Luka Modric Belum Mau Pensiun, Milan Siapkan Perpanjangan Kontrak Meski Cedera
INDOSPORT.COM - Luka Modric tampaknya belum ingin gantung sepatu dengan cara yang pahit. Gelandang veteran AC Milan itu dikabarkan siap melanjutkan masa baktinya di San Siro selama satu musim lagi, meski baru saja mengalami cedera retak tulang pipi dalam laga Serie A melawan Juventus.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Modric diperkirakan akan mengaktifkan klausul perpanjangan kontrak satu tahun bersama Milan. Keputusan itu menjadi sinyal kuat bahwa pemain berusia 40 tahun tersebut tidak ingin cedera menjadi titik akhir dari karier gemilangnya di sepak bola profesional.
Cedera itu didapat saat Milan bermain imbang 0-0 melawan Juventus. Modric mengalami benturan dengan Manuel Locatelli ketika berduel udara. Pemeriksaan medis kemudian memastikan adanya retak tulang pipi kiri, dan ia harus menjalani operasi untuk memperbaiki cedera tersebut. Reuters melaporkan operasi berjalan sukses, sementara Modric diperkirakan masih berpeluang pulih tepat waktu untuk memperkuat Kroasia di Piala Dunia 2026.
Akibat cedera tersebut, musim klub Modric bersama Milan praktis berakhir lebih cepat. Ia diprediksi melewatkan empat laga terakhir Serie A musim 2025/26. Namun, cedera ini tidak mengubah rencana besarnya. La Gazzetta dello Sport melaporkan bahwa Modric condong menerima perpanjangan kontrak 12 bulan, sehingga ia bisa tetap bersama Rossoneri hingga akhir musim 2026/27.
Kehadiran Modric di Milan sejauh ini dinilai sangat sukses. Datang pada awal musim 2025/26 setelah meninggalkan Real Madrid, ia langsung menjadi bagian penting dalam struktur permainan tim. Meski usianya sudah memasuki kepala empat, Modric masih tampil reguler dan menjadi salah satu pemain paling dipercaya di lini tengah.
Catatannya cukup mencolok. Modric menjadi starter dalam 32 dari 34 pertandingan Milan di Serie A musim ini, dengan total 2.788 menit bermain di liga. Jumlah itu bahkan lebih tinggi dibanding menit bermain yang ia kumpulkan pada masing-masing dari lima musim terakhirnya bersama Real Madrid. Data ini menunjukkan bahwa Milan bukan sekadar menjadikannya simbol pengalaman, tetapi benar-benar mengandalkannya sebagai pemain inti.
Secara teknis, klausul perpanjangan itu berada di tangan klub. Namun, Milan disebut tidak akan mengaktifkannya tanpa persetujuan sang pemain. Dalam situasi ini, keputusan akhir tetap bergantung pada Modric. Jika ia memberi lampu hijau, manajemen Milan diyakini siap mempertahankannya untuk satu musim lagi.
Pengumuman resmi kemungkinan belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Laporan di Italia menyebut Milan dan Modric bisa menunggu hingga Piala Dunia 2026 selesai sebelum mengumumkan keputusan final. Fokus utama sang pemain saat ini adalah pemulihan cedera dan persiapan membela Kroasia di turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai Juni mendatang.
Bagi Modric, Piala Dunia 2026 bisa menjadi panggung internasional terakhirnya. Ia sudah menjadi ikon terbesar dalam sejarah sepak bola Kroasia, membawa negaranya mencapai final Piala Dunia 2018 dan finis ketiga pada edisi 2022. Dengan pengalaman dan pengaruhnya di ruang ganti, kehadirannya tetap sangat penting bagi skuad asuhan Zlatko Dalic.
Di level klub, motivasi Modric untuk bertahan di Milan juga cukup jelas. Ia disebut tertarik dengan peluang bermain di Liga Champions musim depan di bawah arahan Massimiliano Allegri. Milan saat ini berada di jalur untuk mengamankan posisi empat besar Serie A, meski persaingan di papan atas masih harus diselesaikan hingga akhir musim.
Selain faktor kompetitif, ada juga sisi emosional. Modric disebut ingin mengakhiri karier profesionalnya dengan cara yang pantas: di klub besar, di stadion ikonik seperti San Siro, dan bukan karena dipaksa berhenti oleh cedera. Bagi pemain dengan reputasi sebesar dirinya, memilih waktu dan tempat perpisahan tentu menjadi bagian penting dari warisan karier.
Karier Modric memang sulit dilepaskan dari Real Madrid. Bersama klub Spanyol itu, ia meraih banyak trofi besar, termasuk enam gelar Liga Champions, serta memenangkan Ballon d’Or 2018. Namun, kepindahannya ke Milan membuktikan bahwa ia masih memiliki sesuatu untuk diberikan di level tertinggi, bahkan ketika banyak pemain seusianya sudah lama pensiun.
Cedera tulang pipi jelas menjadi gangguan serius, tetapi bukan akhir cerita. Dengan operasi yang sudah dilakukan dan peluang tampil di Piala Dunia masih terbuka, Modric kini memasuki fase penting dalam kariernya: pulih, memimpin Kroasia, lalu menentukan babak terakhir bersama Milan.
Jika perpanjangan kontrak benar-benar terealisasi, maka musim depan bisa menjadi kesempatan terakhir publik San Siro menyaksikan salah satu gelandang terbaik generasinya. Dan bagi Modric, itu akan menjadi cara yang jauh lebih pantas untuk menutup perjalanan panjangnya, bukan dari ruang perawatan, melainkan dari lapangan, dengan bola tetap berada di kakinya.