x

Peter Schmeichel Sebut Keputusan Batalkan Gol West Ham 'Gila' dan Untungkan Arsenal

Senin, 11 Mei 2026 15:51 WIB
Editor: Redaksi
Vidio kegiatan round table interview bersama kiper legendaris Manchester United, Peter Schmeichel.

INDOSPORT.COM - Kemenangan krusial 1-0 Arsenal atas West Ham United pada Minggu (10/5/2026) malam memicu kontroversi hebat yang mengguncang perburuan gelar juara Premier League. Legenda penjaga gawang Manchester United, Peter Schmeichel, meluapkan kemarahannya atas keputusan wasit yang menganulir gol penyeimbang West Ham di masa injury time.

Drama meledak setelah Leandro Trossard membawa The Gunners unggul pada menit ke-83. Di penghujung laga, Callum Wilson berhasil menggetarkan jala David Raya yang tampak akan menyelamatkan satu poin berharga bagi The Hammers. Namun, setelah peninjauan VAR yang memakan waktu lama, wasit Chris Kavanagh membatalkan gol tersebut karena menganggap pemain West Ham, Pablo, melakukan pelanggaran terhadap David Raya.

Peter Schmeichel menilai keputusan tersebut sangat tidak konsisten. Berbicara kepada Viaplay, seperti yang juga dilansir dari DailyMail, pria asal Denmark ini menuding adanya keberpihakan yang secara tidak langsung membantu Arsenal tetap berada di puncak klasemen.

"Keputusan hari ini salah dalam banyak level," tegas Schmeichel. "Yang membuat saya marah adalah Arsenal tidak akan pernah berada di puncak liga jika insiden seperti itu dianggap pelanggaran. Sepanjang musim, mereka mencetak banyak gol dengan cara memblokir lawan, memegangi pemain, dan melakukan segala macam hal serupa."

Schmeichel juga menyoroti durasi peninjauan VAR oleh ofisial Darren England yang memakan waktu hingga lima menit. Menurutnya, lamanya waktu yang dibutuhkan menunjukkan bahwa tidak ada "kesalahan yang nyata dan jelas" (clear and obvious error).

"Jika butuh lima menit dan memutar ulang rekaman berkali-kali, itu sendiri sudah menimbulkan keraguan besar. Itu tidak mungkin free kick, sama sekali tidak mungkin," tambah Schmeichel.

Keputusan ini memiliki konsekuensi masif bagi kedua tim. Dengan tambahan tiga poin, Arsenal kini unggul lima poin atas Manchester City (yang masih mengantongi satu tabungan pertandingan). Sebaliknya, West Ham kian terpuruk di zona degradasi, tertinggal satu poin di belakang Tottenham Hotspur.

Kapten West Ham, Jarrod Bowen, turut mempertanyakan konsistensi wasit. Ia merasa penjaga gawang saat ini terlalu "dilindungi" secara berlebihan dibandingkan pemain lapangan.

"Jika Anda melihat layar selama lima menit, Anda pasti akan menemukan sesuatu. Apakah menurut saya itu keputusan yang tepat? Tidak. Di mana konsistensinya? Kita bisa melihat kembali setiap pertandingan dan menemukan kiper dilanggar namun tidak ada keputusan apa pun," ujar Bowen dengan nada kecewa.

Arteta Puji Keberanian Wasit

Di sisi lain, manajer Arsenal, Mikel Arteta, membela keputusan perangkat pertandingan. Ia memuji keberanian Chris Kavanagh dalam mengambil keputusan di bawah tekanan atmosfer stadion yang luar biasa.

"Saya menyadari betapa sulitnya pekerjaan wasit hari ini. Kita bicara tentang momen yang bisa menentukan sejarah dua klub besar. Menurut saya itu adalah kesalahan yang nyata (oleh pemain West Ham), itu adalah free kick dan gol memang harus dianulir," kata Arteta.

Kritik yang dilontarkan Peter Schmeichel terhadap cara Arsenal mencetak gol musim ini dinilai memiliki dasar yang cukup kuat jika melihat statistik Premier League 2025/2026. Arsenal tercatat menjadi tim paling produktif dari situasi bola mati dengan koleksi 18 gol yang lahir dari sepak pojok maupun tendangan bebas. 

Selain itu, dalam sejumlah situasi sepak pojok musim ini, pemain Arsenal beberapa kali terlihat melakukan blokade fisik terhadap penjaga gawang lawan. Dari total 12 insiden serupa yang tercatat, hanya dua yang sebelumnya dianggap pelanggaran oleh wasit sebelum kontroversi dalam laga melawan West Ham terjadi. 

Data lain juga menunjukkan bahwa penjaga gawang mendapatkan perlindungan yang cukup besar di area kotak penalti kecil. Secara rata-rata, pemain bertahan di Premier League memenangkan sekitar 65 persen klaim pelanggaran saat terjadi kontak fisik di area six-yard box, memperlihatkan bagaimana keputusan terkait duel dengan kiper sering menjadi sorotan soal konsistensi wasit.

Manajer West Ham, Nuno Espirito Santo, menutup kontroversi ini dengan komentar diplomatis namun tajam. "Tidak ada yang mengerti lagi mana yang pelanggaran dan mana yang bukan. Refere pun bingung sendiri. Ini seperti situasi gulat di luar sana," pungkasnya.

ArsenalMikel ArtetaPeter SchmeichelLiga InggrisBerita Liga Inggris

Berita Terkini