5 Pelatih dengan Pesangon Termahal di Dunia, Graham Potter Termasuk?
INDOSPORT.COM – Pemecatan yang dilakukan klub Liga Inggris (Premier League), Chelsea, membuat Graham Potter mendapat pesangon. Apakah itu membuatnya masuk daftar pelatih dengan pesangon besar pasca dipecat?
Pemecatan tersebut didapatkan pelatih berusia 47 tahun itu pada Senin (03/04/23) dini hari WIB, tepat setelah Chelsea tumbang dari Aston Villa, Sabtu (01/04/23).
Di laga tersebut, tim berjuluk The Blues itu takluk dengan skor cukup telak di hadapan pendukungnya sendiri, yakni dengan skor 0-2.
Kekalahan itu membuat Chelsea kemudian merosot ke peringkat 11 klasemen, berada tepat di belakang Aston Villa yang naik ke posisi ke-10.
Hasil tersebut membuat petinggi Chelsea pun murka. Kemudian klub asal London Barat itu mengambil keputusan memecat pelatihnya tersebut.
Pemecatan Graham Potter pun menjadi ironi tersendiri bagi Chelsea, mengingat ia baru direkrut pada September 2022 lalu, atau sekitar delapan bulan yang lalu.
Apalagi, eks pelatih Brighton itu direkrut dan memiliki kontrak jangka panjang, yakni selama 5 tahun atau hingga 2027 mendatang.
Karena dipecat, Chelsea pun harus membayar pesangon baginya. Dilansir dari Daily Mail, The Blues membayar pesangon sebesar 13 juta poundsterling (Rp242 miliar).
Pesangon itu terbilang fantastis bagi Graham Potter dan bagi Chelsea. Apalagi jika mengingat The Blues harus menebusnya dengan angka 22 juta poundsterling (Rp409 miliar) dari Brighton.
Meski begitu, pesangon besar dari Chelsea ini tak membuat Graham Potter masuk dalam daftar pelatih dengan kompensasi besar pasca dipecat. Lalu, siapa saja penghuni lima besar pelatih dengan pesangon besar di dunia?
1. Mourinho Jadi Sultan
5. Laurent Blanc (PSG)
Raksasa Liga Prancis, Paris Saint-Germain, pernah memiliki pelatih jempolan pada diri Laurent Blanc terhitung sejak tahun 2013 sampai 2016.
Selama hampir tiga tahun menjabat sebagai pelatih PSG, pria yang kini berusia 57 tahun itu mampu meraih 11 gelar. Namun, prestasi itu tak membuat Les Parisiens mempertahankannya.
Blanc pun dipecat pada 2016 dan PSG harus membayar pesangon sebesar 17 juta poundsterling (Rp316 miliar) karena kontraknya masih tersisa hingga 2018 atau dua tahun lagi.
4. Jose Mourinho (Chelsea)
Jose Mourinho sempat menjadi pelatih yang paling banyak mendapat pesangon di jagat sepak bola pasca dipecat Chelsea pada tahun 2007 silam.
Saat itu, Mourinho yang membawa Chelsea meraih sukses di kancah domestik, dipecat dan mendapat pesangon sebesar 18 juta poundsterling (Rp335 miliar).
Pesangon sebesar itu tak lepas dari kontrak yang ia miliki, usai membawa Chelsea meraih dua gelar Liga Inggris, satu gelar Piala FA dan dua gelar Piala Liga Inggris sejak 2004 hingga 2007.
3. Jose Mourinho (Manchester United)
Jose Mourinho benar-benar menjadi ‘sultan’ karena kerap mendapat pesangon besar. Usai mendapat pesangon dari Chelsea, ia mendapat pesangon dari Manchester United.
Tak tanggung-tanggung, pria berjuluk The Special One ini mendapat pesangon sebesar 19,6 juta poundsterling (Rp364 miliar) pada akhir tahun 2018, karena ia baru meneken kontrak anyar di awal musim.
Meski begitu, angka tersebut tak berarti apa-apa mengingat Mourinho mampu membawa Manchester United Liga Europa dan Piala Liga Inggris.
2. Chelsea Paling Tekor
2. Julian Nagelsmann (Bayern Munchen)
Julian Nagelsmann belum lama ini mendapat pemecatan dari Bayern Munchen, tepatnya pada jeda internasional di akhir Maret 2023.
Pemecatan itu dikarenakan Bayern Munchen ingin merekrut Thomas Tuchel. Alhasil, Nagelsmann yang punya kontrak hingga 2026 atau tiga tahun lagi dilengserkan begitu saja.
Karena dipecat dengan kontrak tiga tahun tersisa, media Jerman, Bild, menyebutkan pelatih berusia 35 tahun itu mendapat pesangon sebesar 23,7 juta poundsterling (Rp441 miliar) dari Bayern Munchen.
1. Antonio Conte (Chelsea)
Chelsea menjadi tim yang paling sering gonta-ganti pelatih, sehingga kerap membayar pesangon karena memecat pelatih-pelatihnya.
Salah satu pelatih yang bikin Chelsea tekor mengeluarkan duit pesangon adalah Antonio Conte, yang mendapat kompensasi sebesar 26,6 juta poundsterling (Rp495 miliar) saat dipecat 2018 lalu.
Saat itu, Conte bahkan menyeret Chelsea dan Roman Abramovich selaku pemilik klub ke pengadilan untuk mendapat pesangon sebesar itu.