Critic Sport

SK PSSI Dicabut, Futsal Bakal Kalahkan Sepakbola, Mampukah?

Kamis, 12 Mei 2016 15:00 WIB
Penulis: Petrus Manus Da' Yerimon | Editor: Galih Prasetyo
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Pemain Simpatisan United Kabupaten Tangerang mencoba mengelabui kiper Simpatisan United Bogor. Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
Pemain Simpatisan United Kabupaten Tangerang mencoba mengelabui kiper Simpatisan United Bogor.
Liga Futsal Tetap Eksis

Pembekuan PSSI dan sanksi FIFA di 2015 membuat peluang Timnas sepakbola maupun Timnas futsal untuk berlaga di kejuaraan internasional pun tertutup rapat. Sepakbola Indonesia seakan mati suri.

Kompetisi tertinggi di Tanah Air, Indonesian Super League (ISL), DIvisi Utama dan kasta di bawahnya kemudian tidak bergulir selama kurang lebih setahun. Akan tetapi, hal berbeda justru terjadi di futsal. Liga futsal berlangsung seperti biasa baik putra maupun putri.   

Hal ini karena FFI memang secara terpisah bertindak sebagai penyelenggara liga futsal sejak 2015, Futsal Super League (FSL) yang musim ini menjadi Pro Futsal League (PFL).

Menurut Ketua Umum FFI, Hary Tanoesoedibjo (HT), dengan adanya kompetisi akan memaksa para pemain terus berlatih, sehingga teknik bermain mereka semakin terasah. Selain itu, bisa membawa nama Indonesia di kancah internasional.

“Atlet kita perlu ditingkatkan percaya dirinya. Kalau tanding dengan asing, kadang-kadang grogi duluan. Makanya, kompetisi akan membuat mereka terlatih mentalnya dengan baik,” tuturnya.

“Saya ingin melihat futsal maju. Salah satunya bagaimana futsal bisa memiliki prestasi, bisa membawa nama harum Indonesia,” sambung HT

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Jenderal FFI, Edi Prasetyo yang mengatakan bahwa liga futsal memang tidak berhubungan dengan pihak PSSI, terkecuali timnas futsal.

“Kita berbeda dengan PSSI jadi program kita tetap berjalan seperti biasa. Kita memang ingin kompetisi berjalan sebanyak mungkin, dan Pak Ketua juga ingin pola pembinaannya berjalan terus. Tapi memang untuk timnasnya tidak bisa ikut kejuaraan internasional karena masih ada sanski itu (FIFA),” ujarnya saat dihubungi INDOSPORT.  

Tidak adanya kompetisi ISL beberapa waktu lalu, membuat sejumlah nama pesepakbola kemudian tertarik dan mencoba peruntungannya di liga futsal. 

Nama beken seperti Titus Bonai juga sempat mencicipi liga futsal Tanah Air. Mantan pemain Sriwijaya ini bergabung bersama tim asal Papua, Black Steel. Selain itu mantan pemain Persebaya 1927, Rendy Irwan pun membela Bintang Surabaya bersama eks Persegres, Mulham Arifin.

111