x

Balsa Bozovic: Derby Jatim Layaknya Derby Belgrade

Sabtu, 5 Mei 2018 14:00 WIB
Editor: Yohanes Ishak
Derby Belgrade.

Derby Belgarde rupanya berkesan betul kepada publik sepakbola di Serbia. Pertandingan antara dua tim satu wilayah itu bahkan tidak hanya terkenal di negaranya, bahkan dikenal luas sampai pelosok Balkan, kawasan Serbia.

Derby Belgrade merupakan pertarungan besar antar dua klub di Serbia, yakni Red Star Belgrade dan Partizan Belgrade.

Pertemuan antara Arema FC menghadapi Persebaya Surabaya pun dianggap layaknya Derby Belgrade. Bedanya, kedua tim menjalani Derby di Jawa Timur bukan satu kota, meski sama-sama dibumbui oleh rivalitas panas antar suporter.

Baca Juga

1. Pertarungan yang Besar

Suasana suporter dari tribun penonton dalam pertandingan Derby Belgrade.

Kemiripan Derby itu kini diakui sendiri oleh Balsa Bozovic, setelah sebelumnya sudah diakui oleh Milan Petrovic, Asisten Pelatih Arema FC kebangsaan Serbia yang saat ini membantu kinerja Joko Susilo.

"Pasti akan sangat fantastis pertandingan besok. Dua tim yang memiliki suporter besar dan fanatik," papar playmaker kebangsaan Kroasia tersebut.


2. Dianggap Sama seperti Derby Belgrade

Prediksi Persebaya Surabaya vs Arema FC.

Derby Belgrade memang sudah melegenda di kawasan Balkan. Kroasia sendiri merupakan negara yang merdeka di tahun 1991 silam, setelah sebelumnya menjadi bagian dari Yugoslavia, negara induk Serbia, Montenegro, Slovenia, Makedonia hingga Bosnia dan Herzegovina.

"Pertemuan Arema melawan Persebaya bagi saya seperti Derby antara Red Star dan Partizan Belgrade. Itu adalah laga besar di kawasan Balkan," Balsa menambahkan.

Maka dari itu, fokus dan konsentrasi menjadi poin paling penting yang bakal dibawanya di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu nanti.


3. Harus Fokus dalam Pertandingan

Balsa Bozovic (Arema FC).

Meski permainan 90 menit terjadi di lapangan, namun teror psikologis sudah akan dihadapi penggawa tim berlogo kepala singa sejak berangkat hingga pulang dari Surabaya.

"Untuk saya dan pemain lain, sangat penting menjaga fokus dan konsentrasi di lapangan. Kalau perlu, saya tidak akan mendengar setiap teriakan dari tribun penonton," ungkapnya.

"Dan saya kira tim ini sudah pernah mengalami hal seperti itu, saat melawan Persija kemarin. Atmosfer di Stadion Gelora Bung Karno sangat luar biasa," tutup eks pemain Persela Lamongan itu.

Persebaya SurabayaLiga IndonesiaArema FCLiga 1

Berita Terkini