x

Tak Seperti Iker Casillas, 5 Pemain Ini adalah Penyuka Sesama Jenis

Senin, 10 Oktober 2022 16:22 WIB
Penulis: Maria Valentine | Editor:
Akun media sosial Iker Casillas diretas dan mengaku sebagai penyuka sesama jenis.

INDOSPORT.COM - Orientasi seksual seseorang memang tak berpengaruh pada performanya dalam sepak bola. Terdapat lima pemain yang mengakui bahwa dirinya gay di depan umum.

Lantas, ada sejumlah pesepak bola yang sudah terang-terangan mengumumkan dirinya sebagai seorang penyuka sesama jenis.

Baca Juga

Baru-baru ini, kiper legenda Real Madrid dan Timnas Spanyol, Iker Casillas, menulis pernyataan di akun Twitter pribadinya bahwa dirinya seorang gay.

Cuitan tersebut langsung mendapat berbagai respon dari warganet, termasuk legenda Spanyol lainnya, Carles Puyol.

Baca Juga

Namun tak berselang lama, Casillas memberi klarifikasi bahwa cuitan tersebut bukanlah dirinya, melainkan akunnya telah diretas oleh pihak lain.

Di luar peristiwa tersebut, berikut lima pesepak bola yang sudah lebih dulu mengumumkan dirinya sebagai seorang gay.

Thomas Hitzlsperger

Thomas telah bermain di beberapa klub, seperti Aston Villa, Stuttgart, Lazio, Wolfsburg, West Ham dan Everton.

Dia pun pensiun pada 2013 di usianya yang ke-31. Seringnya dibekap cedera jadi alasan pemain asal Jerman ini memutuskan pensiun.

Baca Juga

Setahun berikutnya, Thomas mengakui dirinya gay saat diwawancarai oleh sebuah surat kabar Jerman, Die Zeit.

Rekan-rekannya pun mendukung keputusan tersebut, termasuk Lukas Podolski dan mantan pelatih Timnas Jerman, Joachim Low.


1. David Testo

Ilustrasi lapangan sepak bola.

Selama kariernya, David bermain untuk Richmond Kickers, Colombus Crew, Vancouver Whitecaps, dan Montreal Impact.

Dalam sebuah wawancara dengan radio asal Kanada, Radio Canada, pada November 2011, David mengungkapkan isi hatinya sebagai gay.

Baca Juga

Dia juga menyebut bahwa keluarga, teman, dan staf tim Montreal sudah mengetahui orientasi seksualnya tersebut.

Apalagi, David adalah pesepak bola asal Amerika Serikat pertama yang mengaku sebagai gay. Ia juga banyak terlibat dalam kegiatan orientasinya.

Di 2019, David tampil di 'Standing on the Line', sebuah film dokumenter terkait homofobia dalam olahraga.

Baca Juga

David juga kelompok penasihat kampanye You Can Play yang berjuang untuk menghilangkan homofobia di dunia olahraga.

Anton Hysen

Anton adalah anak dari pesepak bola Swedia, Glenn Hysen, yang juga merupakan seorang gay. Sama seperti Thomas, cedera memaksanya untuk gantung sepatu lebih cepat.

Di tahun 2011, Anton secara terbuka mengungkapkan diri sebagai seorang homoseksual. Saat itu, dirinya baru berusia 20 tahun. Keluarga dan temannya pun mendukungnya.

Pada Maret 2011, Anton tampil di saluran televisi Swedia TV4 dalam sebuah acara debat 'Bisakah gay bermain sepak bola juga?'.

Baca Juga

Dia juga berpartisipasi dalam acara reality show TV Lets Dance edisi ke-7 dan menjadi gay pertama yang memenangkan kontes tersebut.

Pada akhirnya, muncul sebuah film dokumenter berjudul 'Rise Above' pada 2013 yang menceritakan kisah Anton sebagai pesepak bola penyuka sesama jenis.


2. Oliver Rouyer

Ilustrasi bola.

Pria 66 tahun ini telah bermain untuk Timnas Prancis 17 kali. Di level klub, Oliver bergabung dengan Nancy, Strasbourg, dan Lyon.

Setelah pensiun, Oliver mengelola Nancy dan FC Sion. Namun, pengakuan dirinya sebagai gay baru diumumkannya pada 2008.

Baca Juga

Dia kini jadi satu-satunya pesepak bola asal Prancis yang mengungkapkan orientasi seksualnya di depan umum. Ia juga berjuang melawan homofobia di negaranya.

Justin Fashanu

Dalam kariernya, Justin memecahkan rekor pemain kulit hitam Inggris termahal pada 1981 saat dirinya pindah dari Nowich City ke Nottingham Forest seharga 1 juta poundsterling.

Baca Juga

Lalu pada 22 Oktober 1990, The Sun Tabloid menerbitkan tajuk utama 'Bintang Sepak Bola 1 Juta Poundsterling: Saya Gay'.

Bukannya dukungan yang datang, justru hinaan yang menghampiri Justin. Bahkan, tidak ada klub yang mau menampungnya.

Di tahun 1998, Justin juga didakwa melakukan pelecehan seksual terhadap seseorang berusia 17 tahun setelah mabuk di Amerika.

Ketika polisi mencoba menangkapnya atas tuduhan ini, dia melarikan diri ke negara asalnya Inggris. Kemudian pada 3 Mei 1998, Justin bunuh diri.

Baca Juga

Setelah kematiannya, The Pink Paper menempatkan Justin Fashanu di posisi ke-99 dalam 500 Pahlawan Lesbian dan Gay Teratas.

Netflix juga merilis film untuk mengenang Justin bernama Forbidden Games: The Justin Fashanu Story pada tahun 2017.

Iker CasillasBola InternasionalLGBTTRIVIA

Berita Terkini