Bayern Munchen Dikabarkan Mengincar Duo Belanda Milik Sunderland Seharga Rp1,95 Triliun
INDOSPORT.COM - Bayern Munchen dikabarkan memantau dua pemain Sunderland, Brian Brobbey dan Robin Roefs, menjelang bursa transfer musim panas. Keduanya menarik perhatian setelah memberi dampak besar pada musim pertama Sunderland kembali ke Premier League.
Brobbey dan Roefs baru datang ke Stadium of Light pada musim panas lalu. Namun, performa mereka langsung membuat beberapa klub besar Eropa mulai memperhatikan situasinya.
Brobbey disebut masuk radar Bayern sebagai opsi lini depan. Sementara Roefs dipantau karena Bayern mulai memikirkan penerus jangka panjang Manuel Neuer di bawah mistar.
Kedua pemain asal Belanda itu masih terikat kontrak panjang dengan Sunderland. Kondisi tersebut membuat The Black Cats berada dalam posisi negosiasi yang kuat jika ada klub besar datang dengan tawaran serius.
Roefs dikabarkan memiliki valuasi sekitar 60 juta Poundsterling. Sementara nilai Brobbey diperkirakan berada di kisaran 40 - 50 juta Poundsterling setelah musim pertamanya di sepak bola Inggris.
Jika digabung, paket transfer keduanya bisa mendekati 100 juta Poundsterling (sekitar Rp1,95 triliun). Angka itu menunjukkan betapa cepatnya nilai aset Sunderland naik hanya dalam satu musim Premier League.
Brobbey bergabung dengan Sunderland dari Ajax pada September 2025. Wikipedia mencatat biaya transfernya berada di angka 20 juta Euro, dengan potensi naik menjadi 25 juta Euro melalui bonus.
Musim ini, Brobbey sudah mencetak 6 gol dari 28 penampilan Premier League. Catatan itu memang belum terlihat meledak, tetapi pengaruhnya dalam permainan Sunderland tidak bisa hanya dibaca dari jumlah gol.
Brobbey memberi Sunderland kekuatan fisik di lini depan. Ia mampu menahan bola, mengganggu bek tengah lawan, dan membuka ruang bagi pemain lain untuk menyerang dari lini kedua.
The Guardian menulis Brobbey menjadi ancaman konstan saat Sunderland menahan Manchester United 0-0 di Stadium of Light. Dalam laga itu, Sunderland tampil lebih dinamis dan membuat 15 tembakan ke gawang lawan.
Performa seperti itu menjelaskan mengapa Bayern bisa tertarik. Brobbey bukan hanya striker penyelesai peluang, tetapi juga pemain yang dapat menghidupkan struktur serangan melalui duel fisik dan pergerakan tanpa bola.
Penyerang berusia 24 tahun itu juga punya pengalaman internasional bersama Belanda. Jika masuk skuad Piala Dunia, profil dan harga pasarnya bisa semakin meningkat.
Sunderland tentu tidak akan mudah melepas Brobbey. FootballTransfers melaporkan klub meminta sekitar 40 juta Euro jika ada tim yang serius mengejar sang striker.
Angka itu sudah cukup untuk mencetak rekor penjualan klub. Sebelumnya, Sunderland melepas Jobe Bellingham ke Borussia Dortmund dalam kesepakatan yang disebut berada di kisaran 30,5 juta Euro.
Roefs punya cerita yang tidak kalah menarik. Kiper berusia 23 tahun itu berkembang menjadi salah satu pemain paling menonjol Sunderland musim ini.
Sunderland mendatangkan Roefs dari NEC Nijmegen dengan biaya yang dilaporkan berada di atas 10,5 juta Euro. Kini, namanya mulai dikaitkan dengan klub-klub besar setelah tampil konsisten di Premier League.
Bayern disebut sedang menilai opsi jangka panjang untuk posisi penjaga gawang. Neuer masih menjadi figur besar, tetapi usianya sudah memasuki 40 tahun pada 2026.
Bayern sebenarnya juga memiliki Jonas Urbig sebagai prospek masa depan. Bavarian Football Works menulis Urbig masih belajar dari Neuer dan menunjukkan kematangan meski harus menunggu kesempatan lebih besar.
Namun, Bayern tetap dikaitkan dengan beberapa kiper lain. Selain Roefs, nama Bart Verbruggen dari Brighton dan Gregor Kobel dari Borussia Dortmund juga muncul dalam percakapan transfer.
Roefs masuk dalam daftar karena profilnya sesuai dengan kebutuhan kiper modern. Ia masih muda, sudah terbiasa menghadapi intensitas Premier League, dan tampil sebagai nomor satu di Sunderland.
Ketertarikan terhadap Roefs tidak hanya datang dari Bayern. Chelsea juga disebut memiliki minat kuat, dengan laporan yang mengaitkan sang kiper dengan nilai transfer sekitar 50 juta sampai 60 juta Poundsterling.
Bagi Sunderland, situasi ini menjadi ujian besar terhadap proyek rekrutmen mereka. Klub membangun skuad dengan pendekatan berbasis data, mencari pemain berpotensi tinggi yang bisa berkembang cepat dan naik nilai pasarnya.
Model seperti itu mulai membuat Sunderland dibandingkan dengan Brighton. Brighton selama beberapa musim dikenal mampu membeli pemain dengan harga terukur, mengembangkan mereka, lalu menjualnya dengan nilai jauh lebih besar.
Sunderland juga berada dalam posisi yang cukup nyaman karena tidak harus menjual murah. Brobbey dan Roefs masih muda, punya kontrak panjang, dan sudah membuktikan diri di level Premier League.
Kenaikan nilai dua pemain itu menjadi bukti kerja rekrutmen klub. Brobbey bisa bernilai lebih dari dua kali lipat biaya pembeliannya, sementara Roefs melesat setelah musim debut yang kuat.
Peran Florent Ghisolfi akan menjadi sangat penting pada musim panas nanti. Transfermarkt mencatat Ghisolfi menjabat sebagai Director of Football Sunderland sejak 2 Juli 2025.
Ghisolfi harus menentukan apakah Sunderland akan mempertahankan aset terbaiknya atau membuka pintu untuk penawaran besar. Keputusan itu tidak hanya soal uang, tetapi juga arah olahraga klub.
Jika Sunderland ingin terus tumbuh di Premier League, mempertahankan Brobbey dan Roefs akan menjadi sinyal ambisi. Dua pemain itu sudah menjadi bagian penting dari fondasi tim Regis Le Bris.
Namun, jika tawaran Bayern atau klub besar lain benar-benar datang mendekati 100 juta Poundsterling, Sunderland akan menghadapi dilema. Uang sebesar itu bisa digunakan untuk memperkuat banyak area skuad sekaligus.
Situasinya semakin menarik karena Sunderland menjalani musim yang cukup menjanjikan setelah promosi. The Sun mencatat mereka berada di posisi ke-12 Premier League dengan tiga laga tersisa dan masih punya peluang tipis mengejar zona Eropa.
Konteks itu membuat rencana musim panas Sunderland menjadi sangat menentukan. Mereka bisa memilih menjaga kerangka tim, atau melakukan trading besar untuk mendanai proyek berikutnya.
Bayern sendiri punya alasan kuat memantau pasar Premier League. Klub Jerman itu tetap ingin berada di level elite Eropa, terutama setelah tersingkir dari Liga Champions oleh Paris Saint-Germain musim ini.
Kekalahan dari PSG memperlihatkan bahwa Bayern masih membutuhkan penyegaran skuad. Selain lini depan, posisi kiper jangka panjang juga menjadi area yang harus mulai dipikirkan secara serius.
Brobbey dapat memberi Bayern opsi fisik yang berbeda di lini serang. Roefs bisa menjadi investasi jangka panjang untuk era setelah Neuer benar-benar selesai.
Namun, rumor ini masih perlu dibaca dengan hati-hati. Belum ada tanda bahwa Bayern sudah mengajukan tawaran resmi kepada Sunderland untuk salah satu dari dua pemain tersebut.
Untuk sementara, Sunderland tetap memegang kendali. Mereka punya dua aset muda bernilai tinggi, kontrak panjang, dan tidak berada dalam tekanan untuk menjual.
Jika minat Bayern berubah menjadi tawaran konkret, musim panas nanti bisa menjadi ujian terbesar bagi ambisi Sunderland. Brobbey dan Roefs kini bukan lagi sekadar pemain baru, tetapi aset Eropa yang bisa menentukan arah klub.