Liga Indonesia

PSSI Pastikan Hanya Ada 3 Strata Kompetisi di 2018, Berikut Detailnya

  • PSSI menolak keinginan Semen Padang yang meminta ada 22 klub di Liga 1.
  • PSSI mengumumkan ada 64 klub yang tampil di Liga 3.
Sabtu, 13 Januari 2018 21:19 WIB
Penulis: Petrus Manus Da' Yerimon | Editor: Agus Dwi Witono
© Indosport/Petrus Manus Da' Yerimon
PSSI pastikan ada 3 strata dalam kompetisi musim 2018. Copyright: © Indosport/Petrus Manus Da' Yerimon
PSSI pastikan ada 3 strata dalam kompetisi musim 2018.

Federasi Sepakbola Indonesia, PSSI akan mempertahankan tiga strata pada kompetisi musim 2018 yakni Liga 1, Liga 2, dan Liga 3. Hal ini sekaligus menjawab usulan voters pada Kongres Tahunan PSSI, Sabtu (13/01/18) di ICE BSD, Tangerang.

Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi telah mengetok palu berdasarkan persetujuan bersama bahwa musim 2018, Liga Indonesia akan terbagi dalam tiga kasta. Hal itu dinilai menjadi pondasi awal untuk membangun sepakbola yang lebih terstruktur di tahun berikutnya.

"Tahun 2018 ini jadi pondasi dan akan dievaluasi setiap tahunnya. Akan ada Liga 1, Liga 2, dan Liga 3," ucap Edy.

Edy Rahmayadi saat membuka Kongres PSSI Copyright: Petrus Manus Da Yerimon/INDOSPORTEdy Rahmayadi saat membuka Kongres PSSI

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono menjelaskan jika di Liga 1 akan ada 18 peserta, Liga 2 diikuti 24 tim dan Liga 3 atau amatir akan dihuni oleh 64 klub. Khusus Liga 2 akan diselenggarakan dalam dua wilayah, masing-masing akan diisi oleh 12 tim dan selanjutnya ke babak 16 besar dan seterusnya.

Sedangkan untuk Liga 3, ada 40 klub yang merupakan tim-tim yang terdegradasi dari Liga 2 2017 yang menunggu di babak nasional. Ditambah 24 lainnya berasal dari kejuaraan tingkat Asosiasi Provinsi.

"Liga 1 nanti ada 18 klub, terus Liga 2 ada 24 tim yang dibagi dua wilayah dan selanjutnya Liga 3 akan ada 64 klub. Dari 64 itu, 40 di antaranya merupakan yang degradasi dari Liga 2 musim lalu dan 24 sisanya diambil dari tim terbaik di setiap kejuaraan Asprov," ujar Jokdri secara detail.

Keputusan Kongres tersebut juga sekaligus mematahkan isu dan keinginan beberapa klub seperti Semen Padang yang sebelumnya berharap Liga 1 bisa berjalan dengan 20-22 klub.