Liga 2

Suporter Tewas Saat Kontra PSMS, Persita Ucapkan Pernyataan Resmi

  • Keributan yang mewarnai laga PSMS Medan kontra Persita Tangerang di ajang Liga 2 berbuntut panjang.
  • Sebanyak 17 pendukung mengalami luka dan satu orang yang merupakan pendukung Persita tewas karena keributan  tersebut.
  • Usai salah satu pendukungnya tewas, Persita pun secara resmi mengeluarkan sikapnya.
Kamis, 12 Oktober 2017 17:31 WIB
Penulis: Lanjar Wiratri | Editor: Joko Sedayu
© Muhammad Adiyaksa/INDOSPORT
Polisi tengah mengamankan beberapa suporter tengah terjadinya keributan. Copyright: © Muhammad Adiyaksa/INDOSPORT
Polisi tengah mengamankan beberapa suporter tengah terjadinya keributan.

Banu Rusman, salah satu pendukung Persita akhirnya meninggal dunia setelah menjadi korban keributan yang terjadi antardua kelompok supporter. Pemuda 17 tahun itu mengalami sobek pada bagian kepala yang membuat nyawanya tak dapat tertolong lagi.

Warganet pun ramai-ramai mengungkapkan rasa belasungkawa atas berpulangnya Banu akibat kerusuhan yang mewarnai pertandingan Persita vs PSMS. Mereka mengutuk dan ikut menuntut pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus kerusuhan yang terjadi.

Merespon tewasnya Banu, melalui akun Instagram resminya, @PersitaOfficial, pihak Persita pun mengucapkan belasungkawa kepada keluarga dan kerabat korban. Lalu juga mendoakan yang terbaik untuk seluruh korban dari kericuhan antara suporter Persita dan PSMS.

Selain itu klub yang juga memiliki sebutan La Viola itu mengeluarkan pernyataan resmi dan himbauan agar segenap suporter setia klub berjuluk Pangeran Cisadane itu tak terpancing provokasi. Dan berharap kasus tewasnya Banu diusut tuntas pihak berwajib.

Sebagai informasi, Keributan antar-suporter mewarnai keberhasilan PSMS Medan melaju ke babak delapan besar Liga 2. Sebanyak 17 pendukung menjadi korban selepas pertandingan Persita Tangerang melawan PSMS selesai di Stadion Mini Persikabo, Kabupaten Bogor, Rabu (11/10/17).

Pada partai terakhir Grup B babak 16 besar Liga 2 itu, PSMS sukses mengalahkan Persita dengan skor 1-0. Pertandingan yang berlangsung kondusif selama 90 menit ternodai oleh keributan antar suporter kedua kesebelasan.

Mulanya, pendukung Persita turun ke lapangan selepas pertandingan. Mereka menghampiri bench pemain Pendekar Cisadane, julukan Persita, untuk menyatakan rasa kekecewaan. Pasalnya, langkah Persita terhenti di babak 16 besar.

Kemudian, mereka mendatangi pendukung PSMS berambut cepak di Tribun Timur. Botol dan batu dilemparkan. Merasa diprovokasi, pendukung PSMS berambut cepat turun balik ke lapangan untuk mengejar suporter Persita.

Suporter Persita kelabakan. Mereka menjadi pelampiasan kekesalan pendukung PSMS berambut cepak tersebut.