Peristiwa naas yang terjadi di tempat parkir bar H2O Lounge di Edmonton, Kanada itu didahului pertengkaran dengan pengunjung bar yang lain. Pria yang terlibat dalam pertengkaran tersebut ternyata sangat dongkol dengan kejadian tersebut.
Namun tak disangka, ia menabrakkan mobil truk kecil miliknya pada Jimmo saat petarung asal Kanada itu hendak menuju mobil untuk meninggalkan tempat tersebut. Hingga saat ini, aparat kepolisian masih memburu sang pelaku.
Oleh sang kekasih yang mendampinginya saat itu, petarung berjuluk Big Deal tersebut segera dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawa Jimmo tak mampu diselamatkan akibat luka parah yang dideritanya.
Presiden UFC, Dana White, menyampaikan ucapan belasungkawa atas kabar kematian tersebut.

Salah satu aksi Ryan Jimmo di atas ring octagon UFC.
"UFC berbelasungkawa atas kematian Ryan Jimmo," demikian pernyataan resmi UFC.
"Jimmo bertarung bersama UFC selama tujuh kali pada 2012-2015. Semoga keluarga, teman, dan reka-rekannya diberi ketabahan menghadapinya."
Nama Jimmo sempat menjadi sorotan setelah tampil luar biasa saat berhadapan dengan petarung Australia, Anthony Perosh. Dia mengalahkan Perosh hanya dalam waktu tujuh detik.
Pertarungan terakhir Jimmo terjadi pada Mei 2015 saat berhadapan dengan Francimar Barroso. Jimmo yang saat itu kalah angka kemudian tak mendapat tempat lagi di UFC.