Mengenang 3 Pertandingan Terakhir Chris John Sebelum Pensiun

Kamis, 14 Mei 2020 19:14 WIB
Penulis: Ade Gusti | Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo
© INDOSPORT
Chris John, petinju Indonesia. Copyright: © INDOSPORT
Chris John, petinju Indonesia.

INDOSPORT.COM – Chris John, mantan juara dunia kelas bulu WBA Super, melakukan tiga pertarungan sebelum dia memutuskan pensiun dari karier profesionalnya pada Desember 2013 silam.

Gelar juara dunia kelas bulu WBA Super berhasil dipertahankan oleh Chris John sepanjang 10 tahun lamanya selain meraih sederet turnamen internasional lainnya.

Aktif di dunia tinju profesional sejak tahun 1998, 15 tahun kemudian, tepatnya 2013 silam petinju yang mempunyai julukan The Dragon ini mengejutkan dunia karena memutuskan pensiun dari karier besarnya.

Keputusan pensiun diambil hanya beberapa pekan setelah menelan kekalahan dari petinju Afrika Selatan, Simpiwe Vetyeka. Saat itulah rangkaian catatan manisnya terhenti, sekaligus kehilangan gelar juara dunia kelas bulu.

Hingga saat ini petinju berusia 37 tahun tersebut tercatat membukukan 52 pertandinga. 48 kali menang, 3 kali draw, dan satu kali kalah di akhir kariernya.

Setelah pensiun, Chris John mengaku lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah. Pria 35 tahun itu tampaknya benar-benar menikmati hidup selepas tak aktif lagi di dunia tinju, terlihat dari tubuhnya yang menggemuk.

Hari-harinya kini banyak dilalui dengan aktif mengisi forum motivasi dan mengembangkan usaha asuransi bersama sang istri, Anna Maria Megawati.

Berikut ini INDOSPORT menilik kembali tiga pertandingan terakhir Chris John sebelum dia memutuskan pensiun dari dunia tinju:

Simpiwee Vetyeka – 2013

Juara dunia super kelas bulu WBA, Chris John harus rela melepas gelar juara dunianya kepada Simpiwe Vetyaka. Petinju yang "membunuh" petinju Daud Yordan ini menang mudah atas Chris John, hanya dalam enam ronde. 

Dalam pertandingan yang berlangsung di Metro City, Perth, Australia, 6 Desember 203 lalu, Chris John sempat dipukul jatuh dan akhirnya dinyatakan kalah TKO (technic knock out).

Dengan kemenangan ini Simpiwe berhasil mengawinkan gelar juara dunia WBA dan IBO.

Satoshi Hosono – 2013

Pertarungan antara Chris melawan Hosono berlangsung ketat dan saling jual beli pukulan selama tiga ronde berlangsung pada 14 April 2013 silam

Chris awalnya optimistis bisa mengalahkan petinju Jepang tersebut, guna melengkapi rekor bertarung 48 kali menang (22 di antaranya dengan KO) dan dua kali seri.

Namun, impian itu sirna setelah pertarungan dihentikan pada ronde ketiga menyusul luka yang dianggap serius di pelipis kanan dan kiri Chris John setelah berbenturan kepala.

Dengan demikian, sesuai regulasi tinju internasional, Chris John tetap menyandang sabuk gelar juara Super Champions kelas bulu WBA, karena hakim menyatakan pertandingan berakhir dengan technical draw.

Suriya Tatakhun – 2012

Chris John untuk ke-17 kalinya sukses mempertahankan gelar juaranya setelah mengkandaskan petinju asal Thailand, Chonlatarn Piriyapinyo, 9 September 2012.

Tiga juri memberikan kemenangan kepada Chris John dengan nilai 117-111, 119-109, 119-109.

Pertarungan yang berlangsung di Marina Bay Sands, Singapura, Chris menang mutlak dan tetap menyandang predikat juara Super Champion kelas bulu WBA. Gelar yang telah disabetnya sejak 26 September 2003 silam.

Pada awal-awal ronde, kedua petinju bermain dalam tempo sedang karena tak terlalu melakukan adu pukul. Tapi, lambat laun Chris John berusaha mendominasi perlawanan atas petinju yang memiliki nama asli Suriya Tatakhun itu.

Namun, serangan demi serangan mampu ditahan dengan baik oleh Suriya.dia bahkan terhindar dari hal terburuk, yaitu jatuh.

Akhirnya, setlah hasil penghitungan poin, tiga juri memberikan kemenangan kepada Chris John. Petinju berjuluk “The Dragon” ini mendapat nilai 117-111, 119-109, 119-109.