x

Sebelum Olimpiade Tokyo, Hidilyn Diaz Hidup Penuh Toleransi di Malaysia

Selasa, 3 Agustus 2021 15:59 WIB
Editor: Nugrahenny Putri Untari
Hidilyn Diaz meraih medali emas untuk Filipina di Olimpiade Tokyo 2020.

INDOSPORT.COM - Sebelum meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020, lifter putri Filipina yakni Hidilyn Diaz pernah tinggal di sebuah kampung di Malaysia.

Di sana, ia menghabiskan waktu bersama penduduk sekitar sembari berlatih dengan tekun agar bisa jadi juara.

Berada di tempat asing tentu membuat seseorang harus beradaptasi dengan baik agar bisa hidup tenang dan bahagia. Hal itu pula yang dilakukan Hidilyn Diaz ketika sempat tinggal di Jasin, Melaka, Malaysia.

Seperti dikisahkan di laman South China Morning Post, peraih medali emas Asian Games 2018 ini telah menjadi role model bagi orang-orang sekitarnya di Jasin, termasuk anak-anak pemilik rumah yang ia tinggali.

Baca Juga
Baca Juga

Adalah Ahmad Janius Abdullah, seorang staf resmi angkat besi Malaysia, yang mengizinkan Hidilyn Diaz menginap di kediamannya, bahkan membuatkan sang atlet tempat latihan di halaman belakang rumah.

Selama tinggal di sana, Diaz berhubungan baik dengan warga dan para penghuni rumah yang selalu menjamunya dengan penuh kekeluargaan.

Ia juga melakukan aktivitas-aktivitas yang mungkin jarang dilakukan masyarakat kota sehari-harinya seperti memancing di danau dan pergi mengeksplorasi hutan, bahkan beberapa kali berjumpa ular berbisa.

Ahmad Janius Abdullah pun sangat senang dengan kunjungan Diaz. Menurutnya, kehadiran sang atlet menambah kehangatan dalam keluarganya.

Baca Juga
Baca Juga

“Dia adalah contoh bagi anak-anak saya, yang belajar banyak darinya. Mereka melihatnya berdoa sebelum makan,” ucap Janius.

“Meskipun kami tumbuh dengan ritual ini, kami masih sering lupa. Anak-anak saya kemudian jadi ingat karena melihat dia, dan itu membuat saya senang,” tambahnya lagi.

Meski berbeda keyakinan dan kultur, Hidilyn Diaz hidup dengan penuh toleransi dan saling menghormati ketika berada di Malaysia.


1. Hidilyn Diaz di Olimpiade Tokyo 2020

Hidilyn Diaz meraih medali emas untuk Filipina di Olimpiade Tokyo 2020.

Ahmad Janius Abdullah pun juga sangat senang melihat Hidilyn Diaz berhasil merengkuh medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.

Menurutnya, perempuan berusia 30 tahun tersebut adalah inspirasi bagi orang-orang di Jasin dan pastinya para warga Filipina.

Seperti diketahui, Hidilyn Diaz menjadi atlet pertama yang menggondol medali emas untuk negaranya lewat cabor angkat besi kelas 55kg putri.

Raihan ini pun sekaligus memuaskan dahaga Filipina yang sudah puasa gelar begitu lama, sejak pertama kali berpartisipasi di Olimpiade 1924.

Perjuangan Diaz berlatih di Malaysia pada akhirnya membuahkan hasil dan tidak sia-sia. Menurut laporan AFP, ia menghabiskan setidaknya 17 bulan di Negeri Jiran, termasuk saat masa-masa pembatasan Covid-19.

Diaz pergi ke Malaysia pada Februari tahun lalu karena pelatihnya, Gao Kaiwen, berpikir akan lebih baik baginya untuk fokus pada kualifikasi ke Tokyo.

Karena pembatasan Covid-19 termasuk penutupan gym untuk memutus penularan virus, Diaz kehilangan akses berlatih menggunakan alat-alat berat, ditambah ketidakpastian apakah Olimpiade Tokyo 2020 jadi diadakan atau tidak.

Lalu bulan September pada tahun yang sama, ia pun pindah ke Jasin di Melaka dan tinggal di rumah Ahmad Janius Abdullah.

Diaz pun mulai menggunakan gym terdekat, tetapi pembatasan selama pandemi ternyata diperketat lagi, memaksanya untuk berolahraga di halaman rumah, ditemani semilir angin dan teriknya matahari.

Kedutaan Filipina di Malaysia pun sudah menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, termasuk pemerintah, yang sudah menjaga Hidilyn Diaz selama tinggal di Jasin, Melaka.

Sementara itu, sang atlet juga bukan kacang yang lupa kulit. Setelah meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020, ia mengucap terima kasih kepada warga Malaysia dan mereka yang telah membantu dirinya selama ini.

MalaysiaAngkat BesiFilipinaOlimpiade 2020Olimpiade Tokyo 2020Hidilyn Diaz

Berita Terkini