Label Matre dan Dirampok Petinju Korsel, Cerita Roy Jones Jr Calon Lawan Mike Tyson

Sabtu, 16 Mei 2020 04:05 WIB
Penulis: Subhan Wirawan | Editor: Indra Citra Sena
© pinterest.nz/boxinghallfame
Matre dan Kehilangan Emas, Kisah Roy Jones Jr Si Calon Lawan Mike Tyson Copyright: © pinterest.nz/boxinghallfame
Matre dan Kehilangan Emas, Kisah Roy Jones Jr Si Calon Lawan Mike Tyson

INDOSPORT.COM - Mulai dari emas dirampok oleh petinju Korsel hingga dicap matre, intip kisah unik Roy Jones Jr. yang dikabarkan bakal menjadi lawan Mike Tyson saat comeback.

Nama Mike Tyson belakangan ramai diperbincangkan lantaran petinju berusia 53 tahun tersebut disebut bakal kembali naik ring, bahkan media sosial pribadinya kerap mengunggah aktivitas latihan. 

Tyson yang pensiun pada 2005 ini mengungkapkan kemungkinannya melakoni pertandingan eksibisi kecil-kecilan selama tiga atau empat ronde saja.

Santer diberitakan jika dirinya bakal segera melakoni laga comeback dengan melawan Evander Holyfield, yang sempat mengalahkan dirinya sebanyak dua kali.

Tidak cuma Evander Holyfield, menurut situs Paddy Power, ada satu petinju lain yang berpotensi besar menjadi lawan Mike Tyson andai dirinya resmi kembali naik ring.

Adalah Roy Jones, petinju berusia 51 tahun tersebut punya sederet catatan mentereng dan bisa menjadi lawan sepadan buat Tyson. Selama aktif bertarung, dirinya pernah meraih gelar dalam empat kelas berbeda, yakni menengah, menengah super, berat-ringan, hingga berat.

Roy Jones sendiri sejatinya memang hampir berhadapan dengan Tyson pada 2003 silam, namun rencana tersebut batal lantaran ia ingin meraih pendapatan lebih banyak.

Cerita bermula saat Jones berhasil menaklukkan John Ruiz dalam perebutan juara dunia kelas berat versi WBA. Saat itu, Jones mendapat penawaran untuk duel lawan Tyson. 

Melansir laman Talksport, disebutkan jika angka yang bakal didapat Jones andai menerima tantangan tersebut adalah sebesar 40 juta dolar AS (sekitar Rp340 miliar) untuk kurs saat itu.

"James Prince (promotor tinju) berkata 'Ambil uang 40 juta ini (kepada Jones)'. Saya rasa manajer sudah mencoba untuk mewujudkan laga tersebut, namun yang saya dengar dia ingin mendapatkan lebih banyak uang." ucap Andre Ward, petinju yang berada satu manajemen dengan Jones.

Usai menolak tawaran bertanding dengan Tyson, Jones memutuskan untuk melawan Antonio Tarver dam berhasil meraih kemenangan. 

Sempat mendapat kesempatan kedua untuk berhadapan dengan Tyson, namun Jones malah melakukan rematch dengan Tarver. Hasilnya, Jones Jr. kalah TKO dan kemudian menelan enam kekalahan pada 12 duel berikutnya.

Tidak cuma dicap matre, ada satu kisah menarik lain dari Roy Jones Jr yakni keputusan kontroversial yang membuatnya kehilangan kesempatan meraih medali emas di ajang Olimpiade.

Kejadiannya terjadi pada partai final cabor tinju divisi kelas menengah ringan di Olimpiade 1988, Seoul, Korea Selatan. Dalam pertarungan tersebut, komentator menyebut Jones Jr bakal menang lantaran berhasil mendominasi sepanjang ronde.

Jones mendaratkan jauh lebih banyak pukulan daripada sang lawan, Park Si-hun dari Korea Selatan. Marv Albert selaku komentator menyebut, Jones telah melepaskan 86 pukulan sementara Park hanya 32 kali.

"Seharusnya tidak ada pertanyaan (kemenangan pasti untuk Jones Jr.), tapi Anda tidak pernah tahu," kata Albert tepat sebelum pengumuman juara disebutkan.

Namun, pandangan Albert berbanding terbalik dengan keputusan dewan juri, hasil menyebutkan jika Park Si-hun berhasil menang dengan 3-2 poin. Sang komentator pun bereaksi, dan menyebut Park Si-hun telah mencuri kemenangan Jones.