imbang melawan Borneo FC, selain kalah 0-2 dari Persija Jakarta dan Semen Padang.

Aji Santoso kemudian diangkat sebagai Pelatih Persela Lamongan menggantikan posisi Hery Kiswanto. Sementara posisi Aji di Arema FC, kemudian digantikan oleh Joko Susilo yang membawa tim finis di urutan 9 klasemen Liga 1.

2. Joko Susilo

Arema FC juga menempuh opsi serupa ketika Liga 1 musim 2018 lalu. Joko Susilo hanya mampu membawa Arema meraih poin 6 poin dari 8 laga kompetisi.

Baca Juga

Pencapaian Joko Susilo memang bisa dibilang buruk ketika itu. Lantaran dia hanya mampu membawa Arema FC merah 1 kali kemenangan, 3 kali imbang dan 4 kali dikalahkan lawan.

Padahal, Joko Susilo cukup sukses dalam melanjutkan kiprah Aji Santoso saat menggantikannya di paruh musim 2017. Striker legendaris Arema itu mengantar Hanif Sjahbandi dkk finis di peringkat 9 dengan 49 poin. 

Klub lantas menggeser posisi Joko Susilo dari posisi head coach. Arema FC kemudian menunjuk Milan Petrovic sebagai pengganti setelah sebelumnya menjabat sebagai direktur teknik tim.

Bersama pelatih kebangsaan Slovenia tersebut, Tim Singo Edan berhasil bangkit dari keterpurukan di zona degradasi. Arema dibawanya finis di peringkat ke-6 dengan 50 poin.

3. Eduardo Almeida

Secara umum, kiprah Eduardo Almeida musim ini memang kurang maksimal. Melakoni 8 laga, pelatih kebangsaan Portugal itu membawa tim meraih 11 poin dari hasil 3 kali menang, 2 imbang dan 3 kalah.

Posisi Arema FC juga berada di jajaran 8 besar klasemen dan terbilang cukup baik. Namun, keroposnya sektor pertahanan membuat Arema FC minus 1 gol, dengan mencetak 9 gol dan kebobolan 10 gol.

Padahal, Almeida terbilang sukses pada musim pertamanya melatih Arema FC. Dia mengantar Arema finis di posisi 4 besar klasemen Liga 1 2021/2022 dengan 65 poin.

Baca Juga

Pada awal musim pun, dia mempersembahkan gelar juara turnamen pramusim. Arema FC di bawanya memenangi trofi Piala Presiden untuk ke-3 kali seusai tahun 2017 dan 2019. Sayang, kiprah itu tak mampu meredam desakan out dari kalangan suporter. 

Selain soal hasil, skema permainan yang monoton dan tak variatif juga menjadi faktor menentukan dari keputusan klub Arema FC memberhentikan Eduardo Almeida di Liga 1. 


2. Arema FC Pastikan Staf Kepelatihan Tak Berubah,

Pelatih Arema FC, Eduardo sedang berdiskusi di tengah padamnya lampu stadion ketika Oficial Training. Foto: MO Arema FC

Klub Liga 1 Indonesia, Arema FC, memang telah membuat keputusan strategis dengan memberhentikan Eduardo Almeida dari posisi pelatih kepala alias head coach.

Keputusan tersebut diambil setelah melalui pertimbangan matang seusai lawatan tim berjuluk Singo Edan itu ke markas Barito Putera, Minggu (04/09/22).

Padahal, Arema FC mampu mencuri 1 poin dari hasil imbang 1-1 kontra Barito Putera di Stadion Demang Lehman Martapura.

Namun, manajemen Arema FC memutuskan untuk mengistirahatkan Eduardo Almeida. Sementara itu, posisi pelatih kepala untuk sementara dijabat Kuncoro sepulang dari Kalimantan Selatan.

Seiring hal itu, manajemen klub berlogo kepala singa itu juga memastikan bahwa perubahan hanya terjadi di posisi head coach untuk tim Arema FC di Liga 1 musim ini. 

Baca Selengkapnya: Liga 1: Arema FC Pastikan Staf Kepelatihan Tak Berubah, Termasuk Kolega Almeida

Aji SantosoLiga IndonesiaArema FCLiga 1Eduardo AlmeidaBerita Liga 1

Berita Terkini