x

5 Cara bagi Graham Potter untuk Akhiri Mimpi Buruk dan Selamatkan Kariernya di Chelsea

Rabu, 1 Maret 2023 17:55 WIB
Editor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
Aksi Graham Potter di laga Chelsea vs RB Salzburg (15/09/22). (Foto: REUTERS/David Klein)

INDOSPORT.COM – Graham Potter memiliki lima cara untuk mengakhiri mimpi buruknya sekaligus menyelamatkan kariernya bersama klub Liga Inggris (Premier League), Chelsea.

Nama Graham Potter terus menjadi perbincangan sepanjang awal tahun 2023 ini, dikarenakan buruknya penampilan tim arahannya, Chelsea.

Terhitung di tahun 2023 ini, klub asal London Barat itu terus mencatatkan torehan negatif dengan hanya meraih satu kemenangan dari 11 laga terakhirnya di berbagai ajang.

Tak hanya meraih hasil minor di Liga Inggris, hasil buruk juga didapat di kompetisi lainnya seperti tersingkir dari Piala FA dan juga kalah di leg pertama babak 16 besar Liga Champions dari Borussia Dortmund.

Hasil minor ini pun terbilang mengkhawatirkan. Sebab hasil buruk ini, terutama di kancah Liga Inggris, membuat Chelsea lebih dekat ke zona degradasi ketimbang empat besar klasemen.

Baca Juga

Parahnya, hasil minor ini didapat setelah Chelsea jor-joran dengan mengeluarkan dana lebih dari Rp5 triliun di Januari 2023, yang menjadi rekor transfer sepanjang sejarah Liga Inggris.

Dengan dukungan masif dari pemilik baru Chelsea itu, Graham Potter justru tak memberikan hasil apik bagi tim berjuluk The Blues itu.

Baca Juga

Tak ayal tuntutan pemecatan pun hadir bagi eks pelatih Brighton tersebut, meski dirinya baru datang pada September 2022 lalu untuk menggantikan Thomas Tuchel.

Bahkan beredar kabar bahwa waktu Graham Potter di Chelsea tak lama lagi. Ia dituntut untuk meraih hasil di dua laga selanjutnya, yakni melawan Leeds United dan Borussia Dortmund.

Agar tak dipecat secara memalukan, ada lima cara agar Graham Potter bisa mengakhiri mimpi buruknya itu dan menyelamatkan kariernya di Chelsea. Apa saja itu?

Baca Juga

1. Menuntaskan Hal Teknis Chelsea

Ekspresi kecewa Graham Potter di laga Manchester City vs Chelsea (10/11/22). (Foto: REUTERS/Craig Brough)

1. Menentukan Starting XI Terbaiknya

Sejak bergabung Chelsea pada September 2022 lalu, Graham Potter memiliki fakta mengejutkan, yakni menggunakan 32 pemain berbeda musim ini.

Jumlah ini menjadi yang terbanyak dan menandakan bahwa dirinya belum mengetahui formasi terbaiknya bersama Chelsea dan kerap melakukan eksperimen yang berimbas pada hasil buruk The Blues.

Di dua laga selanjutnya, Graham Potter pun harus menentukan Starting XI terbaiknya, termasuk pemain yang akan diandalkannya di sisa musim ini tanpa melakukan ekperimen setiap laga.

Baca Juga

2. Menemukan Juru Gedor sebagai Juru Selamat

Permasalahan Chelsea terutama ada pada kesulitannya menciptakan gol, meski telah mendatangkan pemain-pemain baru di sektor lini serang.

Graham Potter pun harus menemukan juru gedor yang bisa jadi juru selamatnya. Sejauh ini Kai Havertz didapuk sebagai juru gedornya pun gagal membuktikan kapasitasnya.

Sehingga, tak ada salahnya Graham Potter mencadangkannya dan mempercayakan kembali Pierre-Emerick Aubameyang atau mengandalkan Raheem Sterling sebagai Focal Point yang punya kemampuan mencetak gol.

Baca Juga

3. Mengakhiri Rentetan Hasil Buruk

Jika telah menemukan Starting XI terbaiknya dan juru gedor yang bisa jadi juru selamatnya, Graham Potter pun harus mulai berfokus pada hasil.

Sadar atau tidak, dalam beberapa konferensi persnya, ia selalu menekankan pada usahanya membuat Chelsea bermain apik dengan para pemainnya.

Sudah saatnya bagi Graham Potter menanggalkan idealismenya dengan permainan indah, dan lebih realistif dengan memainkan gaya permainan pragmatis demi mendapatkan hasil.

Baca Juga

2. Benahi Hal Non Teknis

Graham Potter, pelatih Chelsea. Foto: REUTERS/Matthew Childs

4. Memperbaiki Hubungan dengan Fans

Salah satu hal yang membuat posisi Graham Potter di ujung tanduk adalah para pendukung Chelsea yang tak mendukungnya.

Sejak awal kehadirannya, Graham Potter tak diterima karena menggantikan pelatih favorit fans pada diri Thomas Tuchel. Parahnya, ia bahkan tak berusaha membangun hubungan dengan pendukung dan lebih banyak menantang pendukung Chelsea.

Imbasnya pun terlihat dari sorakan yang diberikan kepada Graham Potter di stadion, yang berujung penuntutan pemecatan di dunia nyata dan media sosial.

5. Tunjukkan Kemampuan Mengembangkan Bakat Muda

Graham Potter dikenal sebagai pelatih yang mampu mengeluarkan kemampuan terbaik pemain muda selama menukangi Brighton.

Namun hal ini tak ditunjukkan saat di Chelsea yang banyak mendatangkan pemain muda, entah itu karena taktik atau hubungan personal yang tak baik.

Alhasil, para pemain muda berlabel bintang seperti Mykhaylo Mudryk, Joao Felix, Enzo Fernandez, dan bahkan Reece James terlihat tampil buruk di bawah arahannya.

ChelseaLiga Primer InggrisLiga InggrisBerita Liga InggrisOne FootballGraham Potter

Berita Terkini