x

Liga Champions: 5 Hal Tepat yang Graham Potter Lakukan kala Chelsea Gebuk AC Milan

Rabu, 12 Oktober 2022 10:47 WIB
Penulis: Stefan Ariel Kristanto | Editor: Isman Fadil
Berikut 5 hal tepat yang sudah dilakukan pelatih Chelsea, Graham Potter, kala menggebuk AC Milan untuk kedua kalinya di Liga Champions.

INDOSPORT.COM – Berikut 5 hal tepat yang sudah dilakukan pelatih Chelsea, Graham Potter, kala menggebuk AC Milan untuk kedua kalinya di Liga Champions.

Seperti yang diketahui, beberapa laga Liga Champions untuk pertandingan keempat baru saja usai.

Baca Juga

AC Milan sendiri sejatinya mengusung misi balas dendam setelah sempat dikalahkan Chelsea dengan skor 3-0 di Stamford Bridge pekan lalu.

Rossoneri sendiri sejatinya juga memiliki tiga alasan bisa menjalankan misi balas dendamnya melawan Chelsea, antara lain main di kandang, modal kepercayaan menang kontra Juventus, dan formasi serta starting XI anyar.

Akan tetapi, tiga hal tersebut nyatanya tidak cukup bagi skuad besutan Stefano Pioli mengalahkan tim asuhan Graham Potter.

Baca Juga

Tim Merah Hitam sudah cukup kelimpungan di awal pertandingan setelah Fikayo Tomori diganjar kartu merah oleh wasit pada menit ke-18.

AC Milan pada akhirnya gagal menahan gempuran Chelsea hingga peluit panjang babak kedua dibunyikan oleh wasit.

Dengan demikian, laga berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan The Blues yang mana Jorginho mencetak gol pada menit ke-21 dan Pierre-Emerick Aubameyang pada (34’).

Baca Juga

Berikut ini 5 hal tepat yang sudah dilakukan pelatih Chelsea, Graham Potter, kala membabat AC Milan dengan skor 0-2.


1. 1. Mainkan Mason Mount

Mason Mount merayakan gol keduanya di laga Southampton vs Chelsea (09/04/22). (Foto: REUTERS/Peter Nicholls)

Sebagian besar fans Chelsea telah menyerukan agar Mason Mount diparkir setelah awal musim yang mengecewakan bagi pemain asal Inggris itu.

Namun, Graham Potter tetap percaya pada keputusannya memasang Mason Mount yang mana ia sempat memberikan dua assist kontra Wolverhampton.

Baca Juga

Selain itu, pria asal Inggris tersebut turut bermain apik di babak pertama melawan AC Milan sebelum diganti oleh Connor Gallagher setelah turun minum.

Dengan demikian, sudah jelas bahwa Mount adalah pemain paling kreatif di bawah asuhan Potter saat ini dan sang pelatih sudah seharusnya mengabaikan desakan para fans untuk menepikannya.

2. Mengistirahatkan Pemain Kunci di Akhir Pekan

Strategi, yang dijalankan Potter kala Chelsea membabat Wolves dengan skor 3-0 pada 8 Oktober lalu, terbukti membuahkan hasil.

Baca Juga

Ya, Graham Potter menepikan Thiago Silva, Ben Chillwel, Reece James, Mateo Kovacic, Raheem Sterling, dan Pierre-Emerick Aubameyang sehingga mereka bisa fresh pada pertandingan Liga Champions.

Akibatnya, Chelsea tampak apik dan meyakinkan baik saat menyerang maupun bertahan yang mempersulit tim Stefano Pioli yang mana AC Milan menjalani laga yang melelahkan melawan Juventus pada akhir pekan.

3. Berani Ubah Formasi

Potter sudah menunjukkan hal ini saat masih menukangi Brighton & Hove Albion dalam beberapa pertandingan dan taktiknya tidak berubah kala melatih Chelsea saat ini.

Baca Juga

Formasi 3-4-3 memang bekerja dengan baik melawan AC Milan minggu lalu, Potter kembali menggunakan formasi yang sama alih-alih memakai 4-2-3-1 kala Chelsea menggeprek Wolves 3-0.

Dengan demikian, ancaman dari Rafael Leao dapat kembali dinetralisir sekaligus membuktikan bahwa Potter adalah pelatih top asal Inggris.


2. 4. Mengganti Mount, Sterling, dan James

Pemain Chelsea Raheem Sterling merayakan gol pertama ke gawang RB Salzburg di Liga Champions REUTERS/David Klein

Layaknya klub Eropa lainnya, Chelsea juga menghadapi jadwal super padat menjelang dimulainya Piala Dunia 2022 mendatang.

Potter memberikan kesempatan bermain untuk Mount selama satu babak saja kemudian menggantinya di babak kedua.

Baca Juga

Hal yang sama juga Potter terapkan kepada Sterling yang diganti demi menjaga stamina dan menghindari peluang cederanya jelang bentrok melawan Aston Villa di Liga Inggris pada akhir pekan nanti.

Sementara itu, Reece James diganti dengan alasan kemungkinan cedera lutut sehingga Potter mengambil keputusan yang tepat untuk segera menariknya keluar.

5. Tidak Cepat Berpuas Diri

Dalam pertandingan pertamanya sebagai pelatih Chelsea melawan Red Bull Salzburg bulan lalu, Potter dihukum karena berpuas diri setelah unggul 1-0 yang mana laga itu berakhir dengan hasil imbang.

Kenaifan itu tidak terlihat lagi saat ini dan tentu akan mudah bagi The Blues untuk memulai menyambut tekanan di babak kedua.

Setelah mengamankan tiga angka, Chelsea kini bertengger di pucuk klasemen UCL Grup E setelah RB Salzburg ditahan imbang 1-1 oleh Dinamo Zagreb.

Dengan demikian, lima hal tepat yang sudah dilakukan manajer Chelsea, Graham Potter, saat mengandaskan AC Milan, yaitu memainkan Mason Mount, mengistirahatkan pemain kunci, berani ubah formasi, mengganti Mount, Sterling, dan James, serta tidak cepat berpuas diri.

ChelseaLiga ChampionsAC MilanGraham Potter

Berita Terkini